Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Tengah Arus Globalisasi, Pendidikan Agama Tak Cukup Ajarkan Teori

Kompas.com, 26 Agustus 2026, 12:52 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Kemajuan teknologi dan terbukanya akses terhadap berbagai budaya global membawa perubahan dalam kehidupan generasi muda.

Derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan dalam menjaga moral, identitas, dan karakter religius.

Di tengah kondisi tersebut, Pendidikan Agama Islam (PAI) dinilai memiliki peran penting dalam membekali peserta didik agar mampu menghadapi pengaruh globalisasi tanpa kehilangan nilai-nilai agama.

Namun, pendidikan agama tidak cukup hanya berisi pengetahuan keagamaan. Pembelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, didukung kurikulum yang terintegrasi, serta melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Baca juga: Festival Jagat 2026 di Jombang, Jaringan GUSDURian Gaungkan Agama untuk Menjaga Alam

Hal tersebut dibahas dalam penelitian berjudul "Peran Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Karakter Religius di Tengah Kultur Globalisasi" yang diterbitkan Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat pada Januari 2026.

Penelitian tersebut dilakukan Aulia Zahro, Nailil Muna, Dita Oktavia, Muhlisin, dan Abul Mafaakhir dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Globalisasi dan Tantangan Karakter Religius

Globalisasi membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, salah satunya melalui perkembangan teknologi informasi.

Kemudahan mengakses internet dan media sosial membuat generasi muda dapat berinteraksi dengan berbagai informasi, gagasan, dan budaya dari berbagai belahan dunia.

Globalisasi tidak selalu memberikan dampak negatif. Perkembangan teknologi dapat memperluas akses terhadap pengetahuan dan membuka kesempatan masyarakat mengenal berbagai kemajuan.

Namun, penggunaan teknologi tanpa pendampingan juga dapat menghadirkan tantangan terhadap moral dan karakter generasi muda.

Penelitian tersebut menyebut sejumlah tantangan pendidikan Islam pada era globalisasi, antara lain sekularisasi, homogenisasi budaya, dekadensi moral, serta melemahnya otoritas agama tradisional.

Tantangan juga muncul dari dalam sistem pendidikan, seperti dikotomi ilmu, persoalan kurikulum, metode pembelajaran yang kurang relevan, serta orientasi pendidikan yang terlalu berfokus pada sertifikat.

Pendidikan Agama Tak Cukup Berisi Teori

Dalam menghadapi kondisi tersebut, PAI dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat keimanan dan akhlak peserta didik.

Pendidikan agama diharapkan tidak hanya membuat siswa memahami materi keislaman, tetapi juga membangun keimanan, ketakwaan, dan karakter yang dapat menjadi bekal menghadapi pengaruh budaya global.

Karena itu, pendidikan Islam tidak seharusnya berhenti pada penyampaian teori di dalam kelas.

Penanaman nilai spiritual dan moral dapat diperkuat melalui berbagai kegiatan, mulai dari ekstrakurikuler, pembiasaan ibadah bersama, hingga pengembangan budaya sekolah yang mencerminkan nilai-nilai Islam.

Materi agama juga perlu dihubungkan dengan persoalan yang ditemui peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pendekatan tersebut, nilai agama tidak hanya diketahui dan dihafalkan, tetapi juga dipahami serta digunakan sebagai pedoman dalam menentukan sikap.

Kurikulum dan Metode Pembelajaran Perlu Diperkuat

Penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya kurikulum dalam penguatan pendidikan agama.

Kurikulum yang terlalu kaku dinilai dapat menjadi hambatan bagi pengembangan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

Karena itu, peneliti mendorong pembaruan kurikulum yang holistik dan integratif, disertai metode pembelajaran yang kontekstual.

Kurikulum yang integratif memungkinkan pendidikan agama terhubung dengan berbagai bidang ilmu dan persoalan kehidupan. Sementara itu, pembelajaran kontekstual membantu peserta didik memahami penerapan nilai agama dalam situasi nyata.

Guru juga tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi sebagai fasilitator sekaligus teladan bagi peserta didik.

Lingkungan sekolah turut menentukan keberhasilan proses tersebut. Budaya sekolah yang mendukung nilai-nilai Islami dapat membantu peserta didik membiasakan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari.

Guru, Keluarga, dan Masyarakat Ikut Berperan

Penguatan karakter religius bukan hanya menjadi tanggung jawab guru agama.

Penelitian tersebut menekankan perlunya keterlibatan guru, orangtua, dan masyarakat dalam membangun karakter moral dan religius peserta didik.

Keteladanan guru menjadi salah satu unsur penting. Nilai agama akan lebih mudah dipahami ketika peserta didik dapat melihat penerapannya dalam perilaku sehari-hari.

Hal serupa berlaku di lingkungan keluarga dan masyarakat. Nilai-nilai yang diperoleh siswa di sekolah perlu mendapatkan dukungan dari lingkungan tempat mereka tumbuh.

Dengan demikian, pembentukan karakter religius dapat berlangsung secara berkelanjutan dan tidak berhenti ketika kegiatan belajar di sekolah selesai.

PAI sebagai Benteng Moral di Era Globalisasi

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam memperkuat karakter religius peserta didik di tengah tantangan globalisasi.

"Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi mentransmisikan pengetahuan tentang agama, tapi turut serta menjadi benteng moral yang menuntun peserta didik untuk tetap beridentitas religius, berakhlak mulia, serta mampu menyaring pengaruh budaya global secara bijaksana," tulis peneliti.

Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kurikulum yang integratif, metode pengajaran yang kontekstual, serta lingkungan pendidikan yang mendukung.

Ketiganya diharapkan dapat membantu membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan moral dalam menghadapi perubahan zaman.

Dengan demikian, globalisasi tidak harus dihadapi dengan menutup diri dari perkembangan dunia. Pendidikan agama justru dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk memilah berbagai pengaruh yang datang sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai agama.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Aktual
Pendaftaran Petugas Haji 2027: Formasi, Batas Usia, Syarat, dan Jadwal Seleksi
Pendaftaran Petugas Haji 2027: Formasi, Batas Usia, Syarat, dan Jadwal Seleksi
Aktual
Berapa Gaji Petugas Haji 2027? Ini Perkiraan Honor PPIH Per Periode Penugasan
Berapa Gaji Petugas Haji 2027? Ini Perkiraan Honor PPIH Per Periode Penugasan
Aktual
Di Tengah Arus Globalisasi, Pendidikan Agama Tak Cukup Ajarkan Teori
Di Tengah Arus Globalisasi, Pendidikan Agama Tak Cukup Ajarkan Teori
Aktual
Petugas Haji 2027: Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPIH Kesehatan, Kloter, dan Arab Saudi
Petugas Haji 2027: Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPIH Kesehatan, Kloter, dan Arab Saudi
Aktual
Cara Daftar PPIH 2027: Syarat, Formasi, dan Jadwal Seleksi Petugas Haji
Cara Daftar PPIH 2027: Syarat, Formasi, dan Jadwal Seleksi Petugas Haji
Aktual
Rasulullah Rahmatan lil ‘Alamin, Bukan Hanya untuk Umat Islam? Ini Penjelasannya
Rasulullah Rahmatan lil ‘Alamin, Bukan Hanya untuk Umat Islam? Ini Penjelasannya
Aktual
Muktamar ke-35 NU Pakai Teknologi Canggih, 100 CCTV hingga AI Terhubung WhatsApp
Muktamar ke-35 NU Pakai Teknologi Canggih, 100 CCTV hingga AI Terhubung WhatsApp
Aktual
Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap untuk PPIH Kloter dan Arab Saudi
Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap untuk PPIH Kloter dan Arab Saudi
Aktual
6 Nilai Al-Quran yang Bisa Jadi Pedoman Menggunakan AI
6 Nilai Al-Quran yang Bisa Jadi Pedoman Menggunakan AI
Aktual
Lebih dari 14 Abad Berlalu, Mengapa Nabi Muhammad SAW Masih Diteladani hingga Hari Ini?
Lebih dari 14 Abad Berlalu, Mengapa Nabi Muhammad SAW Masih Diteladani hingga Hari Ini?
Aktual
Kiai Imam Jazuli Gerakkan 10.000 Pesantren Rintisan, Gandeng Gus Ipang Perkuat Branding
Kiai Imam Jazuli Gerakkan 10.000 Pesantren Rintisan, Gandeng Gus Ipang Perkuat Branding
Aktual
Jelang Muktamar di Jombang, Gus Yahya: Sebenarnya NU Itu Apa?
Jelang Muktamar di Jombang, Gus Yahya: Sebenarnya NU Itu Apa?
Aktual
Ribuan Pemuda dan Mahasiswa Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Perdamaian
Ribuan Pemuda dan Mahasiswa Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Perdamaian
Aktual
21 Ucapan Maulid Nabi 2026, Cocok Dibagikan di WhatsApp dan Media Sosial
21 Ucapan Maulid Nabi 2026, Cocok Dibagikan di WhatsApp dan Media Sosial
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar