Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muktamar ke-35 NU Pakai Teknologi Canggih, 100 CCTV hingga AI Terhubung WhatsApp

Kompas.com, 26 Agustus 2026, 09:52 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menghadirkan inovasi baru dalam tata kelola dan pelayanan peserta.

Panitia Muktamar ke-35 NU memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat sistem keamanan sekaligus memastikan pelayanan kepada peserta berlangsung cepat dan terintegrasi.

Ketua Panitia Pusat (OC) Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, salah satu inovasi yang diterapkan adalah pemasangan lebih dari 100 kamera pengawas (CCTV) di berbagai titik lokasi muktamar.

Baca juga: Jelang Muktamar di Jombang, Gus Yahya: Sebenarnya NU Itu Apa?

Selain CCTV, panitia juga menggunakan ID card berbasis cip anti-duplikasi, kecerdasan buatan (AI), serta command center untuk memantau seluruh aktivitas secara real-time.

Menurut Gus Ipul, seluruh perangkat tersebut telah terintegrasi dalam satu sistem pemantauan terpadu.

"Di arena utama, iya. Mulai di tempat cuci tangan, kemudian di tower-tower, di tempat akomodasi, di tempat konsumsi, maupun di jalan-jalan," kata Gus Ipul saat meninjau lokasi Muktamar ke-35 NU di Pesantren Tambakberas, Selasa (25/8/2026), sebagaimana dikutip dari rilis panitia.

"Ada lebih dari 100 kamera yang terhubung satu dengan yang lain, dan ini telah dibuat satu sistem, ya, laporan, kemudian tindak lanjutnya, siapa petugasnya, dan lain sebagainya," lanjutnya.

Command Center Pantau Muktamar Secara Real-Time

Gus Ipul menjelaskan, penerapan teknologi tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan keamanan. Sistem digital juga dirancang untuk memudahkan operasional dan pelayanan kepada para muktamirin.

Setiap laporan atau kejadian yang muncul di lapangan dapat dipantau melalui command center.

Jika terdapat persoalan, sistem akan mencatat laporan sekaligus mengidentifikasi petugas yang bertanggung jawab untuk melakukan penanganan.

Dengan sistem tersebut, panitia berharap setiap persoalan yang muncul selama pelaksanaan muktamar dapat segera ditindaklanjuti.

"Jadi setiap pendaftaran, kegiatan, sudah terekam semua. Sebelum peserta berangkat kita juga sudah tahu nama-nama peserta yang sudah ditetapkan secara resmi," ujar Gus Ipul.

Ia menilai pemanfaatan teknologi membuat proses pendaftaran dan pemantauan peserta menjadi lebih transparan karena seluruh aktivitas tercatat dalam sistem.

"Bahkan kita sudah melibatkan teknologi. Jadi nggak ada yang bisa ngibul, nggak ada yang bisa main-main," tegasnya.

ID Card Canggih hingga AI untuk Cari Kamar

Inovasi lainnya diterapkan pada sistem identitas peserta. Panitia menggunakan ID card berbasis cip yang dirancang untuk mencegah duplikasi identitas.

Kartu tersebut digunakan untuk memverifikasi peserta sebelum mereka tiba di lokasi muktamar.

Panitia juga memanfaatkan AI agent yang terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp untuk memberikan pelayanan kepada peserta.

Melalui layanan tersebut, peserta dapat mengirimkan foto atau pesan melalui WhatsApp untuk mengetahui lokasi kamar atau akomodasi mereka.

Teknologi AI itu juga dapat digunakan untuk menyampaikan laporan mengenai barang yang hilang maupun kondisi darurat medis.

Laporan yang masuk akan diterima command center untuk kemudian diteruskan kepada petugas yang menangani persoalan tersebut.

Gus Ipul berharap sistem kontrol digital yang diterapkan dalam Muktamar ke-35 NU dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta.

"Saya kira ini hal yang baru yang patut kita syukuri, dan mudah-mudahan dengan adanya Command Center yang seperti ini memudahkan layanan, cepat mengatasi masalah, dan sekaligus segera bisa memberikan jalan keluar," katanya.

Muktamar NU Digelar Enam Hari

Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 970/PB.02/A.I.01.47/99/08/2026 tertanggal 23 Agustus 2026 mengenai jadwal pelaksanaan dan materi forum Muktamar ke-35 NU.

Berdasarkan surat edaran tersebut, rangkaian Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 26 hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Adapun rangkaian utama Muktamar ke-35 NU meliputi:

1. Registrasi dan pembukaan resmi: 26–27 Agustus 2026.
2. Sidang pleno dan Bahtsul Masail: 28–29 Agustus 2026.
3. Pemilihan kepemimpinan PBNU: 29 Agustus 2026.
4. Penutupan dan konferensi pers: Ahad, 30 Agustus 2026 pukul 10.15 WIB di Ruang Pleno Halaman GSG.

Baca juga: Menjelang Muktamar ke-35 NU, Menengok Jejak Para Rais Aam dari Masa ke Masa

Penerapan sistem digital tersebut menjadi bagian dari upaya panitia menghadirkan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga lebih transparan, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Baca tentang


Terkini Lainnya
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Aktual
Pendaftaran Petugas Haji 2027: Formasi, Batas Usia, Syarat, dan Jadwal Seleksi
Pendaftaran Petugas Haji 2027: Formasi, Batas Usia, Syarat, dan Jadwal Seleksi
Aktual
Berapa Gaji Petugas Haji 2027? Ini Perkiraan Honor PPIH Per Periode Penugasan
Berapa Gaji Petugas Haji 2027? Ini Perkiraan Honor PPIH Per Periode Penugasan
Aktual
Di Tengah Arus Globalisasi, Pendidikan Agama Tak Cukup Ajarkan Teori
Di Tengah Arus Globalisasi, Pendidikan Agama Tak Cukup Ajarkan Teori
Aktual
Petugas Haji 2027: Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPIH Kesehatan, Kloter, dan Arab Saudi
Petugas Haji 2027: Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPIH Kesehatan, Kloter, dan Arab Saudi
Aktual
Cara Daftar PPIH 2027: Syarat, Formasi, dan Jadwal Seleksi Petugas Haji
Cara Daftar PPIH 2027: Syarat, Formasi, dan Jadwal Seleksi Petugas Haji
Aktual
Rasulullah Rahmatan lil ‘Alamin, Bukan Hanya untuk Umat Islam? Ini Penjelasannya
Rasulullah Rahmatan lil ‘Alamin, Bukan Hanya untuk Umat Islam? Ini Penjelasannya
Aktual
Muktamar ke-35 NU Pakai Teknologi Canggih, 100 CCTV hingga AI Terhubung WhatsApp
Muktamar ke-35 NU Pakai Teknologi Canggih, 100 CCTV hingga AI Terhubung WhatsApp
Aktual
Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap untuk PPIH Kloter dan Arab Saudi
Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap untuk PPIH Kloter dan Arab Saudi
Aktual
6 Nilai Al-Quran yang Bisa Jadi Pedoman Menggunakan AI
6 Nilai Al-Quran yang Bisa Jadi Pedoman Menggunakan AI
Aktual
Lebih dari 14 Abad Berlalu, Mengapa Nabi Muhammad SAW Masih Diteladani hingga Hari Ini?
Lebih dari 14 Abad Berlalu, Mengapa Nabi Muhammad SAW Masih Diteladani hingga Hari Ini?
Aktual
Kiai Imam Jazuli Gerakkan 10.000 Pesantren Rintisan, Gandeng Gus Ipang Perkuat Branding
Kiai Imam Jazuli Gerakkan 10.000 Pesantren Rintisan, Gandeng Gus Ipang Perkuat Branding
Aktual
Jelang Muktamar di Jombang, Gus Yahya: Sebenarnya NU Itu Apa?
Jelang Muktamar di Jombang, Gus Yahya: Sebenarnya NU Itu Apa?
Aktual
Ribuan Pemuda dan Mahasiswa Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Perdamaian
Ribuan Pemuda dan Mahasiswa Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Perdamaian
Aktual
21 Ucapan Maulid Nabi 2026, Cocok Dibagikan di WhatsApp dan Media Sosial
21 Ucapan Maulid Nabi 2026, Cocok Dibagikan di WhatsApp dan Media Sosial
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar