KOMPAS.com - Al-Qur’an merupakan kitab suci sekaligus pedoman hidup umat Islam. Karena itu, akses untuk membaca dan mempelajarinya perlu terbuka bagi setiap Muslim, termasuk penyandang disabilitas.
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) terus mengembangkan layanan Al-Qur’an yang dapat diakses penyandang disabilitas.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan Mushaf Al-Qur’an Braille bagi penyandang disabilitas netra serta Mushaf Al-Qur’an Isyarat bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.
Baca juga: HUT ke-81 RI, Ini Dalil Cinta Tanah Air dalam Al-Quran dan Hadis
Mushaf Al-Qur’an Braille memungkinkan penyandang disabilitas netra membaca Al-Qur’an secara mandiri menggunakan sistem tulisan Braille.
LPMQ menjelaskan, layanan tersebut tidak hanya berupa Mushaf Al-Qur’an Braille 30 juz.
Kemenag juga menyediakan Pedoman Membaca dan Menulis Al-Qur’an Braille, Terjemahan Al-Qur’an Braille 30 Juz, serta Panduan Membaca Al-Qur’an Braille atau Iqra’na.
Selain itu, tersedia video tutorial membaca Al-Qur’an Braille yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.
Perhatian pemerintah terhadap Mushaf Al-Qur’an Braille telah berlangsung cukup lama.
LPMQ mencatat, Mushaf Al-Qur’an Standar Braille ditetapkan sebagai bagian dari Mushaf Standar Indonesia melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 25 Tahun 1984.
Penyempurnaan mushaf tersebut kemudian dilakukan dengan melibatkan akademisi, lembaga percetakan, praktisi, hingga pengguna Mushaf Braille.
Selain untuk penyandang disabilitas netra, Kemenag juga mengembangkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW).
Baca juga: Marak Jasa Nikah Siri Beri Sertifikat, Kemenag: Tak Bisa Gantikan Buku Nikah
LPMQ menyebut Mushaf Al-Qur’an Isyarat 30 juz telah diterbitkan pada 2022.
Produk pendukung lainnya meliputi Pedoman Membaca Mushaf Al-Qur’an bagi PDSRW, Panduan Belajar Membaca Al-Qur’an Isyarat, kamus kosa isyarat keislaman, serta video tutorial membaca Al-Qur’an Isyarat.
Pengembangan tersebut dilakukan agar penyandang disabilitas rungu wicara juga memperoleh akses pembelajaran Al-Qur’an sesuai dengan kebutuhan mereka.
Layanan Al-Qur’an inklusif tersebut terus dikembangkan.
Pada Juni 2026, Kemenag melalui Direktorat Penerangan Agama Islam dan LPMQ mulai mempersiapkan penyusunan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia atau Kosmin.
Penyusunan Kosmin ditujukan untuk memperkuat layanan keagamaan yang inklusif bagi Muslim Tuli.
Komitmen serupa juga diwujudkan melalui program Tadarus Al-Qur’an Inklusif (TAQI) 2026 yang diselenggarakan LPMQ.
Program tersebut menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat yang dapat diikuti penyandang disabilitas netra maupun rungu wicara.
Peserta mendapatkan pendampingan dari pengajar untuk mempelajari Al-Qur’an menggunakan teknik cetak Braille maupun panduan isyarat visual secara bertahap.
Kepala LPMQ Abdul Aziz Shidqi mengatakan, kesempatan untuk membaca dan memahami Al-Qur’an perlu disediakan bagi semua pihak, termasuk penyandang disabilitas.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga pada pemahaman terhadap isi dan kandungan Al-Qur’an.
Penyediaan Mushaf Braille dan Mushaf Isyarat menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memperoleh akses terhadap kitab suci.
Upaya menghadirkan Al-Qur’an dalam berbagai format juga berkaitan dengan pemenuhan hak keagamaan penyandang disabilitas.
LPMQ sebelumnya menyebut pengembangan Mushaf Al-Qur’an Isyarat dan Mushaf Al-Qur’an Braille sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan fasilitas akses terhadap layanan keagamaan bagi penyandang disabilitas.
Dengan tersedianya Mushaf Braille, Mushaf Isyarat, pedoman pembelajaran, hingga media pendukung, akses terhadap Al-Qur’an diharapkan semakin terbuka bagi lebih banyak umat Islam.
Pada akhirnya, Al-Qur’an inklusif bukan hanya berbicara mengenai bentuk mushaf, melainkan tentang memastikan setiap Muslim memiliki kesempatan untuk membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an sesuai dengan kebutuhannya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT