Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makna Ar-Rahman dan Ar-Rahim dalam Al-Fatihah Menurut Kiai Saad Ibrahim

Kompas.com, 20 Agustus 2026, 18:58 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai Saad Ibrahim mengajak umat Islam memahami lebih dalam makna ar-Rahman dan ar-Rahim yang disebut dalam Surah Al-Fatihah.

Menurutnya, kedua nama Allah tersebut sama-sama berkaitan dengan rahmat, tetapi memiliki cakupan dan konteks yang berbeda.

Hal itu disampaikan Kiai Saad Ibrahim dalam pengajian di TVMu pada Sabtu (15/08/2026), seperti dilansir dari laman Muhammadiyah.

Baca juga: Mengapa Al-Fatihah Dibaca dalam Setiap Rakaat Sholat?

Ia menjelaskan, ar-Rahman dan ar-Rahim disebut dalam basmalah dan kembali hadir setelah ayat alhamdulillahi rabbil ‘alamin dalam Surah Al-Fatihah, sehingga pengulangannya penting untuk dipahami secara lebih mendalam.

Makna Ar-Rahman dan Ar-Rahim dalam Al-Fatihah

Saad menjelaskan bahwa ar-Rahman dan ar-Rahim termasuk al-Asmaul Husna. Dalam bahasa Indonesia, kedua nama tersebut umumnya diterjemahkan sebagai Maha Pengasih dan Maha Penyayang, meskipun terjemahan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan keluasan makna dalam bahasa Arab.

Baca juga: Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya

Menurutnya, bahasa Arab memiliki kekayaan kosakata yang sangat besar. Karena itu, sejumlah kata Arab dapat mengalami penyempitan atau perubahan makna ketika diterjemahkan ke bahasa lain.

Ia mencontohkan kata zalim yang telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia, tetapi penggunaannya mengalami pergeseran dari makna yang terdapat dalam bahasa Arab.

Kekayaan Bahasa Arab dalam Al-Qur’an

Kekayaan bahasa Arab tersebut, kata Saad, menjadi salah satu konteks Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab.

Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an yang sesungguhnya merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., sedangkan teks dalam bahasa lain merupakan hasil terjemahan atau penafsiran terhadap makna Al-Qur’an.

“Seluruh terjemahan dalam bahasa apa pun itu harus disebut sebagai terjemahan Al-Qur’an, bukan Al-Qur’an itu sendiri,” tegasnya.

Ar-Rahman, Rahmat Allah untuk Seluruh Makhluk

Saad kemudian menjelaskan perbedaan cakupan ar-Rahman dan ar-Rahim. Menurutnya, ar-Rahman menggambarkan Allah sebagai Zat yang memiliki rahmat luas dan meliputi seluruh makhluk.

Rahmat ar-Rahman diberikan dalam kehidupan dunia kepada semua makhluk, baik yang beriman maupun yang tidak beriman.

“Rahmat Allah itu dalam konteks diberikan kepada semua makhluk-Nya dalam kehidupan dunia ini,” ujarnya.

Saad menggambarkan keluasan rahmat tersebut melalui berbagai fenomena kehidupan.

Salah satunya terlihat dari kasih sayang induk ayam kepada anaknya yang merupakan bentuk rahmat Allah yang ditanamkan dalam diri makhluk.

Ketika anak ayam baru menetas, induknya secara naluriah akan berhati-hati agar tidak menginjak anaknya.

Perilaku tersebut menjadi gambaran sederhana mengenai bagaimana rahmat Allah hadir dalam kehidupan makhluk.

Gambaran Nikmat Allah Tidak Terhitung

Rahmat Allah di dunia, lanjut Saad, begitu luas sehingga manusia tidak akan mampu menghitung seluruh nikmat yang diterimanya.

Ia mengutip firman Allah dalam Surah Ibrahim ayat 34, wa in ta‘uddu ni‘matallahi la tuhṣuha, yang menegaskan bahwa manusia tidak mampu menghitung nikmat Allah.

Nikmat berupa tubuh yang memungkinkan manusia bernapas, jantung yang terus bekerja, serta berbagai nikmat lain di dalam dan di luar diri manusia merupakan bagian dari rahmat Allah yang kerap luput dari kesadaran.

“Kalau kalian menghitung nikmat Allah, itu tidak mungkin kemudian orang bisa menghitungnya,” katanya.

Saad juga menjelaskan bahwa ar-Rahman secara khusus merupakan nama Allah sehingga tidak digunakan sebagai nama manusia secara langsung.

Penggunaannya dapat ditemukan dalam bentuk nama seperti Abdurrahman, yang berarti hamba dari Ar-Rahman.

Ar-Rahim dan Rahmat Allah di Akhirat

Jika ar-Rahman menggambarkan rahmat Allah yang meliputi seluruh makhluk di dunia, Saad menjelaskan bahwa ar-Rahim memiliki cakupan yang lebih khusus.

Ia mengaitkan ar-Rahim dengan rahmat Allah yang diberikan kepada orang-orang beriman, terutama dalam kehidupan akhirat.

Saad menyebut bahwa jika rahmat Allah di dunia digambarkan secara kuantitatif, bagian tersebut hanya sekitar satu persen.

Sementara sebagian besar rahmat Allah, yang ia gambarkan sebagai 99 persen, diperuntukkan bagi kehidupan akhirat.

“Ar-Rahim, Allah Maha Pengasih dengan rahmat-Nya yang sangat dahsyat itu dalam kehidupan akhirat,” jelasnya.

Rahmat tersebut, menurut Saad, mencakup ampunan Allah, masuk surga, terbebas dari neraka, hingga kesempatan untuk bertemu dengan Allah.

Karena itu, kehidupan seorang mukmin tidak hanya berorientasi pada kehidupan dunia, tetapi juga pada rahmat Allah di akhirat.

Gambaran Besarnya Rahmat Allah di Akhirat

Saad memberikan gambaran mengenai kehidupan akhirat dengan membandingkannya dengan pengalaman manusia di dunia.

Seseorang yang selama hidup mengalami berbagai kesulitan, kemudian memperoleh ampunan Allah dan masuk surga, akan merasakan kenikmatan yang begitu besar hingga penderitaan dunia seolah tidak pernah dialaminya.

Saad mengutip gambaran bahwa ketika orang tersebut ditanya apakah pernah mengalami penderitaan di dunia, ia akan menjawab tidak pernah.

Hal itu bukan berarti ia benar-benar tidak pernah mengalami penderitaan, tetapi dahsyatnya kenikmatan surga membuat seluruh penderitaan dunia tidak lagi berarti.

Sebaliknya, orang yang selama hidup di dunia menikmati berbagai kebahagiaan tetapi kemudian masuk neraka akan mengalami keadaan yang berlawanan.

Kenikmatan dunia yang pernah dirasakannya seakan hilang dari ingatan karena dahsyatnya azab akhirat.

Saad Ibrahim Ingatkan Pentingnya Mensyukuri Iman

Dari penjelasan mengenai ar-Rahman dan ar-Rahim tersebut, Saad mengajak umat Islam untuk mensyukuri nikmat iman. Menurutnya, iman memiliki kedudukan penting karena menjadi jalan bagi seseorang untuk memperoleh rahmat Allah di akhirat.

“Berbahagialah kita yang beriman,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa iman sekecil apa pun tetap memiliki nilai di hadapan Allah. Namun, keimanan tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan melalui amal saleh dan usaha untuk terus berbuat baik.

Karena manusia tidak luput dari kesalahan, Saad juga mengingatkan pentingnya istigfar dan memohon ampun kepada Allah.

Ketika seorang mukmin melakukan kesalahan, kemudian menyadarinya, bertobat, dan memohon ampun, ia memiliki harapan memperoleh ampunan dan rahmat Allah.

“Kalau kemudian kita berbuat tidak baik, lalu kita istigfar, minta ampun kepada Allah, lalu diampuni oleh Allah, maka urusan kita akan selesai,” ujarnya.

Pemahaman terhadap ar-Rahman dan ar-Rahim membantu umat Islam melihat luasnya rahmat Allah dalam kehidupan dunia sekaligus kehidupan akhirat.

Rahmat Allah di dunia hadir melalui berbagai nikmat yang dirasakan seluruh makhluk, sedangkan rahmat-Nya di akhirat menjadi harapan besar bagi orang-orang beriman.

Karena itu, Saad mengingatkan pentingnya menjaga iman, memperbanyak amal saleh, dan tidak berhenti memohon ampun kepada Allah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
 Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Aktual
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
Aktual
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Aktual
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Aktual
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Aktual
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Aktual
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Aktual
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Aktual
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Aktual
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Aktual
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Aktual
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar