Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Dzikry, 3 Tahun Tak Kuliah hingga Raih Prestasi Nasional: Saya Berpegang pada Allah

Kompas.com, 26 Agustus 2026, 18:47 WIB
Reni Susanti

Editor

SURABAYA, KOMPAS.com — Tiga tahun bukan waktu yang singkat bagi Moch Dzikry Nur Alam.

Ketika teman-teman seangkatannya mulai menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, pemuda asal Surabaya ini masih berada di rumah, menulis untuk sebuah blog yang nyaris tidak memiliki pembaca.

Ada masa ketika ia merasa tertinggal.

"Waktu itu ada masa yang cukup berat menurut saya, terutama tiga tahun jeda sebelum kuliah. Teman-teman seangkatan sudah kuliah semua, sementara saya di rumah menulis blog yang hampir tidak ada pembacanya. Sempat merasa tertinggal," kata Dzikry dalam rilisnya, Rabu (26/8/2026).

Baca juga: Kisah Umar bin Khattab, Menolak Kenikmatan yang Tak Dirasakan Rakyat

Namun, masa tersebut justru menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Kini, di usia 24 tahun, Dzikry menjalankan agensi digital dan menekuni optimasi mesin pencari atau search engine optimization (SEO).

Di kampus, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya itu juga telah dua kali meraih prestasi dalam kompetisi tingkat nasional.

Perjalanannya tidak berlangsung dalam satu lompatan besar. Dzikry memilih menjalaninya sedikit demi sedikit.

"Yang bikin saya bertahan sebenarnya hal-hal kecil. Saya tidak berpikir jauh-jauh, cukup fokus ke satu artikel dulu, satu hari dulu. Kalau gagal ya dicoba lagi besok," ujarnya.

Baca juga: Kisah Fahmi dari Pesantren di Bandung hingga Menjadi Imam Masjid London

Bermula dari Blog yang Sepi Pembaca

Dzikry lahir dan besar di Surabaya, Jawa Timur. Ia menempuh pendidikan di SMK Negeri 7 Surabaya jurusan Teknik Komputer dan Jaringan pada 2017-2020.

Latar belakang tersebut membentuk ketertarikannya terhadap perangkat keras dan jaringan komputer, dua topik yang kemudian banyak mengisi tulisannya.

Kebiasaan menulis dimulai bahkan sebelum ia lulus sekolah.

Pada 2019, ketika masih duduk di bangku SMK, Dzikry mulai mengisi blog pribadinya dengan artikel mengenai teknologi, jaringan, hingga edukasi.

Hasilnya tidak langsung terlihat. Pada bulan-bulan pertama, hampir tidak ada orang yang membaca tulisan tersebut.

Seusai lulus pada 2020, Dzikry juga tidak langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia mengambil jeda selama tiga tahun. Masa itulah yang digunakannya untuk mendalami SEO secara otodidak melalui berbagai bahan bacaan gratis di internet.

Blog pribadi menjadi tempatnya bereksperimen.

Banyak percobaannya gagal. Namun, ia terus mencoba hingga sejumlah artikel yang ditulisnya berhasil menembus halaman pertama hasil pencarian.

Keahlian tersebut kemudian ia tawarkan sebagai jasa optimasi situs dan penulisan konten. Sebagian besar kliennya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia juga mengembangkan blogdzikry.com yang diisi oleh sejumlah penulis.

Ikhtiar Kecil dan Berserah kepada Allah

Di balik proses tersebut, Dzikry mengaku tidak selalu yakin dengan jalan yang sedang ditempuhnya.

Apalagi ketika belum ada hasil yang bisa menjadi ukuran keberhasilan, sementara teman-temannya telah lebih dahulu melanjutkan pendidikan.

Alih-alih memikirkan target besar, ia memilih memecah perjalanan itu menjadi langkah-langkah kecil.

"Karena target saya kecil-kecil, jadi tidak terlalu terasa kalau gagal," katanya.

Selain terus berusaha, Dzikry mengatakan keyakinan kepada Allah menjadi pegangan ketika ia merasa apa yang dikerjakannya belum membuahkan hasil.

"Dan ya, saya berpegang pada Allah. Waktu itu saya belum punya hasil apa-apa yang bisa saya andalkan, jadi yang bisa saya lakukan cuma berusaha semampunya lalu menyerahkan sisanya," tuturnya.

Shalat dan doa menjadi salah satu cara baginya menjaga ketenangan selama melewati masa tersebut.

"Sholat dan doa itu yang bikin saya tenang, terutama saat merasa apa yang saya kerjakan ini tidak ada gunanya," ujar Dzikry.

Ia juga meyakini doa orangtua memiliki bagian dalam perjalanan yang dilaluinya.

"Saya juga percaya doa orang tua punya andil besar, meskipun mereka waktu itu mungkin belum sepenuhnya paham apa yang sedang saya kerjakan," katanya.

Kuliah Setelah Tiga Tahun Jeda

Pada 2023, setelah tiga tahun menunda pendidikan formal, Dzikry akhirnya masuk perguruan tinggi.

Menariknya, ia tidak memilih jurusan yang sepenuhnya sama dengan latar belakang pendidikan sebelumnya.

Dzikry memilih Ilmu Komunikasi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Pilihan tersebut melengkapi keterampilan yang sebelumnya ia pelajari secara mandiri dengan kerangka akademik dan teori komunikasi.

Setahun setelah masuk kuliah, namanya mulai tercatat dalam kompetisi tingkat nasional.
Pada Wildlife Journalism Competition (WJC) 2024, Dzikry meraih juara III kategori penulisan feature.

Penghargaan diserahkan pada malam puncak kompetisi di Auditorium Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Kamis (28/11/2024).

Karyanya berjudul "Monyet Kelaparan dan Konflik Ekologis di Buddan: Kekeringan, Pertambangan, dan Kesadaran Lingkungan yang Memudar".

Tulisan tersebut mengangkat konflik antara warga dan monyet liar di sebuah desa di Pulau Madura.

Penelusuran selama dua bulan menemukan bahwa persoalan tersebut bukan semata gangguan satwa liar terhadap warga. Kekeringan panjang dan aktivitas pertambangan turut menghilangkan sumber pangan alami satwa.

Dzikry mengaku tantangan terberat selama proses tersebut justru terjadi saat melakukan peliputan.

"Kami menghadapi jalanan yang rusak, jarak tempuh yang jauh, hingga sulitnya mendapatkan informasi dari warga. Meski melelahkan, proses ini sangat berharga karena memberi kami banyak pelajaran tentang dunia jurnalistik dan isu lingkungan," ujarnya.

Dua Prestasi Nasional dari Bidang Berbeda

Prestasi berikutnya datang dari bidang berbeda.
Dzikry meraih juara II dalam kompetisi "Digital Leadership Challenge: A Brief Case Analysis" yang digelar Universitas Atma Jaya.

Pada babak 20 besar, timnya membedah studi kasus mengenai agensi digital yang mulai menghadapi persaingan akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Tema tersebut beririsan dengan bidang yang selama ini dijalani Dzikry dalam pekerjaan sehari-hari.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa keterampilan yang ia bangun selama masa jeda sebelum kuliah justru dapat berjalan beriringan dengan pendidikan akademiknya.

Pesan untuk Mereka yang Merasa Tertinggal

Pengalaman Dzikry memperlihatkan bahwa perjalanan pendidikan setiap orang tidak selalu berjalan dengan urutan dan kecepatan yang sama.

Masa tiga tahun yang semula membuatnya merasa tertinggal justru menjadi waktu untuk membangun keterampilan yang kemudian menopang pekerjaan dan studinya.

Kepada mahasiswa maupun anak muda yang sedang berada dalam situasi serupa, ia berpesan agar tidak menunggu semuanya sempurna untuk memulai.

"Tidak ada kata terlambat untuk belajar atau mencoba hal-hal baru. Manfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya, karena pengalaman seperti ini akan menjadi bekal berharga di masa depan," katanya.

Baginya, proses tidak harus selalu dijalani dengan terburu-buru.

"Jadi kalau ditanya kuncinya apa, menurut saya adalah tidak menyerah dan tidak buru-buru, menikmati proses dan lakukan semuanya dengan terbaik," ujar Dzikry.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan: Tata Cara, Bacaan Niat, Doa, dan Contoh Khutbahnya
Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan: Tata Cara, Bacaan Niat, Doa, dan Contoh Khutbahnya
Aktual
Nasaruddin Umar:Muktamar NU Ke-35 Jadi Momentum Menuju Peradaban Islam
Nasaruddin Umar:Muktamar NU Ke-35 Jadi Momentum Menuju Peradaban Islam
Aktual
Kisah Dzikry, 3 Tahun Tak Kuliah hingga Raih Prestasi Nasional: Saya Berpegang pada Allah
Kisah Dzikry, 3 Tahun Tak Kuliah hingga Raih Prestasi Nasional: Saya Berpegang pada Allah
Aktual
Sholat Istisqa: Pengertian, Rakaat, Tata Cara, dan Bacaannya
Sholat Istisqa: Pengertian, Rakaat, Tata Cara, dan Bacaannya
Aktual
Shalat Istisqa Digelar di Tengah Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla
Shalat Istisqa Digelar di Tengah Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla
Aktual
Maulid Nabi, Kemenag Gelar Gema Selawat Kebangsaan, Target 1,78 Juta Peserta
Maulid Nabi, Kemenag Gelar Gema Selawat Kebangsaan, Target 1,78 Juta Peserta
Aktual
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Aktual
Pendaftaran Petugas Haji 2027: Formasi, Batas Usia, Syarat, dan Jadwal Seleksi
Pendaftaran Petugas Haji 2027: Formasi, Batas Usia, Syarat, dan Jadwal Seleksi
Aktual
Berapa Gaji Petugas Haji 2027? Ini Perkiraan Honor PPIH Per Periode Penugasan
Berapa Gaji Petugas Haji 2027? Ini Perkiraan Honor PPIH Per Periode Penugasan
Aktual
Di Tengah Arus Globalisasi, Pendidikan Agama Tak Cukup Ajarkan Teori
Di Tengah Arus Globalisasi, Pendidikan Agama Tak Cukup Ajarkan Teori
Aktual
Petugas Haji 2027: Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPIH Kesehatan, Kloter, dan Arab Saudi
Petugas Haji 2027: Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPIH Kesehatan, Kloter, dan Arab Saudi
Aktual
Cara Daftar PPIH 2027: Syarat, Formasi, dan Jadwal Seleksi Petugas Haji
Cara Daftar PPIH 2027: Syarat, Formasi, dan Jadwal Seleksi Petugas Haji
Aktual
Rasulullah Rahmatan lil ‘Alamin, Bukan Hanya untuk Umat Islam? Ini Penjelasannya
Rasulullah Rahmatan lil ‘Alamin, Bukan Hanya untuk Umat Islam? Ini Penjelasannya
Aktual
Muktamar ke-35 NU Pakai Teknologi Canggih, 100 CCTV hingga AI Terhubung WhatsApp
Muktamar ke-35 NU Pakai Teknologi Canggih, 100 CCTV hingga AI Terhubung WhatsApp
Aktual
Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap untuk PPIH Kloter dan Arab Saudi
Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap untuk PPIH Kloter dan Arab Saudi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar