Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bromo Kembali Dibuka, Bagaimana Islam Mengajarkan Menjaga Alam?

Kompas.com, 21 Agustus 2026, 08:07 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan mulai Kamis (20/8/2026), setelah sebelumnya ditutup akibat kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha memastikan kawasan wisata Gunung Bromo dibuka kembali mulai pukul 00.01 WIB.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor PG.19/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 yang diterbitkan pada 19 Agustus 2026.

Baca juga: Mendaki Gunung Bukan Sekadar Mengejar Puncak, Bisa Jadi Ruang Muhasabah

Pembukaan dilakukan setelah kebakaran yang melanda kawasan TNBTS dapat ditangani.

Sebelumnya, kawasan wisata Bromo ditutup selama proses pemadaman dan penanganan untuk menjaga keamanan pengunjung serta mencegah risiko kebakaran meluas.

Meski Bromo telah kembali dibuka, wisatawan tetap perlu mematuhi aturan yang berlaku di kawasan konservasi dan ikut menjaga kelestarian lingkungan.

Terlebih, kebakaran yang terjadi di kawasan Bromo menjadi pengingat bahwa aktivitas wisata juga perlu dibarengi dengan tanggung jawab terhadap alam.

Dalam Islam, menjaga alam bukan hanya berkaitan dengan kepentingan manusia. Merawat bumi juga merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah.

Baca juga: Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam

Larangan Berbuat Kerusakan di Bumi

Al-Qur'an mengingatkan manusia untuk tidak melakukan perbuatan yang menyebabkan kerusakan di muka bumi.

Salah satunya terdapat dalam Surat Al-A'raf ayat 56. Allah SWT berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.”

Ayat tersebut mengandung pesan agar manusia tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kerusakan di bumi.

Alam yang telah memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan manusia perlu dimanfaatkan secara bertanggung jawab sekaligus dijaga kelestariannya.

Baca juga: Doa saat Terjadi Bencana Alam Lengkap Arab, Latin, dan Artinya untuk Memohon Perlindungan

Kementerian Agama juga menjelaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah manusia kepada Allah SWT.

Manusia diperbolehkan memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun, pemanfaatan tersebut harus dilakukan dengan tetap memperhatikan kelestarian dan keseimbangan lingkungan.

Dengan demikian, menjaga alam dapat menjadi bagian dari pelaksanaan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Menikmati Bromo Tanpa Merusaknya

Dibukanya kembali Gunung Bromo memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk kembali menikmati salah satu kawasan wisata alam populer di Indonesia.

Namun, keindahan tersebut juga membawa tanggung jawab bagi setiap orang yang berkunjung.

Wisatawan dapat ikut menjaga Bromo melalui tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak tumbuhan, serta tidak meninggalkan api maupun benda yang berpotensi memicu kebakaran.

Pengunjung juga perlu mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan pengelola TNBTS, terutama berkaitan dengan aktivitas yang berpotensi mengganggu atau merusak kawasan konservasi.

Menjaga kelestarian Bromo bukan hanya menjadi tugas petugas taman nasional. Setiap orang yang berkunjung memiliki peran untuk mencegah kerusakan.

Dalam ajaran Islam, manusia juga diingatkan agar tidak memanfaatkan alam secara berlebihan hingga menimbulkan mudarat.

Gunung, hutan, tumbuhan, satwa, dan seluruh ekosistem di dalamnya merupakan bagian dari ciptaan Allah SWT yang perlu dijaga.

Karena itu, dibukanya kembali Gunung Bromo setelah kebakaran dapat menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa menikmati keindahan alam semestinya berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk merawatnya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar