Editor
KOMPAS.com - Al-Quran menjadi pedoman hidup umat Islam yang memuat petunjuk untuk setiap aspek kehidupan, termasuk ketika menghadapi kegelisahan, kesedihan, maupun berbagai cobaan.
Di dalamnya terdapat sejumlah surat dan ayat yang dapat dibaca sebagai ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT agar hati menjadi lebih tenang.
Membaca Al-Quran juga dapat memperkuat keimanan dan menumbuhkan rasa tawakal dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Baca juga: 7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
Berikut tujuh surat penenang hati dalam Al-Quran beserta keutamaannya.
Baca juga: Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi Setiap Jumat: Dalil, Waktu Terbaik, dan Hikmah di Baliknya
Surat Al-Fatihah merupakan surat pembuka Al-Quran yang memiliki banyak keutamaan dan selalu dibaca pada setiap rakaat salat. Surat ini dikenal memiliki banyak fadhilah, termasuk sebagai doa yang dapat menenangkan hati.
Rasulullah SAW bersabda:
"Demi Zat Yang Jiwaku ada di Tangan-Nya, Allah SWT tidak menurunkan surah yang setara dengan surah Al-Fatihah dalam Taurat, Injil, dan Zabur, bahkan dalam Al-Quran," (HR Bukhari dan Muslim).
Surat Al-Fatihah juga dapat dibaca sebagai ikhtiar memohon ketenangan hati. Sebagian ulama menganjurkan membacanya sebanyak tujuh kali dengan perlahan dan penuh kekhusyukan.
Surat Al-Baqarah merupakan surat kedua sekaligus surat terpanjang dalam Al-Quran. Sejumlah ayat di dalamnya sering dibaca untuk menguatkan hati ketika menghadapi ujian kehidupan.
Al-Baqarah Ayat 216
Pada ayat ini, Allah SWT mengingatkan bahwa di balik sesuatu yang tidak disukai manusia bisa jadi terdapat kebaikan yang belum diketahui.
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
Al-Baqarah Ayat 255 (Ayat Kursi)
Ayat Kursi merupakan salah satu ayat paling agung dalam Al-Quran. Ayat ini menjelaskan kekuasaan Allah SWT atas seluruh alam semesta sehingga dapat menumbuhkan ketenangan dan keyakinan dalam diri seorang muslim.
"Allah! Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Hidup, Yang Kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar."
Al-Baqarah Ayat 156-157
Kedua ayat ini mengajarkan pentingnya kesabaran saat menghadapi musibah serta menjanjikan rahmat dan petunjuk bagi orang-orang yang bersabar.
"Dan sesungguhnya Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (156), (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya.’ (157) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."
Surat Ar-Ra'd ayat 28 mengingatkan bahwa ketenteraman hati diperoleh dengan senantiasa mengingat Allah SWT.
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."
Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas juga diyakini dapat dibaca sebagai doa untuk menenangkan hati sekaligus memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai keburukan. Ketiga surat ini dibaca, kemudian kedua telapak tangan diusapkan ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau sebanyak tiga kali.
Surat Ali Imran ayat 139 berisi motivasi agar orang-orang beriman tidak larut dalam kelemahan dan kesedihan.
"Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin."
Ayat ini memberikan dorongan agar umat Islam tetap optimistis dan yakin terhadap pertolongan Allah SWT.
Surat Al-Insyirah, khususnya ayat keenam, menjadi salah satu ayat yang sering dibaca ketika menghadapi kesulitan.
"Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kesulitan akan diiringi kemudahan sehingga umat Islam dianjurkan terus berusaha dan tidak berputus asa.
Surat Yasin merupakan surat ke-36 dalam Al-Quran yang terdiri atas 83 ayat. Sebagian ulama menyebutkan bahwa di antara keutamaan Surat Yasin ialah dibaca ketika menghadapi urusan yang sulit dengan harapan Allah SWT memberikan kemudahan atas persoalan yang dihadapi.
Sebagai pedoman hidup, Al-Quran tidak hanya memberikan tuntunan dalam beribadah, tetapi juga menjadi sumber ketenangan bagi hati yang sedang dilanda kegelisahan.
Membaca surat-surat dan ayat-ayat tersebut dapat menjadi ikhtiar untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan kesabaran, serta meningkatkan rasa tawakal kepada Allah SWT.
Dengan rutin membaca, memahami maknanya, dan mengamalkan ajarannya, seorang muslim diharapkan memperoleh ketenangan hati serta kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang