Editor
KOMPAS.com - Kuota haji Pakistan untuk keberangkatan 2027 sebanyak 107.526 jemaah di bawah skema pemerintah telah terisi penuh.
Setelah kuota terpenuhi, pembayaran biaya haji bagi jemaah terpilih kini memasuki tahap kedua yang dijadwalkan pada 5 hingga 20 Oktober 2026.
Baca juga: DPR Minta Kemenhaj Terbuka soal Biaya Haji, Ingatkan Aturan Audit Forensik
Pembayaran berlangsung pada 5-20 Oktober 2026, dengan ketentuan pendaftaran dibatalkan apabila jemaah tidak melunasi cicilan kedua hingga batas waktu yang ditetapkan.
Dilansir dari Arab News Pakistan, Pakistan mengalokasikan 107.526 kuota haji untuk skema pemerintah, termasuk 30.000 kuota untuk paket berdurasi lebih singkat.
Sementara itu, sebanyak 71.696 kuota lainnya disediakan melalui skema haji swasta untuk penyelenggaraan haji tahun depan.
Baca juga: Kemenhaj Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tak Berubah
Kementerian Urusan Agama Pakistan mengumumkan jadwal pembayaran tahap kedua biaya haji melalui pernyataan yang dirilis pada Jumat.
Pemerintah memperingatkan bahwa pendaftaran calon jemaah haji tahun depan akan dibatalkan apabila pembayaran tidak dilakukan hingga batas waktu yang ditentukan.
“Kementerian menetapkan periode pembayaran cicilan kedua biaya haji bagi jemaah dalam skema pemerintah pada 5-20 Oktober 2026,” demikian pernyataan kementerian setempat.
Kementerian juga menegaskan konsekuensi bagi jemaah yang tidak memenuhi ketentuan pembayaran.
Adapun kegagalan membayar cicilan kedua hingga batas waktu yang ditentukan akan mengakibatkan pembatalan pendaftaran jemaah, sedangkan jumlah yang telah dibayarkan sebelumnya akan dikembalikan ke rekening jemaah.
Jemaah yang mengikuti skema haji pemerintah dapat membayar cicilan kedua melalui aplikasi Pak Hajj App atau portal haji digital selama periode pembayaran berlangsung.
Kementerian Urusan Agama Pakistan juga mewajibkan jemaah mengunggah sertifikat kesehatan atau surat keterangan sehat haji melalui aplikasi Pak Hajj atau portal haji digital sebelum melakukan pembayaran tahap kedua.
Pakistan menyediakan 107.526 kuota untuk penyelenggaraan haji melalui skema pemerintah, dengan rincian 30.000 kuota untuk paket berdurasi lebih singkat. Adapun 71.696 kuota lainnya dialokasikan untuk skema haji swasta.
Pemerintah Pakistan menetapkan biaya sebesar 1,2 juta rupee Pakistan atau sekitar 4.334 dollar AS untuk paket haji berdurasi 40 hari.
Sementara itu, paket haji dengan durasi 20-25 hari dikenakan biaya 1,3 juta rupee Pakistan atau sekitar 4.695 dollar AS melalui skema pemerintah.
Pakistan menyelesaikan pemesanan daring seluruh kuota haji melalui skema pemerintah pada 25 Agustus. Pencapaian tersebut menjadi yang pertama kalinya seluruh kuota terisi melalui sistem reservasi digital.
Pembayaran cicilan pertama untuk kuota paket haji berdurasi lebih singkat bahkan telah rampung dalam waktu 24 jam setelah proses dibuka pada 18 Agustus. Selanjutnya, seluruh kuota yang tersisa dalam skema pemerintah berhasil dipesan hingga 25 Agustus.
Dengan jadwal pembayaran tahap kedua pada 5-20 Oktober 2026, jemaah yang terpilih melalui skema pemerintah perlu memenuhi ketentuan administrasi dan pembayaran sesuai periode tersebut.
Kementerian juga memastikan dana yang telah disetorkan akan dikembalikan ke rekening jemaah apabila pendaftaran dibatalkan akibat keterlambatan pembayaran.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.