Editor
KOMPAS.com - Menyampaikan ucapan belasungkawa bukan sekadar basa-basi, melainkan bentuk empati sekaligus doa bagi almarhum atau almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan.
Dalam Islam, ucapan duka sebaiknya diawali dengan kalimat istirja dan disertai doa, bukan sekadar kata-kata penghibur biasa.
Berikut tujuh contoh ucapan duka Islami yang bisa disesuaikan dengan situasi dan kedekatan hubungan.
Ucapan ini cocok disampaikan kepada atasan, rekan kerja, atau relasi bisnis yang sedang berduka, dengan bahasa yang sopan dan tidak terlalu personal.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya (nama almarhum/almarhumah). Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat yang terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi ujian ini."
Baca juga: Tulisan Arab dan Penggunaan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun dan Allahummaghfirlahu
Untuk sahabat dekat, ucapan bisa dibuat lebih hangat dan personal, menunjukkan kepedulian yang tulus.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Aku ikut merasakan kesedihanmu, sahabatku. Semoga almarhum/almarhumah husnul khotimah, diampuni segala dosanya, dan diterima seluruh amal ibadahnya. Aku di sini kalau kamu butuh teman bicara atau bantuan apa pun."
Kehilangan orangtua adalah salah satu ujian terberat. Ucapan duka untuk situasi ini sebaiknya menekankan doa dan penghormatan atas jasa-jasa almarhum/almarhumah.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa (Ayah/Ibu dari nama), menerima seluruh amal kebaikannya selama hidup, dan menjadikan setiap kebaikan yang telah ditanamkan kepada anak-anaknya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Semoga keluarga diberi kesabaran dan kekuatan."
Baca juga: Raja Arab Saudi Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ali Khamenei
Kehilangan anak memerlukan pendekatan yang lebih lembut, dengan penekanan pada penerimaan takdir dan harapan pahala bagi orangtua.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga (nama anak) menjadi penghulu di surga yang menantikan kedua orang tuanya kelak, dan menjadi pemberat timbangan amal bagi Ayah dan Ibu. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan kekuatan yang luar biasa untuk melalui masa sulit ini."
Untuk situasi yang memerlukan respons cepat, seperti membalas kabar duka di grup WhatsApp atau media sosial, ucapan singkat berikut bisa digunakan tanpa mengurangi kesantunannya.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita, semoga almarhum/almarhumah tenang di sisi Allah SWT dan keluarga diberikan ketabahan. Aamiin."
Untuk momen takziah langsung atau tulisan di karangan bunga/media resmi, ucapan yang lebih lengkap dengan doa berikut bisa dijadikan referensi.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke rahmatullah (nama almarhum/almarhumah) pada (tanggal). Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf dan dosanya, melapangkan kuburnya, menerangi tempat peristirahatannya, serta menerima seluruh amal ibadahnya sebagai bekal di akhirat. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan dalam menerima ketetapan Allah SWT ini."
Ketika yang berpulang adalah tokoh masyarakat, ulama, atau publik figur, ucapan duka biasanya turut menyertakan penghormatan atas jasa dan kontribusinya.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Bangsa ini kehilangan salah satu putra terbaiknya. Semoga segala jasa, ilmu, dan kebaikan yang telah diwariskan oleh (nama almarhum/almarhumah) menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat yang mulia di sisi-Nya."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang