Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Alasan Mengaka Kita Wajib Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Kompas.com, 6 Agustus 2026, 21:51 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Berikut adalah teks Khutbah Jumat tentang mitos alasan mengapa kita wajib mensyukuri kemerdekaan, yang disusun oleh Dr. H. Khoirul Huda Basyir, Lc., S.Ag., M.Si. (Pengasuh PPTQ. Al Kaukab Bogor dan Katim KLN Kementerian Agama RI), seperti dilansir dari laman Kemenag.

Baca juga: Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Cara Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَناَ أَنْ نُصْلِحَ مَعِيْشَتَنَا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالسَّعَادَةِ، وَنَقُوْمَ بِالْوَاجِبَاتِ فِيْ عِبَادَتِهِ وَتَقْوَاهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ، أَمّا بَعْدُ,
فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْنِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْم،
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. يَا أَيُّهَا الّذين آمنوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jama’ah Shalat Jumat, Rahimakumullah

Beberapa hari hari ke depan, tepatnya tanggal 17 Agustus 2026, bangsa Indonesia dan tentunya umat Islam Indonesia sebagai mayoritas bangsa ini akan memperingati dan mensyukuri hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Mensyukuri anugrah dan kenikmatan adalah kewajiban bagi umat beragama, bahkan puncak pengabdian dan pengahambaan diri kepada Allah adalah mengingat keagunanNya dan mensyukuri karuniaNya, terlebih karunia kemerdekaan sebagai nikmat terbesar bagi kehidupan dan keberlangsungan suatu bangsa. Al-Qur'an mengajarkan kepada manusia agar selalu mengingat Allah disertai bersyukur atas nikmatNya dalam satu tarikan nafas. Allah berfirman:

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu, bersykurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku". (Al Baqarah:152).

Jama’ah Shalat Jumat, Rahimakumullah

Setidaknya ada lima spirit dan alasan penting, mengapa kita perlu dan wajib mensyukuri nikmat kemerdekaan, terlebih dalam konteks sebagai umat beragama dan warga bangsa Indonesia yang dianugrahi berlimpahnya karunia kebaikan dan keberkahan oleh Allah SWT:

Pertama: Kemerdekaan Indonesia Terwujud Berkat Rahmat Allah SWT

Hal ini dengan tegas diabadikan oleh para pendiri Bangsa sebagaimana tercantum dalam alenia ketiga pembukaan UUD 1945 yang menyatakan: “Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

Pernyataan yang tulus ini memiliki makna, bahwa kemerdekaan Indonesia bukan hanya hasil perjuangan bangsa, tetapi juga merupakan anugrah Allah SWT. Sebuah ungkapan dan ketawadluan yang mengandung makna spiritual dan filosofis yang mendalam, sejak kemerdekaan bangsa ini dengan tegas mengakui peran dan kehadiran Allah SWT dalam perjuangan kemerdekaan serta menyatakan tekadnya untuk merdeka dan berdaulat.

Kedua: untuk mengenang dan menghormati jasa, perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dan syuhada bangsa.

Mengenang dan menghormati perjuangan pahlawan adalah cara terbaik untuk menghargai jasa dan kontribusi mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Dengan mengenag perjuangan pahlawan, masyarakat dapat memperkuat kohesi sosial, kesadaran nasional dan kualitas kehidupan dalam merawat dan membangun bangsa dan negara yang maju dan berkeadilan. Mengenang perjuangan pahlawan juga mampu memperkuat internalisasi nilai-nilai kepahlawanan seperti keberanian, ketangguhan, patriotisme dan pengorbanan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan serta menjunjung hak-hak asasi manusia. Dalam ajaran Islam, para leluhur dan pejuang juga ditempatkan pada derajat yang tinggi, disertai anjuran mendoakan kebaikan kepada mereka, sebagaimana diisyaratkan Al Quran surat Al Hasyr, ayat 10:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ﴾

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". [Al Hashr: 10]

Ketiga: Mengenang sejarah patriotisme dan perjuangan bangsa

Jas merah, jangan sekali kali meninggalkan sejarah, demikian kata Proklamator Bung Karno yang disampaikan dalam pidatonya saat peringatan HUT RI ke-21 pada 17 Agustus 1966, dan pidato ini merupakan pidato kenegaraan terakhirnya sebagai Presiden.

Meskipun semboyan ini sepertinya sederhana, namun memiliki makna yang mendalam, yaitu mengingatkan akan pentingnya mengenang dan memetik pelajaran berharga dari sejarah perjalanan bangsa. Sejarah adalah guru kehidupan dan peradaban. Dengan memahami sejarah kita dapat belajar dari kekeliruan masa lalu, menghargai pencapaian pendahulu, dan membangun masa depan yang lebih maju dengan modal pengalaman dan komitmen persatuan.

Hal lain yang perlu selalu kita ingat dan diingatkan kepada generasi bangsa, bahwa kemerdekaan Indonesia ini diperjuangkan dan direbut dari tangan-tangan penjajah oleh bangsa Indonesia sendiri, kemerdekaan ini tidak merupakan pemberian penjajah sebagaimana yang lazim dialami oleh negara-negara di dunia ini.

Keempat: ⁠Menanamkan sikap nasionalisme dan cinta kepada tanah air

Nasionalisme dan mencintai tanah air memiliki arti penting dan signifikan dalam membangun dan memperkuat identitas bangsa. Nasionalisme dapat meningkatkan kesadaran nasional dan rasa memiliki terhadap bangsa dan negara sekaligus dapat memperkuat persatuan dan kesatuan dalam menghadapi tantangan dan dinamika zaman. Sementara mencintai tanah air dapat mengembangkan rasa patriotisme dan kesetiaan terhadap bangsa dan negara. Patriotisme ini dapat mendorong individu untuk berkontribusi pada kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Nasionalisme dan mencintai tanah air dapat meningkatkan solidaritas dan kerjasama di antara masyarakat. Hal ini dapat memperkuat hubungan sosial dan memperkuat kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Terdapat ungkapan dari para ulama:حب الوطن من الايمان "Mencintai tanah air adalah sebagian dari iman".

Orang yang mencintai tanah air pasti akan merawat dan menjaganya dengan baik, dan dengan itu ia akan mampu menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan kepada sesama, dan itu adalah tugas utama manusia sebagai khalifatullah fil ardl. Tanah air adalah modal asasi dalam mengisi kemerdekaan dan membangun peradaban.

Kelima: ⁠Menjaga perdamaian dan stabilitas kehidupan

Sebagaimana tanah air, merawat keamanan dan perdamaian juga merupakan syarat mutlak terlaksananya aktivitas kemanusiaan. Pembangunan apapun tidak mungkin dilakukan di Tengah kondisi masyarakat atau bangsa yang sedang mengalami peperangan atau dipenuhi dengan konflik horizontal. Agama akan tumbuh bersemai di wilayah negara yang damai sebagaimana negara akan eksis dan diliputi keberkahan jika ditopang oleh spiritualitas dan ajaran agama yang kuat.

Imam al-Mawardi dalam karyanya: Adab al-Dunya wa al-Din menyatakan:

"الْمُلْكُ بِالدِّينِ يَبْقَى، وَالدِّينُ بِالْمُلْكِ يَقْوَى"

"Kekuasaan atau negara yang ditopang oleh agama akan langgeng, dan agama yang ditopang oleh kekuasaan akan kuat".

Pernyataan ini menegaskan hubungan timbal balik dan saling membutuhkan antara agama dan negara. Negara yang didirikan dan dijalankan berdasarkan nilai-nilai agama akan memiliki dasar yang kuat dan langgeng. Nilai-nilai agama seperti keadilan, kejujuran, dan kesejahteraan sosial akan menjadi landasan bagi stabilitas dan keberlanjutan negara. "Agama yang ditopang oleh kekuasaan akan kuat": Ini berarti bahwa negara yang kuat, dengan kekuasaannya, dapat melindungi dan menegakkan nilai-nilai agama. Negara dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi praktik keagamaan, serta mencegah penyimpangan dan penyalahgunaan ajaran agama yang memicu koflik sosial.

Jama’ah Shalat Jumat, Rahimakumullah

Melalui mimbar khutbah jumat yang mulia ini, marilah kita ingatkan kembali kepada diri kita dan segenap tumpah darah indonesia agar menjadikan momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dengan terus bersyukur melalui upaya kita semua merawat NKRI, menghargai keragaman dan kemajmukan warga bangsa serta terus memberikan doa kebaikan dan keberkahan bagi negeri Indonesia dan para pemimpinnya.

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi, memberkahi dan menjauhkan diri kita, para pemimpin bangsa dan negara Indonesia dari segala macam bencana, persetruan dan perpecahan serta mewujudkan impian kita menjadikan negeri ini baldatun thayyibatun warabbun ghafur, negeri yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam kemajuan di bawah naungan ampunan Allah SWT. Amin.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا, أَمَّا بَعْدُ,

فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ ْوَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ َأَكْبَرْ

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Alasan Mengaka Kita Wajib Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Alasan Mengaka Kita Wajib Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Aktual
Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Cara Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Cara Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Aktual
Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Mitos Bulan Safar dan Momentum Menghargai Waktu
Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Mitos Bulan Safar dan Momentum Menghargai Waktu
Aktual
Kumpulan Doa Saat Gempa Bumi Lengkap, Yaa Ardhu Robbi wa Rabbukalla...
Kumpulan Doa Saat Gempa Bumi Lengkap, Yaa Ardhu Robbi wa Rabbukalla...
Aktual
Doa Qunut Subuh: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Tata Cara Membaca untuk Imam dan Makmum
Doa Qunut Subuh: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Tata Cara Membaca untuk Imam dan Makmum
Doa dan Niat
Doa Jumat Berkah yang Dianjurkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Jumat Berkah yang Dianjurkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tulisan Arab dan Penggunaan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un dan Allahummaghfirlahu
Tulisan Arab dan Penggunaan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un dan Allahummaghfirlahu
Doa dan Niat
Pesantren dengan 1.000 Santri Kini Bisa Kelola Dapur MBG Sendiri
Pesantren dengan 1.000 Santri Kini Bisa Kelola Dapur MBG Sendiri
Aktual
Meski Kepuasan Haji Tinggi, Menhaj Soroti Layanan Armuzna Masih Perlu Dievaluasi
Meski Kepuasan Haji Tinggi, Menhaj Soroti Layanan Armuzna Masih Perlu Dievaluasi
Aktual
Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Catat Rekor Tertinggi, Ini Survei Lengkapnya
Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Catat Rekor Tertinggi, Ini Survei Lengkapnya
Aktual
Doa Sholat Qobliyah Subuh: Arab, Latin, Arti, Waktu, dan Tata Caranya
Doa Sholat Qobliyah Subuh: Arab, Latin, Arti, Waktu, dan Tata Caranya
Doa Harian
Doa Sholat Qobliyah Subuh: Bacaan Arab, Latin, dan Arti
Doa Sholat Qobliyah Subuh: Bacaan Arab, Latin, dan Arti
Aktual
UIN Bandung: Keluarga Benteng Pertama Cegah Anak Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal
UIN Bandung: Keluarga Benteng Pertama Cegah Anak Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal
Aktual
Kenapa Manusia Wajib Berdoa? Ini Alasan dan Keutamaannya dalam Islam
Kenapa Manusia Wajib Berdoa? Ini Alasan dan Keutamaannya dalam Islam
Aktual
Cara Akses dan Unduh Gratis 40 Buku PAI Digital Kemenag Lewat Smart PAI
Cara Akses dan Unduh Gratis 40 Buku PAI Digital Kemenag Lewat Smart PAI
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar