Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Para Lansia di Banyuwangi Belajar Al-Qur'an, Gratis dan Ingin Mengaji sampai Akhir Hayat

Kompas.com, 31 Juli 2026, 08:47 WIB
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Belajar dan menghafal Al-Qur'an kerap diidentikkan dengan aktivitas anak-anak maupun remaja di pondok pesantren.

Namun, pemandangan berbeda tampak di Dusun Krajan 1, Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Di sana, sebuah lembaga pendidikan Al-Qur'an bernama Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali membuka pintunya lebar-lebar bagi para perempuan dan warga lanjut usia (lansia) yang ingin memperdalam bacaan dan hafalan Al-Qur'an tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali didirikan oleh Keluarga Bani Imam Ghozali pada 11 September tahun 2022 lalu.

Rumah Tahfidz ini berdiri di atas lahan dengan luas sekitar 600 meter.

Berdirinya Rumah Tahfidz ini, bermula dari keinginan Almarhumah Hj. Sayyidah untuk mengajak teman-teman seumurannya, yang berusia di atas 50 tahun, untuk belajar mengaji.

"Keinginan ini lahir karena memang belum pernah ada tempat belajar mengaji untuk orang yang berumur di atas 50 tahun, rata-rata TPQ untuk anak-anak," kata Ketua Yayasan Assayyidah Al-Ghozali, H. Lukman Hakim, Kamis (30/7/2026).

Baca juga: Tanda Allah Menghendaki Kebaikan untuk Seseorang, Rasulullah Ungkap dalam Hadis

Lukman Hakim yang merupakan menantu dari Almarhumah Hj Sayyidah menjelaskan, awalnya, hanya ada sekitar lima orang yang mengaji bersama.

Rata-rata mereka adalah teman dan tetangga dekat Hj. Sayyidah saja.

Sejak saat itu, jumlah lansia yang ikut mengaji terus bertambah.

Setahun kemudian, Hj. Sayyidah, wafat.

Sepeninggalnya, pengelolaan Rumah Tahfidz ini diserahkan kepada sembilan saudaranya.

Saat itu, jumlah santri lansia sudah puluhan dan mulai ada santri anak-anak.

"Saat almarhumah meninggal dunia, sudah sekitar 25 santri lansia, anak-anak saat itu masih sedikit karena memang fokusnya lansia," terangnya.

Empat tahun berlalu, jumlah santri lansia terus bertambah.

Saat ini sudah terdapat 96 santri lansia di Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali.

Mereka tidak hanya berasal dari warga sekitar.

Tetapi juga dari tetangga desa dan kecamatan lain.

"Paling muda usianya 50-an, paling tua 70 lebih. Seluruhnya perempuan, karena memang fokusnya ke lansia perempuan," terangnya.

Untuk santri anak, saat ini sudah mencapai 154 santri.

Anak-anak belajar mengaji setiap hari, sore dan malam hari.

Sedangkan untuk lansia, belajarnya setiap hari Sabtu, pukul 08.00 WIB hingga 12.30 WIB.

Tenaga pendidiknya berjumlah 13 orang, terdiri dari 6 Ustazah, satu Ustaz dan enam asisten ustazah.

Dia menegaskan, semua kebutuhan Rumah Tahfidz ini seluruhnya ditanggung oleh keluarga besar Almarhumah Hj Sayyidah.

Mulai honor pengajar, operasional hingga makan bagi para santri.

"Jadi santri yang mengaji di sini semua gratis," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengelola yang sekaligus Ustazah di Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali, Nuryatul Mardliyah, menambahkan, awalnya santri-santri tersebut hanya mengaji saja.

Tapi lama-lama akhirnya mereka tertarik menjadi penghafal Al-Qur'an.

Saat ini sudah banyak santri lansia yang hafiz Al-Qur'an hingga beberapa juz.

Begitu juga dengan santri anak-anak.

Bahkan ada santri anak yang sudah hafal 25 juz.

Di Rumah Tahfidz ini, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin setiap bulan, medical check up setiap tiga bulan dan juga senam.

Rumah Tahfidz juga sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan beberapa kali menggelar senam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), salah satu programnya.

Selain itu, setiap kali ada keluarga atau tetangga santri lansia yang meninggal dunia, para santri lansia kompak melakukan takziah dan menggelar khotmil Al-Qur'an di rumah duka tanpa harus diminta.

"Ini sebagai wujud kepedulian dan kemanusiaan. Dari situ banyak warga lansia yang semakin tertarik untuk ikut mengaji," ungkapnya.

Dalam belajar, menurutnya, santri lansia dibentuk kelompok-kelompok.

Kelompok A adalah yang sudah bisa membaca Al-Qur'an, Kelompok B mulai bisa, dan Kelompok C yang sama sekali belum bisa membaca Al-Qur'an.

"Untuk jumlahnya, masing-masing kelompok hampir sama," terangnya.

Salah satu santri lansia, Nafiah Huda, 78 tahun, mengatakan, dirinya merupakan salah satu santri lansia pertama di tempat itu.

Saat pertama kali ikut mengaji, dirinya belum fasih.

Bahkan ada dua santri lansia yang sama sekali belum bisa membaca Al-Qur'an.

Namun saat ini mereka sudah pandai melantunkan ayat suci.

"Alhamdulillah sekarang sudah semakin lancar," katanya.

Nafiah yang tinggal tidak jauh dari lokasi Rumah Tahfidz mengaku sangat bersemangat mengaji di tempat itu.

Tidak pernah sedikit pun tebersit rasa malas.

Begitu juga dengan teman-temannya yang lain.

Terbukti, jumlah santri lansia terus bertambah dan tidak pernah ada yang berhenti.

"Saya tidak ingin berhenti, ingin terus mengaji sampai akhir hayat," tegasnya.

Meskipun sudah berdiri sejak tahun 2022, namun secara resmi Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali baru diresmikan pada Kamis (30/7/2026). Peresmian dilakukan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar.

Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, keberadaan Rumah Tahfidz ini sejalan dengan prinsip bahwa mencari ilmu tidak mengenal usia.

Baca juga: Doakan Korban Majelis Taklim Bogor, Menag: Wafat Saat Mengaji, Semoga Syahid

Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali tidak hanya menerima santri anak tetapi juga lansia.

"Jadi Rumah Tahfidz ini sudah sesuai sebagai tempat belajar mulai anak-anak hingga lansia. Jangan merasa malu untuk bisa, untuk belajar untuk paham. Usia berapa pun jangan malu belajar," tegasnya.

Kehadiran Rumah Tahfidz ini, kata dia, sesungguhnya adalah upaya untuk menjaga ayat-ayat Allah, kalamullah. Menurutnya, cara terbaik menjaga kalamullah adalah dengan memperbanyak hafiz dan hafizah.

"Jadi bukan hanya sekadar untuk belajar Al-Qur'an, tapi menjaga kalamullah.

Menjaga kalamullah adalah sebuah kemuliaan," tandasnya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
100 Tahun Gontor, Pesantren Ditawarkan Jadi Model Pendidikan Holistik Dunia
100 Tahun Gontor, Pesantren Ditawarkan Jadi Model Pendidikan Holistik Dunia
Aktual
Mendaki Gunung Bukan Sekadar Mengejar Puncak, Bisa Jadi Ruang Muhasabah
Mendaki Gunung Bukan Sekadar Mengejar Puncak, Bisa Jadi Ruang Muhasabah
Aktual
Unsur Islam di Balik Pemilihan Tanggal Proklamasi 17 Agustus 1945
Unsur Islam di Balik Pemilihan Tanggal Proklamasi 17 Agustus 1945
Aktual
HUT ke-81 RI, MUI Ajak Masyarakat Perkuat Moral dan Ketahanan Keluarga
HUT ke-81 RI, MUI Ajak Masyarakat Perkuat Moral dan Ketahanan Keluarga
Aktual
HUT RI, Menag Ajak Umat Bantu Korban Gempa: Agama Tak Hanya Bicara Langit
HUT RI, Menag Ajak Umat Bantu Korban Gempa: Agama Tak Hanya Bicara Langit
Aktual
Menko Polkam Sebut Bendera Merah Putih Wajib Dihormati, Bagaimana Pandangan Islam?
Menko Polkam Sebut Bendera Merah Putih Wajib Dihormati, Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
Kisah Umar bin Khattab, Menolak Kenikmatan yang Tak Dirasakan Rakyat
Kisah Umar bin Khattab, Menolak Kenikmatan yang Tak Dirasakan Rakyat
Aktual
Gempa M 7,7 NTT, Cerita Mahasiswa KKN UMY yang Putar Haluan Jadi Relawan
Gempa M 7,7 NTT, Cerita Mahasiswa KKN UMY yang Putar Haluan Jadi Relawan
Aktual
Suntiang dan Songket Minangkabau Hiasi Perlengkapan Ibadah pada HUT RI
Suntiang dan Songket Minangkabau Hiasi Perlengkapan Ibadah pada HUT RI
Aktual
Kisah Adzra, Siswi Madrasah yang Lari 3 Km Setiap Hari demi Jadi Paskibraka Nasional
Kisah Adzra, Siswi Madrasah yang Lari 3 Km Setiap Hari demi Jadi Paskibraka Nasional
Aktual
HUT ke-81 RI, Ini Dalil Cinta Tanah Air dalam Al-Quran dan Hadis
HUT ke-81 RI, Ini Dalil Cinta Tanah Air dalam Al-Quran dan Hadis
Aktual
Bukan Cocoklogi, Kenali Integrasi Islam dan Sains Ala Muhammadiyah
Bukan Cocoklogi, Kenali Integrasi Islam dan Sains Ala Muhammadiyah
Aktual
Ketua Komisi Fatwa MUI KH Junaidi Wafat, MUI Sampaikan Duka Mendalam
Ketua Komisi Fatwa MUI KH Junaidi Wafat, MUI Sampaikan Duka Mendalam
Aktual
Apakah Istri Wajib Taat pada Suami yang Bergaji di Bawah UMR? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Apakah Istri Wajib Taat pada Suami yang Bergaji di Bawah UMR? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Malam Tirakatan HUT Ke-81 RI 17 Agustus 2026: Pengertian, Makna, Susunan Acara, dan Doa
Malam Tirakatan HUT Ke-81 RI 17 Agustus 2026: Pengertian, Makna, Susunan Acara, dan Doa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar