Editor
KOMPAS.com - Belanja online menjadi bagian dari aktivitas masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.
Meski transaksi dilakukan melalui ponsel, aktivitas jual beli tetap memerlukan kehati-hatian agar terhindar dari perilaku yang merugikan.
Baca juga: MUI Terbitkan Fatwa Belanja Online Syariah, Simak Penjelasannya
Dalam Islam, mencari rezeki tidak hanya berkaitan dengan keuntungan materi, tetapi juga kejujuran dan keberkahan.
Salah satu adab yang diajarkan Rasulullah SAW ketika mendatangi pusat perbelanjaan adalah membaca doa masuk pasar.
Baca juga: Kenapa Rezeki Tak Selalu Berbentuk Uang? Ini Penjelasan dalam Islam
Meskipun tidak terdapat doa khusus yang disebut sebagai doa sebelum belanja online dalam referensi ini, umat Islam dapat mengamalkan doa masuk pasar sebagai bagian dari ikhtiar menjaga diri saat bertransaksi.
Pasar dalam berbagai bentuk, baik modern maupun tradisional merupakan pusat aktivitas ekonomi yang mempertemukan banyak orang dan menjadi tempat berlangsungnya transaksi jual beli.
Di balik aktivitas tersebut, terdapat berbagai godaan yang dapat memengaruhi perilaku seseorang, mulai dari keinginan berlebihan hingga tindakan yang bertentangan dengan nilai kejujuran.
Salah satu sunah Nabi SAW ketika mendatangi pasar adalah membaca zikir yang memiliki keutamaan besar. Doa ini dapat diamalkan sebagai pengingat agar seorang Muslim tetap mengingat Allah di tengah kesibukan transaksi.
Berikut lafal doa masuk pasar:
مَنْ قَالَ حِينَ يَدْخُلُ السُّوقَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, yuḥyī wa yumītu, wa huwa ḥayyun lā yamūtu, biyadihil-khairu kulluhū, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
Artinya: Barangsiapa ketika masuk pasar mengucapkan; Lâ ilâha illallâhu waĥdahû lâ syarīkalah lahul mulku walahul ĥgamdu wahuwa ‘alâ kulli syaiin qadīr, maka Allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, dihapuskan darinya satu juta keburukan, dan Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.
Doa ini dikutip dari sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah, yaitu:
مَنْ قَالَ حِينَ يَدْخُلُ السُّوقَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
Artinya: Barangsiapa ketika masuk pasar mengucapkan; Lâ ilâha illallâhu waĥdahû lâ syarīkalah lahul mulku walahul ĥgamdu wahuwa ‘alâ kulli syaiin qadīr, maka Allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, dihapuskan darinya satu juta keburukan, dan Allah akan membangunkan baginya rumah di surga – (HR. Ibnu Majah: 2226, Turmuzi: 3350, 3351, Darini: 2576).
Membaca zikir tersebut menjadi salah satu cara menjaga kesadaran spiritual ketika berada di tengah aktivitas ekonomi.
Pedagang maupun pembeli yang mengamalkannya dengan penuh penghayatan akan merasa senantiasa berada dalam pengawasan Allah.
Kesadaran tersebut dapat menjadi pengingat untuk menjauhi niat buruk dan perilaku curang dalam transaksi.
Mengingat Allah di tengah keramaian pasar juga dikaitkan dengan keutamaan pahala yang berlimpah sebagaimana disebutkan dalam hadis.
Selain mengajarkan doa masuk pasar, Rasulullah SAW juga memberikan tuntunan mengenai waktu yang sebaiknya dihabiskan ketika berada di pasar. Beliau memberikan peringatan sebagai berikut:
لَا تَكُونَنَّ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ السُّوقَ وَلَا آخِرَ مَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا فَإِنَّهَا مَعْرَكَةُ الشَّيْطَانِ وَبِهَا يَنْصِبُ رَايَتَهُ
Artinya: Jika bisa, janganlah kamu menjadi orang yang pertama kali masuk ke dalam pasar dan orang terakhir kali keluar darinya. Karena, bagaimanapun, pasar itu adalah sasaran utama syetan dan di situlah syetan mengibarkan benderanya – (HR Muslim: 449).
Mengapa Muslim Dianjurkan Membatasi Waktu di Pasar?
Hadis tersebut mengandung peringatan mengenai godaan setan dalam aktivitas ekonomi.
Pasar menjadi salah satu tempat yang disebut sebagai sasaran setan untuk menyebarkan tipu daya kepada manusia.
Semakin lama seseorang berada di pasar, semakin banyak pula kesempatan munculnya godaan untuk berbuat curang, menipu, atau bersikap boros. Karena itu, umat Islam dianjurkan mengatur waktu berbelanja secukupnya dan tetap menjaga perilaku selama bertransaksi.
Pasar bukan sekadar tempat memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi ruang ujian keimanan melalui aktivitas jual beli.
Membaca doa masuk pasar dan membatasi waktu berbelanja dapat menjadi bagian dari upaya menjaga adab dalam mencari rezeki. Dengan menjunjung kejujuran dan menghindari praktik manipulatif, seorang Muslim diharapkan memperoleh manfaat transaksi tanpa mengabaikan keberkahan dunia dan akhirat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.