Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Menjadi yang Tertinggi dalam 11 Tahun

Kompas.com, 22 Agustus 2026, 12:02 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 mencapai 77,89 dan menjadi angka tertinggi sejak survei pertama kali dilakukan pada 2015.

Kementerian Agama menilai capaian tersebut menunjukkan kondisi kerukunan umat beragama secara agregat berada dalam kategori tinggi, meski berbagai persoalan di lapangan masih perlu ditangani.

Baca juga: Wamenag: Kerukunan Umat Beragama Jadi Benteng Indonesia Hadapi Ancaman

Survei IKUB 2025 mengusung tema Evaluasi Kerukunan Umat Beragama 2025 dan dilaksanakan Kementerian Agama bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (P3M) Universitas Indonesia (UI).

Hasil survei diumumkan dalam Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 di Jakarta pada 22 Desember 2025.

Baca juga: Kemenag Siapkan 4 Strategi Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Indeks Kerukunan Umat Beragama 11 Tahun Terakhir

Berikut angka IKUB nasional dalam 11 tahun terakhir:

  1. 2015 sebesar 75,36 persen
  2. 2016 sebesar 75,47 persen
  3. 2017 sebesar 72,27 persen
  4. 2018 sebesar 70,90 persen
  5. 2019 sebesar 73,83 persen
  6. 2020 sebesar 67,46 persen
  7. 2021 sebesar 72,39 persen
  8. 2022 sebesar 73,09 persen
  9. 2023 sebesar 76,02 persen
  10. 2024 sebesar 76,47 persen
  11. 2025 sebesar 77,89 persen

Data tersebut menunjukkan IKUB 2025 menjadi capaian tertinggi selama 11 tahun pengukuran. Setelah mengalami penurunan pada 2020, indeks kembali meningkat dan mencapai 77,89 pada 2025.

Tiga Indikator Indeks Kerukunan Umat Beragama

Survei Evaluasi Kerukunan Umat Beragama menggunakan tiga indikator utama, yaitu toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan.

1. Toleransi

Toleransi berkaitan dengan sikap umat beragama dalam menerima dan menghormati orang lain yang memiliki keyakinan atau kepercayaan berbeda.

2. Kesetaraan

Kesetaraan berkaitan dengan pandangan dan sikap hidup umat yang menganggap setiap orang memiliki kedudukan yang sama dalam hak dan kewajiban.

3. Kebersamaan

Kebersamaan diartikan sebagai tindakan saling bahu membahu (to take and give) serta sama-sama mengambil manfaat dari eksistensi bersama.

Kemenag: IKUB Tinggi Bukan Berarti Persoalan Selesai

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, kenaikan IKUB dalam lima tahun terakhir tidak dimaknai bahwa seluruh persoalan kerukunan dan kebebasan beragama telah selesai.

IKUB sebesar 77,89 menunjukkan bahwa secara agregat kondisi kerukunan umat beragama berada pada kategori tinggi dan menjadi capaian tertinggi selama 11 tahun pengukuran.

“Pada saat yang sama, kami di Kementerian Agama juga terus berupaya meningkatkan kualitas kerukunan dan memitigasi berbagai dinamika yang muncul di lapangan,” terang Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

“Jadi indeks kerukunan yang tinggi ini memang patut kita syukuri. Tapi bukan berarti sudah tidak ada masalah. Kita terus berupaya memitigasi dan menyelesaikan kasus yang muncul agar kerukunan umat tetap terjaga,” sambungnya.

Toleransi, Kesetaraan, dan Kebersamaan Terus Ditingkatkan

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Adib Abdusshomad menyampaikan hal serupa. Menurutnya, hasil survei menunjukkan adanya perkembangan positif dalam toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan masyarakat Indonesia selama 11 tahun.

“Memang sampai saat ini masih terjadi persoalan kerukunan, tapi itu tidak serta-merta membatalkan kesimpulan hasil IKUB. Setiap kasus yang muncul kita upayakan penyelesaian dan mitigasi agar kerukunan tetap terjaga,” sebut Adib.

“Toleransi, kebersamaan, dan kehidupan dalam kesetaraan masyarakat Indonesia harus terus dirawat dan ditingkatkan kualitasnya,” lanjut Adib.

Adib menegaskan bahwa Kementerian Agama tetap memantau berbagai peristiwa yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama. Setiap persoalan terus dikoordinasikan secara cermat bersama para pemangku kepentingan terkait.

Berbagai pendekatan dilakukan agar persoalan dapat ditangani secara proporsional dengan mengedepankan dialog, pencegahan eskalasi, serta penyelesaian yang berkeadilan.

Kemenag Perkuat Sistem Deteksi Dini Konflik

Dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas kerukunan, PKUB juga memperkuat instrumen deteksi dan pencegahan dini. Salah satunya dilakukan melalui pengembangan Early Warning System (EWS) atau Sistem Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan.

“Dalam rangka merawat dan meningkatkan kualitas kerukunan, PKUB terus memperkuat instrumen deteksi dan pencegahan dini. Salah satunya melalui pengembangan Early Warning System (EWS) atau Sistem Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan,” papar Adib.

EWS dirancang untuk mendeteksi berbagai potensi persoalan sedini mungkin. Dengan sistem tersebut, pemerintah diharapkan tidak hanya hadir setelah konflik terjadi, tetapi juga dapat mengambil langkah preventif dan mitigatif sebelum persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Menurut Adib, IKUB dan EWS merupakan dua instrumen yang saling melengkapi. IKUB memberikan gambaran kondisi kerukunan masyarakat secara agregat melalui dimensi toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan, sedangkan EWS berfungsi mendeteksi peristiwa dan potensi konflik secara lebih dini agar dapat segera dikoordinasikan dan ditangani.

“Kita tidak mengatakan Indonesia bebas dari persoalan kerukunan. Yang kita sampaikan adalah bahwa secara agregat, hasil survei menunjukkan kemajuan dalam toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan. Adapun setiap peristiwa yang terjadi tetap menjadi perhatian dan ditangani melalui mekanisme koordinasi, pemantauan, serta deteksi dan pencegahan dini,” tandasnya.

Capaian IKUB 2025 sebesar 77,89 menunjukkan peningkatan kondisi kerukunan umat beragama secara agregat sekaligus menjadi angka tertinggi dalam 11 tahun survei.

Kementerian Agama tetap menekankan bahwa capaian tersebut perlu diikuti upaya menjaga toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Penguatan deteksi dini dan penyelesaian persoalan secara dialogis menjadi bagian dari upaya mempertahankan kualitas kerukunan umat beragama.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Aktual
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Aktual
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Aktual
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Aktual
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Aktual
Deretan Da'i Nasional Siap Meriahkan Tabligh Akbar Nasional dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal
Deretan Da'i Nasional Siap Meriahkan Tabligh Akbar Nasional dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal
Aktual
Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Menjadi yang Tertinggi dalam 11 Tahun
Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Menjadi yang Tertinggi dalam 11 Tahun
Aktual
4 Peristiwa Penting dalam Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW
4 Peristiwa Penting dalam Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW
Aktual
Nama Anak dan Cucu Nabi Muhammad SAW serta Kisah Kehidupannya
Nama Anak dan Cucu Nabi Muhammad SAW serta Kisah Kehidupannya
Aktual
7 Hikmah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam
7 Hikmah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam
Aktual
Maulid Nabi: Sejarah, Makna, dan Tradisi Peringatannya di Indonesia
Maulid Nabi: Sejarah, Makna, dan Tradisi Peringatannya di Indonesia
Aktual
Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW dari Kelahiran hingga Wafat
Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW dari Kelahiran hingga Wafat
Aktual
Hidayat Nur Wahid Soroti Kerapuhan Mental Generasi Muda, Pesantren Dinilai Punya Jawaban
Hidayat Nur Wahid Soroti Kerapuhan Mental Generasi Muda, Pesantren Dinilai Punya Jawaban
Aktual
Bolehkah Zakat Diberikan kepada Korban Bencana? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Bolehkah Zakat Diberikan kepada Korban Bencana? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Apa yang Dilakukan Muslim Saat Bangun Tidur? Ini Adab dalam Islam
Apa yang Dilakukan Muslim Saat Bangun Tidur? Ini Adab dalam Islam
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar