Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia tetap berlanjut meski operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah resmi ditutup.
Fokus pelayanan kini diarahkan kepada jamaah yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) hingga dinyatakan laik terbang dan dapat dipulangkan ke Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga melanjutkan proses penyelesaian hak-hak jamaah, termasuk klaim asuransi bagi jamaah yang wafat.
Baca juga: Kemenhaj: Operasional Haji 2026 Resmi Berakhir, Kepulangan Jamaah Kloter UPG-43 Jadi Penutup
Komitmen tersebut disampaikan bersamaan dengan berakhirnya operasional haji 2026 yang ditandai kepulangan kloter terakhir jamaah Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan berakhirnya operasional haji tidak berarti pelayanan pemerintah kepada jamaah ikut dihentikan.
Baca juga: Kemenhaj Sumbar Gagas Gerakan Haji Muda, Pelajar Diajak Menabung Mulai Rp 2.000 per Hari
“Meski operasional telah berakhir, pemerintah memastikan pelayanan kepada jamaah belum berhenti,” ujar Irfan Yusuf dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu.
Menurut Irfan, hingga saat ini masih terdapat 60 jamaah haji Indonesia yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi.
Kementerian Haji dan Umrah akan terus memberikan pendampingan hingga seluruh jamaah yang dirawat dinyatakan laik terbang dan dapat dipulangkan ke Tanah Air.
Di saat yang sama, pemerintah juga tetap melanjutkan proses klaim asuransi bagi jamaah haji yang wafat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam konferensi pers tersebut, Menteri Haji dan Umrah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, DPR RI, Pemerintah Arab Saudi, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, maskapai penerbangan, media massa, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Menhaj juga memberikan penghargaan kepada seluruh petugas haji yang telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan dalam memberikan pelayanan kepada jamaah selama berada di Tanah Suci.
Selain itu, apresiasi turut diberikan kepada jamaah haji Indonesia yang dinilai mampu menjaga ketertiban, kesabaran, dan semangat saling membantu selama menjalankan rangkaian ibadah.
“Semoga jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur, menjadi pribadi yang saleh secara individu maupun sosial, serta menghadirkan kemaslahatan bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Menhaj.
Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, mengatakan berakhirnya operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi sekaligus menjadi awal persiapan penyelenggaraan haji musim berikutnya.
Menurutnya, Kementerian Haji dan Umrah akan segera memulai berbagai tahapan untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi.
“Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen menghadirkan layanan haji yang semakin profesional, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan jamaah,” kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah melaporkan jamaah haji Sulawesi Selatan yang tergabung dalam kelompok terbang 43 Embarkasi Ujung Pandang (UPG-43) tiba di Indonesia pada pukul 17.05 WITA.
Kedatangan kloter tersebut menjadi penanda berakhirnya operasional penyelenggaraan ibadah haji Indonesia 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Meski operasional haji telah resmi ditutup, Kementerian Haji dan Umrah memastikan pelayanan terhadap jamaah belum sepenuhnya selesai.
Pendampingan kepada jamaah yang masih dirawat di Arab Saudi serta penyelesaian hak-hak jamaah akan terus dilakukan, sembari pemerintah mulai mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji pada musim berikutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang