Editor
KOMPAS.com - Bulan Safar sering dikaitkan dengan berbagai mitos sebagai bulan yang membawa kesialan.
Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada satu pun dalil yang menyatakan Safar sebagai bulan yang hina atau membawa kemalangan.
Kepercayaan bahwa bulan Safar identik dengan kesialan merupakan warisan tradisi Arab pra-Islam yang telah diluruskan dalam ajaran Islam.
Adapun Islam mengajarkan bahwa seluruh waktu adalah ciptaan Allah SWT yang mengandung hikmah dan keberkahan.
Karena itu, tidak ada bulan yang terkutuk atau harus dihindari. Sebaliknya, setiap bulan menjadi kesempatan bagi seorang Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh.
Baca juga: Benarkah Dilarang Menikah di Bulan Safar? Ini Penjelasan Hadits dan Pendapat Ulama
Bulan Safar memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amalan sunnah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ibadah yang dianjurkan, berikut di antaranya.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Safar adalah memperbanyak sedekah dan berbagai bentuk amal kebajikan. Sedekah menjadi ibadah yang tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mendatangkan keberkahan bagi orang yang mengeluarkannya.
Momentum bulan Safar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian sosial, seperti membantu fakir miskin, anak yatim, maupun mendukung berbagai kegiatan kemaslahatan umat.
Rasulullah SAW bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى رَبِّكُمْ قَبْلَ أَنْ تَمُوتُوا وَبَادِرُوا إِلَيْهِ بِالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ وَصِلُوا الَّذِي بَيْنَهُ وَبَيْنكُمْ بِكَثْرَةِ ذِكْرِكُمْ وَبِكَثْرَةِ الصَّدَقَةِ فِي السِّرِّ، وَالْعَلَانِيَّةِ، تُؤْجَرُوا، وَتُنْصَرُوا، وَتُرْزَقُوا
"Wahai manusia, bertobatlah kalian kepada Tuhan kalian sebelum kalian mati. Bersegeralah kembali kepada-Nya dengan amal-amal saleh, sambunglah hubungan antara Tuhan dan kalian dengan memperbanyak dzikir dan sedekah baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, niscaya kalian akan diberi pahala, ditolong, dan diberi rezeki."
Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan sedekah sebagai jalan meraih pahala, pertolongan, dan rezeki dari Allah SWT.
Amalan sunnah berikutnya adalah menjalankan puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, termasuk pada bulan Safar.
Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Dzar:
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
"Wahai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah."
Dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Bukhari, Abu Hurairah RA berkata:
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَووْمٍ عَلَى وِتْرٍ
"Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan kepadaku tiga nasihat yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat Witir sebelum tidur."
Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dan menjadi amalan rutin yang dianjurkan Rasulullah SAW setiap bulan.
Bulan Safar juga dapat diisi dengan memperbanyak dzikir dan doa. Dzikir menjadi ibadah yang ringan dilakukan, tetapi memiliki pahala besar serta mampu menenangkan hati.
Allah SWT berfirman:
وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Dan berdzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya agar kalian beruntung." (QS. Al-Anfal: 45).
Selain memperbanyak tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan istighfar, sebagian ulama juga menganjurkan membaca doa memohon perlindungan kepada Allah SWT pada bulan Safar.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ يَا شَدِييْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُمُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Bulan Safar bukanlah bulan yang harus ditakuti, melainkan kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Dengan memperbanyak sedekah, menjalankan puasa Ayyamul Bidh, serta memperbanyak dzikir dan doa, seorang Muslim dapat memanfaatkan setiap waktu untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Yang paling utama adalah menjaga keikhlasan dan istiqamah dalam beramal. Sebab, setiap amal kebaikan yang dilakukan karena Allah SWT, sekecil apa pun, akan bernilai pahala dan membawa keberkahan dalam kehidupan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang