Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Kloter 30 Embarkasi Makassar Mulai Masuk Asrama Haji Sudiang, Berangkat ke Tanah Suci Selasa Malam

Kompas.com, 11 Mei 2026, 19:48 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 30 Embarkasi Makassar mulai memasuki Asrama Haji Sudiang, Makassar, Senin (11/5/2026) malam.

Kloter ini terdiri atas jemaah asal Kabupaten Wajo dan Provinsi Gorontalo yang akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Selasa malam (12/5/2026).

Suasana Aula Arafah Asrama Haji Sudiang mulai dipenuhi ratusan jemaah dengan seragam haji berwarna biru dan hijau.

Baca juga: Perjalanan Panjang Jemaah Haji Merauke ke Asrama Haji Sudiang demi Bisa Terbang ke Tanah Suci

Kloter 30 Berisi Jemaah Asal Wajo dan Gorontalo

Kloter 30 Embarkasi Makassar terdiri dari 173 jemaah asal Kabupaten Wajo dan 214 jemaah dari Provinsi Gorontalo.

Mereka dijadwalkan berangkat menuju Arab Saudi melalui Embarkasi Makassar pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 20.15 WITA.

Baca juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji 2026

Pantauan di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang menunjukkan jemaah mulai berdatangan sambil membawa koper dan perlengkapan ibadah haji.

Sejumlah petugas haji terlihat membantu proses penerimaan jemaah, mulai dari registrasi, pemeriksaan dokumen, hingga pengaturan tempat duduk.

Jemaah Gorontalo Hanya Transit di Bandara Hasanuddin

Ketua Pembimbing Ibadah Kloter 30 Embarkasi Makassar, Marwah, mengatakan terdapat perbedaan mekanisme keberangkatan bagi sebagian jemaah asal Gorontalo.

Menurutnya, sebagian jemaah dari Gorontalo tidak masuk ke Asrama Haji Sudiang dan hanya melakukan transit di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sebelum bergabung dengan rombongan kloter.

“Cuma perbedaannya ada sedikit perbedaan karena jemaah sebagian dari Gorontalo itu tidak masuk di asrama haji, tetapi mereka hanya transit di bandara, jadi ketemuan nanti di Bandara Hasanuddin,” katanya kepada Tribun Timur.

Marwah menyebut total jemaah dalam Kloter 30 mencapai 393 orang termasuk pembimbing ibadah, terdiri dari 141 jemaah laki-laki dan 252 jemaah perempuan.

Banyak Jemaah Masuk Kategori Risiko Tinggi

Selain jumlah jemaah yang cukup besar, Kloter 30 juga didominasi jemaah kategori risiko tinggi (risti).

Tercatat sebanyak 91 jemaah masuk kategori risiko tinggi berat, 96 jemaah risiko sedang, dan 158 jemaah risiko ringan.

Sementara itu, jemaah asal Gorontalo dijadwalkan berangkat menuju Makassar pada Selasa siang sebelum langsung transit di Bandara Sultan Hasanuddin untuk bergabung bersama rombongan kloter.

“Kami bersamaan berangkat dengan Gorontalo, cuma mereka dari Gorontalo itu besok berangkatnya," ujarnya.

"Besok berangkat dari Gorontalo jam 2 siang, insyaallah mereka sudah tiba di Bandara Hasanuddin,” tambah dia.

Marwah berharap seluruh jamaah yang tergabung dalam Kloter 30 senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

“Insyaallah, semoga kami semua yang tergabung dalam kloter 30 senantiasa dalam lindungan Allah,” jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul “214 Jamaah Gorontalo Hanya Transit di Bandara Sultan Hasanuddin”. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Libur, Cuti Bersama, dan Long Weekend
Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Libur, Cuti Bersama, dan Long Weekend
Aktual
Kemenag Sebut Masjid Istiqlal Tidak IPO, Hanya Fasilitasi Wakaf Saham
Kemenag Sebut Masjid Istiqlal Tidak IPO, Hanya Fasilitasi Wakaf Saham
Aktual
Wamenag Minta Pelaku Usaha dan Penyelenggara Acara Tak Jadikan Agama sebagai Komoditas
Wamenag Minta Pelaku Usaha dan Penyelenggara Acara Tak Jadikan Agama sebagai Komoditas
Aktual
100 Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang Islami untuk Status Media Sosial
100 Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang Islami untuk Status Media Sosial
Aktual
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Aktual
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar