Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak

Kompas.com, 22 Agustus 2026, 13:11 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com - Prosesi Ijazah Kubro Tirakat Dalailul Khairat angkatan ke-21 yang dipimpin oleh KH Imam Jazuli Lc MA, Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, diselenggarakan pada Sabtu (14/08/21) di Luxton Hotel and Convention Cirebon.

Acara ini dihadiri lebih dari 3.000 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi, serta tokoh seperti Ustadz Derry Sulaiman dan konten kreator Willi Salim.

Data panitia mencatat, total peserta Ijazah Kubro dari angkatan pertama hingga ke-21 telah mencapai 60.000 orang.

Kegiatan yang awalnya dikhususkan bagi santri dan guru Bina Insan Mulia sebelas tahun lalu ini, kini dibuka untuk umum menyusul tingginya permintaan dari wali santri dan masyarakat.

Pelaksanaan dan Fasilitas

Dengan membludaknya peserta, agenda pengijazahan dibagi menjadi tiga sesi yang berlangsung dari pukul 07.00 pagi hingga 24.00 malam.

Baca juga: 40 Persen Santri Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon Hafal 30 Juz Hanya dalam 4 Bulan

Panitia menyediakan fasilitas gratis berupa risalah sanad, sertifikat Ijazah Kubro, kitab Dalailul Khairat, makanan ringan, dan makan.

Selain itu, peserta berkesempatan memenangkan doorprize berupa umrah, ziarah Walisongo, dan puluhan voucer menginap di hotel Aston di seluruh Indonesia.

Pesan Kiai Imam Jazuli

Sebelum memulai prosesi, Kiai Imam Jazuli menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi semua orang, agar Islam dapat hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam.

“Bermanfaat itu tidak hanya kepada orang yang beriman. Mengapa? Karena konsepsi hidayah itu bisa datang kepada siapa saja. Justru Islam yang hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin itulah yang bisa mendekatkan semua orang kepada hidayah,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Beliau juga menekankan relevansi konsep ukhuwah dalam Islam.

“Di sinilah konsep al-ukhuwah menjadi sangat penting,” jelasnya.

Empat Level Ukhuwah

Kiai Imam Jazuli menguraikan empat level persaudaraan dalam Islam, mulai dari yang paling sempit hingga paling luas.

Level pertama adalah al-ukhuwah an-nahdliyah, persaudaraan sesama pengikut ideologi NU.

“Kita memiliki konsep al-ukhuwah an-nahdliyah, persaudaraan sesama orang yang memiliki ideologi NU, misalnya. Tetapi ini masih tingkat dasar,” jelas beliau.

Level berikutnya adalah al-ukhuwah al-Islamiyah, persaudaraan sesama umat Islam tanpa memandang organisasi masyarakat atau aliran.

“Kalau mau naik lagi, ada yang namanya al-ukhuwah al-Islamiyah, yaitu persaudaraan sesama umat Islam tanpa melihat ormasnya, tanpa melihat alirannya, tanpa melihat tetek bengeknya. Kita diikat oleh satu ikatan iman dan Islam.”

Sebagai kritik sosial, beliau menyoroti masih adanya pihak yang belum siap menghadapi perbedaan.

“Kita merasakan hari ini, banyak slogan yang mengatakan “Islam rahmatan lil ‘alamin”. Betul.

Tetapi kadang-kadang itu hanya menjadi slogan.

Faktanya, belum semua orang siap menghadapi perbedaan,” ungkapnya.

Level ketiga adalah al-ukhuwah al-wathaniyah, persaudaraan kebangsaan yang mengikat individu berbeda agama dan kelompok dalam satu negara.

“Kita berbeda agama, berbeda kelompok, tetapi diikat oleh ikatan persaudaraan dalam satu negara. Artinya, walaupun berbeda, kita harus melindungi siapa pun yang terzalimi. Kalau biasanya yang terzalimi adalah kelompok minoritas, maka tugas kita memastikan kelompok minoritas itu juga aman. Itulah hadirnya al-ukhuwah al-wathaniyah,” paparnya di hadapan hadirin.

Level tertinggi adalah al-ukhuwah al-basyariyah, persaudaraan sesama manusia yang didasari nilai keadilan, kebersamaan, dan kepedulian.

“Persaudaraan yang diikat dengan nilai keadilan, kebersamaan, dan kepedulian. Kita harus saling membantu. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak peduli kepada bangsa lain yang tertindas, misalnya Palestina atau negara-negara lain yang masih mengalami penjajahan,” pesannya.

Kurikulum Spiritual Pesantren

Kiai Imam Jazuli juga menjelaskan alasan tirakat dan wirid Dalailul Khairat menjadi kurikulum penggemblengan hati atau pendidikan spiritual di Pesantren Bina Insan Mulia.

“Bina Insan Mulia adalah salah satu pesantren yang dari sisi gagasan dan pemikiran bersifat modern. Ada pendidikan umum yang berorientasi pada STEM: Science, Technology, Engineering, dan Mathematics. Tetapi semuanya harus dibentengi dengan agama. Kita sadar bahwa yang kita isi bukan hanya kepala, tetapi juga hati. Spiritualitas tidak bisa dibangun hanya dengan ilmu saja. Spiritualitas harus dibangun dengan praktik,” jelasnya.

Beliau menambahkan bahwa persoalan moralitas menjadi penyebab kerusakan bangsa.

“Bangsa ini rusak, bangsa ini hancur ekonominya karena persoalan moralitas. Ternyata orang pintar saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah. Kalau di dalam hatinya masih ada masalah, pada akhirnya hal itu bisa menjerumuskannya kepada korupsi,” tambahnya.

Baca juga: Peluang Cirebon Jadi Lokasi Muktamar NU ke-35 Menguat, Pesantren Buntet Dinilai Penuhi Syarat

Kepada para calon pengamal tirakat Dalailul Khairat, Kiai Imam Jazuli berpesan agar berniat ikhlas dan mencintai Allah SWT, karena amalan tersebut merupakan tradisi para wali dan sahabat untuk meminta pertolongan dari “jalur langit”.

“Jadi tujuan dari semua amalan kita ini adalah mendekat kepada Allah. Kalau kita dekat dengan Allah, maka Allah akan mencintai kita. Kalau Allah mencintai kita, apa pun bisa diberikan kepada kita,” pungkasnya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Aktual
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Aktual
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Aktual
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Aktual
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Aktual
Deretan Da'i Nasional Siap Meriahkan Tabligh Akbar Nasional dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal
Deretan Da'i Nasional Siap Meriahkan Tabligh Akbar Nasional dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal
Aktual
Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Menjadi yang Tertinggi dalam 11 Tahun
Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Menjadi yang Tertinggi dalam 11 Tahun
Aktual
4 Peristiwa Penting dalam Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW
4 Peristiwa Penting dalam Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW
Aktual
Nama Anak dan Cucu Nabi Muhammad SAW serta Kisah Kehidupannya
Nama Anak dan Cucu Nabi Muhammad SAW serta Kisah Kehidupannya
Aktual
7 Hikmah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam
7 Hikmah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam
Aktual
Maulid Nabi: Sejarah, Makna, dan Tradisi Peringatannya di Indonesia
Maulid Nabi: Sejarah, Makna, dan Tradisi Peringatannya di Indonesia
Aktual
Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW dari Kelahiran hingga Wafat
Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW dari Kelahiran hingga Wafat
Aktual
Hidayat Nur Wahid Soroti Kerapuhan Mental Generasi Muda, Pesantren Dinilai Punya Jawaban
Hidayat Nur Wahid Soroti Kerapuhan Mental Generasi Muda, Pesantren Dinilai Punya Jawaban
Aktual
Bolehkah Zakat Diberikan kepada Korban Bencana? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Bolehkah Zakat Diberikan kepada Korban Bencana? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Apa yang Dilakukan Muslim Saat Bangun Tidur? Ini Adab dalam Islam
Apa yang Dilakukan Muslim Saat Bangun Tidur? Ini Adab dalam Islam
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar