Editor
KOMPAS.com - Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang ikrar persatuan yang lahir dalam Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928.
Pada 2026, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” yang relevan untuk menanamkan semangat persatuan dan kepedulian kepada peserta didik.
Baca juga: Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Singkat untuk Madrasah
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menerbitkan Surat Edaran Nomor B/DP.00/10.14.13/MPO/X/2026 tentang Pelaksanaan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.
Bagi guru madrasah, amanat pembina upacara dapat menjadi sarana untuk mengajak siswa mengamalkan nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan disampaikan dengan bahasa sederhana sesuai jenjang pendidikan, mulai dari semangat belajar, menghargai perbedaan, hingga tanggung jawab menjaga persatuan bangsa.
Baca juga: Teks Doa Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Lengkap dengan Doa Ashabul Kahfi
Berikut lima contoh teks amanat pembina upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 yang singkat untuk guru madrasah, dengan tema yang disesuaikan dan tambahan doa Ashabul Kahfi pada bagian penutup.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Anak-anak yang Bapak dan Ibu banggakan, hari ini kita memperingati Hari Sumpah Pemuda yang mengajarkan pentingnya persatuan dan cinta Tanah Air. Tema Hari Sumpah Pemuda 2026 adalah “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Patriotik berarti mencintai Indonesia, yang dapat kalian tunjukkan dengan menghormati bendera Merah Putih, mengikuti upacara dengan tertib, dan menjaga kerukunan dengan teman. Gigih berarti tidak mudah menyerah, misalnya dengan rajin belajar, tekun berlatih, dan tetap berusaha meskipun mengalami kesulitan. Sementara itu, berempati berarti peduli terhadap perasaan dan kesulitan orang lain, seperti membantu teman yang membutuhkan dan tidak mengejek kekurangan orang lain.
Mari kita tumbuhkan ketiga sikap tersebut mulai dari lingkungan madrasah agar kelak menjadi generasi yang membanggakan keluarga dan bangsa. Mari kita tutup amanat ini dengan membaca doa seperti yang tercantum dalam QS Al-Kahfi ayat 10.
رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Artinya: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (QS Al-Kahfi: 10)
Demikian amanat yang dapat Bapak dan Ibu sampaikan. Semoga kita tumbuh menjadi generasi muda yang patriotik, gigih, dan berempati demi Indonesia yang lebih baik.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Anak-anak sekalian, Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan, melainkan kekuatan untuk menjaga persatuan Indonesia. Melalui tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, kita diajak menjadi generasi yang mencintai bangsa, pantang menyerah, dan peduli terhadap sesama. Sikap patriotik dapat kalian tunjukkan dengan bangga menjadi bagian dari Indonesia, menghormati teman yang berbeda, serta menjaga nama baik madrasah. Sikap gigih terlihat ketika kalian terus belajar dan memperbaiki diri meskipun belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Adapun sikap berempati dapat diwujudkan dengan menolong teman yang kesulitan, berbagi, dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
Mari kita jadikan madrasah sebagai tempat belajar menghargai perbedaan, membangun persahabatan, dan membiasakan perbuatan baik. Mari kita tutup amanat ini dengan membaca doa seperti yang tercantum dalam QS Al-Kahfi ayat 10.
رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Artinya: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (QS Al-Kahfi: 10)
Semoga Allah SWT membimbing kita agar menjadi generasi yang saling menghargai dan bermanfaat bagi sesama.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Para siswa yang saya banggakan, Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat komitmen sebagai generasi penerus bangsa. Tema tahun 2026, “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, mengajak kita menerapkan nilai cinta Tanah Air, ketekunan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Sikap patriotik dapat diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, serta menggunakan ilmu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Sikap gigih berarti berani menghadapi tantangan, tidak mudah menyerah saat menemui kegagalan, dan terus berusaha mencapai cita-cita. Sementara itu, sikap berempati menuntut kita untuk peka terhadap keadaan orang lain, menghargai perbedaan pendapat, serta menolak perundungan di lingkungan madrasah.
Ketiga nilai tersebut harus berjalan beriringan agar kita tidak hanya menjadi generasi yang berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian sosial. Mari buktikan bahwa pelajar madrasah mampu menjadi pemuda yang mencintai Indonesia, tangguh menghadapi tantangan, dan hadir untuk membantu sesama. Mari kita tutup amanat ini dengan membaca doa seperti yang tercantum dalam QS Al-Kahfi ayat 10.
رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Artinya: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (QS Al-Kahfi: 10)
Demikian amanat yang dapat saya sampaikan. Semoga Allah SWT membimbing kita dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Anak-anak yang saya banggakan, semangat Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa persatuan Indonesia harus dijaga melalui sikap dan tindakan nyata. Tema Hari Sumpah Pemuda 2026, “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, menjadi pengingat bahwa generasi muda perlu memiliki kecintaan terhadap bangsa, ketangguhan menghadapi tantangan, dan kepedulian terhadap sesama. Sikap patriotik tidak hanya ditunjukkan melalui upacara atau simbol kebangsaan, tetapi juga melalui tanggung jawab belajar, menaati aturan, menjaga lingkungan, dan berkontribusi bagi masyarakat. Sikap gigih berarti terus mengembangkan ilmu dan keterampilan, berani menghadapi perubahan, serta tidak mudah menyerah ketika mengalami kegagalan. Adapun empati mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan, memahami keadaan orang lain, dan menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya informasi, kalian juga perlu bersikap kritis, bijak menggunakan media sosial, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jadilah pemuda yang mampu menyatukan, bukan memecah belah; membangun, bukan merusak; serta memberi manfaat, bukan sekadar mencari pengakuan. Dengan semangat patriotik, kegigihan, dan empati, pelajar madrasah dapat mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Mari kita tutup amanat ini dengan membaca doa seperti yang tercantum dalam QS Al-Kahfi ayat 10.
رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Artinya: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (QS Al-Kahfi: 10)
Demikian amanat yang dapat saya sampaikan. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan petunjuk kepada kita untuk menjadi generasi yang patriotik, gigih, dan berempati.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Para siswa sekalian, masa muda merupakan kesempatan untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi Indonesia. Tema Hari Sumpah Pemuda 2026, “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, mengandung pesan bahwa kemajuan bangsa membutuhkan generasi yang mencintai Tanah Air, pantang menyerah, dan memiliki kepedulian sosial. Patriotisme dapat kalian tunjukkan dengan menjaga persatuan, menghargai keberagaman, dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Kegigihan dapat diwujudkan dengan tekun belajar, mengembangkan potensi, dan tetap berusaha ketika menghadapi kesulitan. Sementara itu, empati harus tercermin dalam cara kita memperlakukan orang lain, termasuk tidak merundung teman, tidak merendahkan perbedaan, dan bersedia membantu mereka yang membutuhkan.
Jangan sampai kecerdasan dan prestasi membuat kita melupakan sikap saling menghormati. Pemuda yang kuat bukan hanya mereka yang mampu bersaing, tetapi juga mereka yang bersedia bekerja sama, mendengarkan orang lain, dan menggunakan kelebihannya untuk kepentingan bersama. Mari jadikan nilai patriotik, gigih, dan berempati sebagai pedoman dalam belajar, bergaul, berkarya, dan mengabdi kepada bangsa.
Mari kita tutup amanat ini dengan membaca doa seperti yang tercantum dalam QS Al-Kahfi ayat 10.
رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Artinya: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (QS Al-Kahfi: 10)
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mencintai Tanah Air, gigih meraih cita-cita, dan berempati kepada sesama.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh teks amanat pembina upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk guru madrasah dapat disesuaikan dengan jenjang MI, MTs, dan MA agar pesan lebih mudah dipahami peserta didik. Melalui pembacaan amanat, guru dapat menanamkan semangat cinta Tanah Air, kegigihan dalam belajar dan meraih cita-cita, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pesan saat upacara, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah, keluarga, dan masyarakat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.