Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Shalat Istisqa Digelar di Tengah Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla

Kompas.com, 26 Agustus 2026, 16:43 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Sejumlah daerah di Indonesia melaksanakan shalat Istisqa atau shalat meminta hujan sebagai respons atas kemarau berkepanjangan yang menyebabkan kekeringan dan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelaksanaan Shalat Istisqa dilakukan saat kekeringan dan krisis air berpotensi meningkat serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tinggi.

Dilansir dari Antara, shalat istisqa serta doa bersama dilakukan dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah, TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Baca juga: Shalat Istisqa: Niat, Tata Cara, dan Khutbah Sebagai Ikhtiar Meminta Hujan saat Kemarau Panjang

Shalat Istisqa Digelar di Kaltim dan Kalsel 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat menggelar Shalat Istisqa di Masjid Nurul Mu’minin, Samarinda, pada Jumat (21/8/2026).

Shalat meminta hujan tersebut menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan guna mengatasi krisis air akibat kemarau panjang.

Baca juga: Niat Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan, Lengkap dengan Tata Cara dan Khutbahnya

"Shalat Istisqa ini menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan doa agar segera turun hujan yang cukup dan membawa keberkahan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," kata Staf Ahli Gubernur Bidang III Pemprov Kaltim Puguh Harjanto di Samarinda.

Shalat Istisqa juga digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama ribuan umat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, pada Selasa (25/8/2026).

Gubernur Kalsel Muhidin mengatakan Shalat Istisqa menjadi ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun di Kalsel, terutama wilayah yang menghadapi kondisi kering dan memiliki potensi karhutla cukup tinggi.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan Shalat Istisqa di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Kami mengharapkan dengan Shalat Istisqa ini Allah menurunkan hujan di Kalsel," ucapnya.

DMI Serukan Shalat Istisqa di Seluruh Indonesia

Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyerukan umat Islam untuk melaksanakan Shalat Istisqa sebagai respons atas kemarau berkepanjangan yang menyebabkan kekeringan dan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Umum Pimpinan Pusat DMI Jusuf Kalla melalui surat tertanggal 21 Agustus 2026 menyerukan pelaksanaan Shalat Istisqa kepada jajaran DMI, pengurus masjid, dan jamaah di seluruh Indonesia.

"Periode musim kemarau yang berkepanjangan yang mengakibatkan peningkatan suhu lingkungan, menyebabkan kekeringan, menimbulkan krisis air dan memicu kebakaran hutan yang meluas di beberapa wilayah Indonesia," tulis Jusuf Kalla dalam surat tersebut.

Seruan Shalat Istisqa tersebut ditujukan kepada pimpinan wilayah, daerah, cabang, dan ranting DMI, serta dewan kemakmuran masjid (DKM), takmir, dan jamaah masjid di seluruh Indonesia.

Shalat Istisqa Disertai Tobat, Istighfar dan Doa

Selain menggelar Shalat Istisqa, DMI mengimbau khatib mengajak umat untuk bertobat dan memperbanyak istighfar serta berdoa agar terhindar dari bencana dan malapetaka.

"Meminta ampun atas segala dosa (bertobat), memperbanyak istighfar, dan berdoa sungguh-sungguh agar Allah SWT mengabulkan apa yang menjadi kebutuhan umat Islam dan seluruh bangsa ini," demikian seruan tersebut.

DMI menyarankan Shalat Istisqa dilaksanakan di seluruh masjid di Indonesia sepanjang Agustus hingga awal September 2026. Shalat meminta hujan tersebut juga dapat dilaksanakan di lapangan terbuka maupun halaman masjid.

Shalat Istisqa Jadi Ikhtiar di Tengah Ancaman Karhutla

Pelaksanaan Shalat Istisqa berlangsung ketika sejumlah wilayah menghadapi dampak kemarau panjang berupa kekeringan, krisis air, dan meningkatnya potensi karhutla.

Selain ikhtiar melalui Shalat Istisqa, pemerintah juga melakukan langkah penanganan untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan pemerintah mengakselerasi operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan pemerintah memobilisasi 12.880 personel gabungan dalam penanganan karhutla.

"Sebagai bentuk respons cepat di lapangan, pemerintah memobilisasi kekuatan penuh sebanyak 12.880 personel gabungan dari Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA), pelaku usaha, hingga relawan," ujar Ristianto.

Berdasarkan data Kemenhut, 12.880 personel gabungan tersebut dikerahkan dalam operasi pengendalian karhutla di Kalimantan, terutama di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Operasi penanganan dilakukan melalui pemantauan titik panas, patroli, pemadaman darat dan udara, pembasahan, pendinginan, serta operasi modifikasi cuaca. 

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Niat, Doa, dan Tata Cara Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan
Niat, Doa, dan Tata Cara Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan
Doa dan Niat
Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan: Tata Cara, Bacaan Niat, Doa, dan Contoh Khutbahnya
Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan: Tata Cara, Bacaan Niat, Doa, dan Contoh Khutbahnya
Doa dan Niat
Nasaruddin Umar:Muktamar NU Ke-35 Jadi Momentum Menuju Peradaban Islam
Nasaruddin Umar:Muktamar NU Ke-35 Jadi Momentum Menuju Peradaban Islam
Aktual
Kisah Dzikry, 3 Tahun Tak Kuliah hingga Raih Prestasi Nasional: Saya Berpegang pada Allah
Kisah Dzikry, 3 Tahun Tak Kuliah hingga Raih Prestasi Nasional: Saya Berpegang pada Allah
Aktual
Sholat Istisqa: Pengertian, Rakaat, Tata Cara, dan Bacaannya
Sholat Istisqa: Pengertian, Rakaat, Tata Cara, dan Bacaannya
Aktual
Shalat Istisqa Digelar di Tengah Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla
Shalat Istisqa Digelar di Tengah Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla
Aktual
Maulid Nabi, Kemenag Gelar Gema Selawat Kebangsaan, Target 1,78 Juta Peserta
Maulid Nabi, Kemenag Gelar Gema Selawat Kebangsaan, Target 1,78 Juta Peserta
Aktual
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Aktual
Pendaftaran Petugas Haji 2027: Formasi, Batas Usia, Syarat, dan Jadwal Seleksi
Pendaftaran Petugas Haji 2027: Formasi, Batas Usia, Syarat, dan Jadwal Seleksi
Aktual
Berapa Gaji Petugas Haji 2027? Ini Perkiraan Honor PPIH Per Periode Penugasan
Berapa Gaji Petugas Haji 2027? Ini Perkiraan Honor PPIH Per Periode Penugasan
Aktual
Di Tengah Arus Globalisasi, Pendidikan Agama Tak Cukup Ajarkan Teori
Di Tengah Arus Globalisasi, Pendidikan Agama Tak Cukup Ajarkan Teori
Aktual
Petugas Haji 2027: Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPIH Kesehatan, Kloter, dan Arab Saudi
Petugas Haji 2027: Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPIH Kesehatan, Kloter, dan Arab Saudi
Aktual
Cara Daftar PPIH 2027: Syarat, Formasi, dan Jadwal Seleksi Petugas Haji
Cara Daftar PPIH 2027: Syarat, Formasi, dan Jadwal Seleksi Petugas Haji
Aktual
Rasulullah Rahmatan lil ‘Alamin, Bukan Hanya untuk Umat Islam? Ini Penjelasannya
Rasulullah Rahmatan lil ‘Alamin, Bukan Hanya untuk Umat Islam? Ini Penjelasannya
Aktual
Muktamar ke-35 NU Pakai Teknologi Canggih, 100 CCTV hingga AI Terhubung WhatsApp
Muktamar ke-35 NU Pakai Teknologi Canggih, 100 CCTV hingga AI Terhubung WhatsApp
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar