Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pendidikan Anak dalam Islam Dimulai dari Keluarga, Ini Peran Penting Orang Tua

Kompas.com, 6 Oktober 2026, 16:23 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pendidikan anak tidak dimulai ketika mereka masuk sekolah. Jauh sebelum mengenal guru dan lingkungan sosial, anak pertama kali belajar dari rumah melalui ucapan, kebiasaan, sikap, dan keteladanan orang tua.

Dalam Islam, keluarga bukan sekadar tempat anak tumbuh, tetapi ruang pertama untuk menanamkan nilai keimanan dan akhlak. Karena itu, pendidikan anak tidak hanya menjadi urusan sekolah. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk membimbing, mendampingi, dan memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Keluarga Menjadi Fondasi Pendidikan Anak

Muhammadiyah dalam artikel yang bertajuk “Keluarga Adalah Fondasi Utama Membangun Peradaban Bangsa” menempatkan keluarga sebagai fondasi penting dalam membentuk kualitas generasi. Keluarga menjadi lingkungan awal tempat nilai, karakter, dan kebiasaan ditanamkan sebelum anak berinteraksi lebih luas dengan masyarakat.

Baca juga: Ekonom Soroti Dana Haji yang Keluar dari Ekosistem Syariah saat Belanja

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan keluarga tidak sebatas mengajarkan pengetahuan agama. Cara orang tua berbicara, menyelesaikan persoalan, memperlakukan orang lain, dan menjalankan ibadah juga menjadi bagian dari proses pendidikan yang diamati anak.

Al-Qur’an Perintahkan Menjaga Keluarga

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Yā ayyuhalladzīna āmanū qū anfusakum wa ahlīkum nāran waqūduhan-nāsu wal-hijāratu ‘alaihā malā’ikatu ghilāzhun syidād, lā ya‘shūnallāha mā amarahum wa yaf‘alūna mā yu’marūn.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada apa yang Allah perintahkan dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim: 6).

Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga keluarga mencakup tanggung jawab membimbing mereka agar berada dalam ketaatan kepada Allah. Dalam pendidikan anak, tanggung jawab tersebut dapat diwujudkan melalui pengajaran agama, pembiasaan akhlak, dan keteladanan orang tua.

Baca juga: BPJPH: Wajib Halal Bukan Paksaan, Ada Toleransi bagi yang Belum Siap

Orang Tua Memiliki Tanggung Jawab

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَهِيَ مَسْؤُولَةٌ عَنْهُمْ

Kullukum rā‘in, wa kullukum mas’ūlun ‘an ra‘iyyatihi, far-rajulu rā‘in ‘alā ahlihi wa huwa mas’ūlun ‘an ra‘iyyatihi, wal-mar’atu rā‘iyatun ‘alā baiti zaujiha wa hiya mas’ūlatun ‘anhum.

Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan dia bertanggung jawab atas mereka. Seorang perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atas mereka.” (Sahih al-Bukhari Nomor 893).

Hadis tersebut menegaskan bahwa keluarga merupakan ruang tanggung jawab. Bagi orang tua, tanggung jawab itu tidak hanya berupa pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga pendampingan dan pembentukan karakter anak.

Pendidikan Anak Tidak Hanya Akademik

Pendidikan keluarga dalam Islam mencakup pembentukan iman dan akhlak. Anak perlu mengenal nilai kejujuran, tanggung jawab, kasih sayang, kesabaran, serta penghormatan kepada orang lain melalui pembiasaan di rumah.

Baca juga: Dadang Kahmad: Masyarakat Kini Hadapi Kemiskinan Makna dan Kebodohan Digital

Kementerian Agama juga menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal nilai kehidupan, ajaran agama, dan pembentukan karakter. Orang tua karena itu perlu hadir dalam proses pendidikan, bukan hanya menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada sekolah.

Keteladanan Jadi Bagian Penting

Nasihat kepada anak akan lebih mudah dipahami ketika disertai contoh. Anak dapat melihat bagaimana orang tua berbicara kepada anggota keluarga, menyelesaikan konflik, meminta maaf, menjalankan ibadah, hingga memperlakukan orang lain.

Kementerian Agama juga menekankan pentingnya kasih sayang dan keteladanan dalam pendidikan anak. Pendidikan dengan pendekatan tersebut membantu keluarga membentuk kebiasaan dan karakter anak secara bertahap sesuai usia serta perkembangan mereka.

Keluarga Membentuk Generasi

Keluarga yang kuat tidak berarti keluarga tanpa masalah. Yang lebih penting adalah adanya lingkungan yang memungkinkan anak memperoleh bimbingan, kasih sayang, batasan yang jelas, dan contoh perilaku yang baik.

Baca juga: Mengapa Islam Mengajarkan Menjaga Lingkungan? Ini Dalilnya

Karena itu, pendidikan anak dapat dimulai dari hal sederhana di rumah. Orang tua dapat membangun kebiasaan beribadah bersama, membiasakan komunikasi terbuka, mengajarkan tanggung jawab, serta menunjukkan perilaku yang ingin ditanamkan kepada anak. Dari lingkungan keluarga inilah nilai yang dibawa anak ke sekolah dan masyarakat mulai terbentuk.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar