Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arab Saudi Ajak Negara OKI Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peran Sektor Swasta

Kompas.com, 1 Juli 2026, 20:21 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Arab Saudi menyerukan penguatan kerja sama ekonomi di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di tengah perubahan ekonomi global yang berlangsung semakin cepat.

Kerajaan juga mendorong peningkatan peran sektor swasta sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi dan investasi.

Seruan tersebut disampaikan dalam forum Kamar Dagang dan Pembangunan Islam yang digelar di Ankara, Turki.

Baca juga: Arab Saudi Gunakan Perlengkapan Khusus untuk Prosesi Pencucian Kabah

Pertemuan itu turut membahas berbagai inisiatif untuk memperkuat integrasi ekonomi, kewirausahaan, hingga ketahanan pangan di negara-negara Islam.

Arab Saudi Dorong Kerja Sama Ekonomi Negara-Negara OKI

Ketua Federasi Kamar Dagang Arab Saudi Abdullah Saleh Kamel mengatakan perubahan ekonomi global menuntut negara-negara Islam memperkuat kolaborasi sekaligus memberdayakan sektor swasta agar memiliki peran lebih besar dalam pembangunan.

Baca juga: Arab Saudi Resmi Tutup Operasional Haji 2026, Kloter Terakhir Jamaah Tinggalkan Tanah Suci

"Perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat menuntut kerja sama yang lebih erat di antara negara-negara Islam serta pemberdayaan sektor swasta agar berperan lebih besar dalam mendukung pembangunan ekonomi," ujar Kamel dalam keterangan tertulis, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan Kamel di sela-sela pertemuan ke-40 Dewan Direksi Kamar Dagang dan Pembangunan Islam serta sidang ke-72 Komite Keuangan organisasi tersebut.

Pertemuan yang berlangsung di Ankara, Turki, pada Selasa itu ditutup dengan kehadiran Wakil Presiden Turki Cevdet Yılmaz.

Delegasi Arab Saudi dipimpin langsung oleh Kamel dan turut diikuti Sekretaris Jenderal Federasi Kamar Dagang Arab Saudi Sultan bin Mohammed Al-Musallam, bersama perwakilan federasi dan kamar dagang dari negara-negara anggota OKI.

Perluas Perdagangan dan Investasi Antarnegara Islam

Dalam kesempatan tersebut, Kamel menegaskan Kamar Dagang dan Pembangunan Islam berkomitmen memperluas perdagangan dan investasi di antara negara-negara anggota OKI.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memperkuat integrasi ekonomi sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi generasi muda dan para wirausaha.

Ia menjelaskan keikutsertaan Federasi Kamar Dagang Arab Saudi sebagai perwakilan sektor usaha nasional merupakan kelanjutan dari peran Arab Saudi sebagai salah satu pendukung terbesar Kamar Dagang dan Pembangunan Islam sejak organisasi itu didirikan.

Sebagai Presiden Kamar Dagang dan Pembangunan Islam, Kamel mengatakan langkah tersebut juga mencerminkan komitmen Arab Saudi dalam memperkuat kerja sama ekonomi di antara negara-negara Islam.

Ia menilai pesan tersebut relevan bagi negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, seperti Indonesia dan Malaysia, yang menjadikan pengembangan sektor swasta, kewirausahaan generasi muda, ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, serta konektivitas perdagangan regional sebagai bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang.

Hubungan Ekonomi Arab Saudi dan Turki Terus Meningkat

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Federasi Kamar Dagang Arab Saudi Sultan bin Mohammed Al-Musallam mengatakan partisipasi Federasi Kamar Dagang Arab Saudi dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Kerajaan untuk terus mendukung kerja sama ekonomi di dunia Islam.

Menurutnya, keikutsertaan tersebut juga memperkuat kehadiran sektor usaha Arab Saudi dalam berbagai forum ekonomi internasional.

Al-Musallam juga menyoroti hubungan ekonomi Arab Saudi dan Turki yang terus mengalami pertumbuhan.

Ia menyebut nilai perdagangan kedua negara sepanjang 2025 mencapai sekitar 32,1 miliar riyal Saudi atau sekitar 8,5 miliar dollar AS.

Nilai tersebut meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi terciptanya kemitraan bisnis berkualitas antara pelaku usaha Arab Saudi dan Turki.

Bahas Arbitrase, Kewirausahaan, hingga Ketahanan Pangan

Selain membahas kerja sama ekonomi, forum tersebut juga mengevaluasi sejumlah program di bawah naungan Kamar Dagang dan Pembangunan Islam.

Beberapa inisiatif yang dibahas meliputi Pusat Arbitrase OKI (OIC Arbitration Centre/OIC-AC), Saleh Kamel Sustainable Entrepreneurship Organisation (SKSEED), serta Islamic Chamber Training Academy (ICTA).

Agenda pertemuan juga menghadirkan pemaparan mengenai pengalaman Persatuan Kamar Dagang dan Bursa Komoditas Turki (TOBB) dalam mendukung pengembangan sektor swasta serta menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.

Rangkaian kegiatan turut mencakup sidang ke-72 Komite Keuangan serta diskusi meja bundar mengenai penguatan pertanian berkelanjutan, inovasi, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi.

Sejumlah sesi dialog juga membahas inovasi, kewirausahaan, pemberdayaan wirausaha laki-laki dan perempuan, serta penguatan kapasitas kamar dagang dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Persiapan HUT Ke-50 Kamar Dagang dan Pembangunan Islam

Dalam pertemuan tersebut, Dewan Direksi Kamar Dagang dan Pembangunan Islam turut membahas berbagai isu terkait pengembangan organisasi dan arah inisiatif pada masa mendatang.

Dewan juga mengevaluasi pelaksanaan berbagai proyek dan program yang dirancang untuk memperkuat kerja sama ekonomi serta pembangunan di antara negara-negara Islam.

Selain itu, para peserta membahas persiapan peringatan 50 tahun berdirinya Kamar Dagang dan Pembangunan Islam yang dijadwalkan berlangsung pada 2027 sebagai momentum memperkuat kolaborasi ekonomi di lingkungan negara-negara anggota OKI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jamu Herbal Tradisional Belum Tentu Halal, Ini Titik Kritis yang Perlu Dicermati
Jamu Herbal Tradisional Belum Tentu Halal, Ini Titik Kritis yang Perlu Dicermati
Aktual
Perkebunan Mangga di Arab Saudi Gunakan AI untuk Dorong Produktivitas
Perkebunan Mangga di Arab Saudi Gunakan AI untuk Dorong Produktivitas
Aktual
Kementerian Kebudayaan Perkuat Kolaborasi Pemajuan Budaya Islam
Kementerian Kebudayaan Perkuat Kolaborasi Pemajuan Budaya Islam
Aktual
Operasional Haji 2026 Berakhir, Kemenhaj Tetap Dampingi 60 Jamaah yang Dirawat di RS Arab Saudi
Operasional Haji 2026 Berakhir, Kemenhaj Tetap Dampingi 60 Jamaah yang Dirawat di RS Arab Saudi
Aktual
Kemenhaj: Operasional Haji 2026 Resmi Berakhir, Kepulangan Jamaah Kloter UPG-43 Jadi Penutup
Kemenhaj: Operasional Haji 2026 Resmi Berakhir, Kepulangan Jamaah Kloter UPG-43 Jadi Penutup
Aktual
Arab Saudi Ajak Negara OKI Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peran Sektor Swasta
Arab Saudi Ajak Negara OKI Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peran Sektor Swasta
Aktual
FIFA Hapus Branding Alkohol di Penghargaan Man of the Match Piala Dunia 2026 untuk Hormati Pemain Muslim
FIFA Hapus Branding Alkohol di Penghargaan Man of the Match Piala Dunia 2026 untuk Hormati Pemain Muslim
Aktual
Kemenhaj Sumbar Gagas Gerakan Haji Muda, Pelajar Diajak Menabung Mulai Rp 2.000 per Hari
Kemenhaj Sumbar Gagas Gerakan Haji Muda, Pelajar Diajak Menabung Mulai Rp 2.000 per Hari
Aktual
Presiden Prabowo: Masyarakat Harus Bisa Beribadah dengan Damai
Presiden Prabowo: Masyarakat Harus Bisa Beribadah dengan Damai
Aktual
Sadar Halal Berbasis KUA Digencarkan, Kemenag Perkuat Literasi Jelang Wajib Halal Oktober 2026
Sadar Halal Berbasis KUA Digencarkan, Kemenag Perkuat Literasi Jelang Wajib Halal Oktober 2026
Aktual
1.350 Penyuluh Agama Lolos Verifikasi Penilaian Kompetensi 2026, Siap Ikuti Tahap Selanjutnya
1.350 Penyuluh Agama Lolos Verifikasi Penilaian Kompetensi 2026, Siap Ikuti Tahap Selanjutnya
Aktual
BPKH Pangkas Anggaran Operasional Rp100 Miliar pada 2026, Fokus Jaga Dana Haji
BPKH Pangkas Anggaran Operasional Rp100 Miliar pada 2026, Fokus Jaga Dana Haji
Aktual
Penyuluh Agama Diminta Jadi Fact Checker Keagamaan di Era AI
Penyuluh Agama Diminta Jadi Fact Checker Keagamaan di Era AI
Aktual
6 Doa ketika Dizalimi agar Mendapat Keadilan, Diambil dari Ayat-ayat Al-Quran
6 Doa ketika Dizalimi agar Mendapat Keadilan, Diambil dari Ayat-ayat Al-Quran
Doa dan Niat
Tata Cara Berdoa agar Harapan dan Keinginan Segera Dikabulkan Allah
Tata Cara Berdoa agar Harapan dan Keinginan Segera Dikabulkan Allah
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar