Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras

Kompas.com, 12 Agustus 2026, 08:25 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Persatuan Ummat Islam (PUI) menilai promosi minuman beralkohol merek Newport yang melibatkan challenge hafalan Surah Ad-Dhuha di festival musik The Sounds Project menunjukkan kecerobohan dalam komunikasi pemasaran.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat PUI, Raizal Arifin, menyatakan bahwa kreativitas dalam pemasaran memiliki batas kepatutan, terutama ketika menyentuh simbol dan ajaran agama yang memiliki kedudukan sakral bagi masyarakat.

Batas Kepatutan Pemasaran

Raizal menegaskan pentingnya membedakan antara kreativitas dan olok-olok dalam promosi.

“Kita perlu membedakan antara kreativitas dan olok-olok. Kreativitas tidak berarti bebas memperlakukan apa saja sebagai bahan promosi. Ketika ayat Al-Qur’an ditempatkan dalam konteks promosi minuman beralkohol, batas kepatutan menjadi persoalan yang serius,” ujar Raizal dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).

Baca juga: Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik

Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya dapat dicegah sejak tahap perencanaan kampanye dengan memiliki sensitivitas yang memadai terhadap konteks sosial, agama, dan budaya.

“Jangan sampai sebuah kecerobohan dalam membuat materi promosi kemudian dipersepsikan sebagai bentuk olok-olok terhadap agama. Kalau memang tidak ada maksud untuk melecehkan, maka justru penting bagi perusahaan untuk segera memberikan penjelasan dan mengambil langkah yang diperlukan,” katanya.

Tanggung Jawab Komunikasi Publik

PUI memandang insiden ini sebagai pelajaran penting bagi dunia usaha mengenai tanggung jawab komunikasi di ruang publik, terutama karena pelafalan ayat suci disandingkan secara tidak patut dengan barang yang diharamkan.

“Dunia usaha boleh kreatif, tetapi tetap harus tahu batas. Sesuatu yang mulia tidak seharusnya dijadikan bahan permainan dalam komunikasi komersial,” tegas Raizal.

PUI mendorong pihak Newport dan manajemen terkait untuk memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai materi promosi tersebut.

Baca juga: Viral Hafalan Ad-Duha Berhadiah Miras, MUI: Merendahkan Kesucian Al Quran

Apabila terbukti merupakan bagian dari aktivitas resmi atau kelalaian dalam pengawasan mitra, PUI meminta agar dilakukan evaluasi dan sanksi tegas.

“Kreativitas membutuhkan keberanian, tetapi komunikasi yang bertanggung jawab membutuhkan kepekaan. Jangan sampai karena ceroboh, sesuatu yang sakral justru berubah menjadi bahan olok-olok,” pungkasnya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar