Editor
BANDUNG, KOMPAS.com – Rabu Wekasan atau Rebo kerap dianggap hari turunnya kesialan. Namun dalam pandangan Islam, tidak ada satu pun waktu, baik hari maupun bulan yang membawa keburukan.
Alih-alih menyikapinya dengan ketakutan atau percaya pada hari baik dan buruk, umat Islam dianjurkan menjadikan momentum Rabu terakhir bulan Safar ini untuk bermuhasabah dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lembaga keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Baznas menegaskan bahwa tidak ada hadis shahih yang menyatakan Rabu terakhir bulan Safar sebagai hari sial.
Baca juga: Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Dilansir dari laman uinsgd.ac.id, meski tidak ada ajaran khusus mengenai ibadah pada hari tersebut, umat Islam tetap dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan secara umum sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
Umat Islam dapat mengisi hari ini dengan melaksanakan shalat sunnah mutlak atau shalat hajat biasa sebagai sarana memohon ketenangan jiwa dan perlindungan kepada Allah SWT.
Niat shalat ini murni sebagai shalat sunnah biasa, bukan diyakini sebagai ibadah wajib atau shalat khusus yang terikat pada tradisi Rabu Wekasan.
Momen ini dapat dijadikan sarana evaluasi diri. Mengisi waktu dengan melantunkan kalimat thayyibah, seperti tasbih, tahmid, dan takbir, serta memperbanyak istighfar menjadi langkah yang tepat untuk memohon ampunan agar hati menjadi lebih bersih dan tenang.
Mengaji dan mentadaburi ayat-ayat suci Al-Qur’an memberikan ketenteraman hidup.
Membaca Surah Yasin atau surah lainnya sangat dianjurkan dan bernilai pahala besar, selama tidak disertai keyakinan keliru bahwa surah tersebut diwajibkan secara khusus untuk Rabu Wekasan.
Dalam Islam, sedekah dikenal sebagai amalan penolak bala (bencana) dan pemanjang umur.
Sisihkan sebagian rezeki untuk membantu sesama, menyantuni anak yatim, atau memberi kepada fakir miskin sebagai bentuk kepedulian sosial yang mengundang rahmat Allah SWT.
Doa adalah senjata utama seorang mukmin. Perbanyaklah memanjatkan doa kebaikan, memohon kesehatan, keberkahan rezeki, serta perlindungan dari segala marabahaya.
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah doa sapu jagat:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana aatina fid-dunya hasanatan wa fil-akhirati hasanatan wa qina ‘adzaban-nar.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka."
Rabu Wekasan bukanlah waktu untuk mempercayai mitos kesialan, melainkan pengingat untuk memperkuat tauhid. Dengan menghidupkan amalan-amalan sunnah tersebut, tradisi di masyarakat dapat disikapi secara bijak, bernilai pahala, dan tetap berada di atas prinsip ajaran Islam yang lurus.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.