Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores

Kompas.com, 4 September 2026, 16:23 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak siswa Seminari Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) St Yohanes Paulus II di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendoakan warga terdampak gempa Flores.

Ajakan tersebut disampaikan Nasaruddin saat mengunjungi sekolah calon pastor itu, Kamis (3/9/2026) sore.

Nasaruddin berharap masyarakat yang terdampak gempa diberikan kekuatan dan pengharapan dalam menjalani masa pemulihan pascabencana.

"Kita berdoa semoga saudara-saudara kita yang tertimpa musibah sesegera mungkin diberikan pengharapan baru. Kita ingatkan kepada mereka bahwa musibah itu ujian," ujar Nasaruddin dalam rilisnya, Jumat (4/9/2026). 

Baca juga: Kisah Menag Nasaruddin dan Tiga Paus, dari Vatikan hingga Deklarasi Istiqlal

Menurut dia, ujian dalam kehidupan perlu dihadapi dengan keteguhan dan keyakinan kepada Tuhan.

Nasaruddin kemudian mengingatkan para siswa agar tidak mudah kehilangan harapan ketika menghadapi persoalan dan kesulitan.

"Boleh jadi ini adalah musibah buat kita, tetapi di mata para malaikat, ini adalah baik buat kita. Jadikanlah cobaan ini sebagai anak tangga yang paling cepat mendekati Tuhan Yang Maha Pengasih," tuturnya.

Pesan Menag untuk Siswa Seminari

Dalam kunjungannya, Nasaruddin juga menyampaikan pesan kepada para siswa yang menempuh pendidikan di seminari.

Ia berharap mereka kelak tidak hanya menjadi pribadi yang memiliki kedekatan dengan Tuhan, tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Saya berdoa agar kalian di sini bukan hanya disayang oleh Tuhan, tetapi juga disayang oleh umat. Jadilah bermanfaat untuk umat," kata Nasaruddin.

Menurut dia, pendidikan di seminari tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik.

Pembentukan karakter dan semangat pelayanan juga menjadi bagian penting dalam pendidikan calon pastor.

"Jadilah teladan di dalam masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Tak Maju Ketum PBNU: Saya Pilih Fokus Pimpin Kemenag

Nasaruddin menambahkan, prestasi seorang siswa tidak semestinya hanya dinilai berdasarkan capaian akademik.

Karakter, menurut dia, juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menjalani kehidupan dan panggilan pelayanan.

"Prestasi itu ditunjukkan bukan saja dengan nilai rapor kita yang sangat tinggi, tetapi karakter kita pun juga harus mendapatkan rapor yang sangat tinggi," kata Nasaruddin.

Dalam kunjungan tersebut, Nasaruddin turut menyerahkan bantuan makanan secara simbolis kepada perwakilan siswa.

Menag datang bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT Fransiskus Kariyanto dan Uskup Labuan Bajo Mgr Maksimus Regus.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar