Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau

Kompas.com, 5 September 2026, 07:21 WIB
Reni Susanti

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com — Bangunan tidak hanya menjadi tempat manusia tinggal, bekerja, dan beraktivitas. Penggunaan energi, air, material, hingga limbah yang dihasilkan membuat sektor bangunan memiliki peran dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim.

Green Building Council Indonesia (GBCI) mendorong peningkatan penerapan prinsip bangunan hijau di Indonesia, dengan aspirasi agar bangunan dapat menuju kondisi beroperasi Net Zero pada 2030.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan mendeklarasikan September sebagai Bulan Bangunan Hijau Indonesia.

Baca juga: Bromo Kembali Dibuka, Bagaimana Islam Mengajarkan Menjaga Alam?

Deklarasi disampaikan dalam pembukaan Indonesia Green Building Festival (IGBF) 2026 di Jakarta, yang dihadiri sekitar 400 peserta dari unsur pemerintah, industri, akademisi, profesional, komunitas, dan pemangku kepentingan sektor bangunan.

Ketua Umum GBCI Ignesjz Kemalawarta mengatakan, transformasi menuju pembangunan yang lebih ramah lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

"Transformasi hijau Indonesia membutuhkan perubahan yang hadir di setiap tempat dan melibatkan berbagai pihak. Setiap bangunan, di mana pun berada, memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan," ujar Ignesjz.

Menurut dia, gerakan tersebut perlu diperluas agar upaya meningkatkan kinerja bangunan tidak berhenti pada bangunan tertentu.

"Melalui Indonesia Green Building Festival, kami ingin menggerakkan semangat tersebut dari bangunan menjadi gerakan bersama, untuk membangun Indonesia dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik," lanjutnya.

Baca juga: Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam

Apa Itu Bangunan Hijau?

Deklarasi September sebagai Bulan Bangunan Hijau Indonesia.Dok GBCI Deklarasi September sebagai Bulan Bangunan Hijau Indonesia.

Bangunan hijau pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan keberadaan tanaman atau ruang terbuka hijau di sebuah bangunan.

Prinsip tersebut mencakup bagaimana sebuah bangunan dirancang, dibangun, dan dioperasikan agar menggunakan sumber daya secara lebih efisien serta mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.

Upaya itu dapat dilakukan melalui penggunaan energi dan air yang lebih efisien, pemanfaatan energi terbarukan, pemilihan material yang lebih bertanggung jawab, hingga pengurangan dan pengelolaan limbah.

Kinerja bangunan juga perlu memperhatikan kesehatan dan kenyamanan orang yang menggunakannya.

Penerapan prinsip tersebut dapat memberikan manfaat lain berupa penggunaan energi dan air yang lebih hemat serta menekan biaya operasional bangunan.

Menjaga Bumi dan Menghindari Pemborosan

Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Al-Qur'an juga mengingatkan manusia agar tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan sumber daya.

Prinsip tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara manusia membangun dan menggunakan tempat tinggal maupun ruang aktivitasnya.

Dengan demikian, penggunaan energi dan air secara efisien serta upaya mengurangi limbah tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis bangunan, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab manusia dalam menjaga sumber daya dan lingkungan.

September Jadi Bulan Bangunan Hijau Indonesia

GBCI menetapkan September sebagai Bulan Bangunan Hijau Indonesia yang akan diperingati setiap tahun.

Momentum tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran mengenai bangunan hijau sekaligus mendorong kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, profesional, pemilik dan pengelola bangunan, serta masyarakat.

GBCI membawa aspirasi mendorong bangunan di Indonesia menuju kondisi beroperasi Net Zero pada 2030 sebagai bagian dari kontribusi sektor bangunan terhadap target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Pencapaian target tersebut membutuhkan peningkatan kinerja bangunan selama masa penggunaannya.

Selain pemerintah yang berperan dalam kebijakan dan regulasi, industri dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi dan inovasi.

Akademisi berperan melalui riset, sementara profesional, pemilik, pengelola, dan pengguna menentukan bagaimana prinsip tersebut diterapkan.

Dorong Bangunan yang Sudah Beroperasi Lebih Hijau

Dalam IGBF 2026, GBCI juga memperkenalkan Greenship Data Center dan Greenship Existing Building 1.2.

Instrumen tersebut dikembangkan untuk mendorong peningkatan kinerja bangunan, termasuk fasilitas dengan kebutuhan operasional khusus serta bangunan yang sudah digunakan.

Rangkaian IGBF 2026 juga membahas sejumlah isu, antara lain material berkelanjutan, konstruksi rendah karbon, ekonomi sirkular, energi, peta jalan net zero, kinerja bangunan, serta riset dan inovasi.

Kegiatan juga akan diperluas ke sejumlah daerah melalui GBCI Goes to 5 Cities dan Sosialisasi Kampung.

Melalui rangkaian tersebut, GBCI berharap pemahaman mengenai bangunan hijau tidak hanya berkembang di kalangan profesional, tetapi juga semakin dekat dengan masyarakat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Harian
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktual
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Aktual
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Aktual
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya
Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya
Aktual
Lebih dari 75.000 Orang Daftar Petugas Haji 2027, CAT Dibagi 2 Gelombang
Lebih dari 75.000 Orang Daftar Petugas Haji 2027, CAT Dibagi 2 Gelombang
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar