Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Zulhas Ajak Pesantren Jadi Motor Swasembada Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa

Kompas.com, 13 Juli 2026, 10:26 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengajak pondok pesantren (ponpes) mengambil peran yang lebih besar dalam menyukseskan program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Ajakan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan usai menghadiri Halaqah Dhuriyah Tebu Ireng Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Wonosobo, Minggu (12/7/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, pesantren memiliki posisi strategis sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berperan di bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian desa.

Baca juga: Workshop Pesantren Ungkap Rahasia Beasiswa Luar Negeri dan PTN

"Kami mengajak pondok pesantren untuk berperan aktif mendukung program swasembada pangan nasional, sekaligus mendorong kemandirian desa melalui pengembangan berbagai usaha berbasis potensi lokal," kata Zulhas.

Ia menjelaskan, kebijakan swasembada pangan yang tengah dijalankan pemerintah bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Program tersebut juga diarahkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan sektor pertanian dan ekonomi lokal.

Dalam pandangannya, pesantren memiliki modal sosial yang kuat untuk mengembangkan berbagai kegiatan produktif. Mulai dari koperasi pesantren, usaha pertanian, peternakan, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing daerah.

"Pesantren memiliki potensi besar dalam mengembangkan koperasi, usaha produktif, hingga berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah," ujarnya.

Zulhas optimistis kolaborasi antara pemerintah, pondok pesantren, dan masyarakat akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.

Baca juga: Sejarah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Menurutnya, apabila sinergi tersebut berjalan dengan baik, maka program swasembada pangan tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

"Kami berharap melalui sinergi antara pemerintah, pondok pesantren, dan masyarakat, program swasembada pangan, penguatan kemandirian desa, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan," tutur Zulhas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar