Editor
KOMPAS.com — Pemerintah Arab Saudi menyiapkan 1.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk tahun akademik 2026-2027.
Selain beasiswa, Arab Saudi berencana memilih tiga hingga lima perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi mitra riset bersama.
Kerja sama pendidikan kedua negara akan diarahkan antara lain pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), penelitian bersama, serta pengembangan talenta.
Baca juga: Beasiswa BeZakat 2026 Dibuka hingga 7 September, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengatakan, saat ini terdapat 95 dokumen kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi.
"Jejaring yang ada ini menjadi modal kuat untuk meningkatkan kerja sama yang lebih substantif dan implementatif. Ke depan, kami terus mendorong kolaborasi yang lebih erat di bidang STEM dan prioritas nasional kedua negara," ujar Fauzan dalam rilisnya, Jumat (4/9/2026).
Fauzan menjelaskan, kerja sama perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi telah mencakup sejumlah bidang.
Di antaranya penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum, program gelar ganda, pertukaran dosen, hingga visiting professor.
Sejumlah perguruan tinggi Indonesia juga telah menjalin kemitraan dengan kampus di Arab Saudi.
Kerja sama tersebut antara lain melibatkan Universitas Negeri Surabaya dengan Saudi Electronic University dan Universitas Muhammadiyah Makassar dengan Al Baha University.
Selain itu, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bekerja sama dengan King Saud University, Universitas Negeri Yogyakarta dengan Prince Sattam bin Abdulaziz University, serta Universitas Islam Bandung dengan King Abdulaziz University.
Baca juga: Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Selain menyiapkan beasiswa, Arab Saudi berencana melakukan asesmen terhadap perguruan tinggi di Indonesia.
Dari proses tersebut, tiga hingga lima perguruan tinggi akan dipilih sebagai mitra potensial untuk menjalankan riset bersama.
Dikutip dari majelistabligh.id, Menteri Pendidikan Arab Saudi Yousef bin Abdullah Al-Benyan menekankan pentingnya keterhubungan antara penelitian yang dilakukan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri, pasar, dan dunia usaha.
Kolaborasi riset menjadi salah satu fokus pengembangan kerja sama pendidikan kedua negara selain pengembangan STEM dan talenta.
Dengan rencana tersebut, hubungan perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi tidak hanya diarahkan pada pertukaran akademik, tetapi juga penelitian dan pengembangan sumber daya manusia sesuai bidang prioritas kedua negara.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT