Penulis
KOMPAS.com – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tak hanya menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin. Perhelatan akbar yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, itu juga membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat.
Salah satunya dirasakan Ahmad Arif Alwan (31), pemilik usaha konveksi di Perum Denanyar Indah, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Sejak Pondok Pesantren Bahrul Ulum resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU, usahanya kebanjiran pesanan.
Suara mesin produksi di tempat usaha Alwan nyaris tak berhenti. Tumpukan kain, kaos, tas, handuk, hingga jersey silih berganti masuk ke meja produksi.
Baca juga: Jelang Muktamar NU, KH Cholil Nafis: Ini Muktamar Riang Gembira dan Berkeadaban
Sebagian produk telah selesai dikerjakan, sementara lainnya masih dalam proses sablon, jahit, hingga pengepakan.
Bagi Alwan, kondisi tersebut menjadi pemandangan yang berbeda dibandingkan hari-hari biasa. Mendekati pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, pesanan merchandise bertema muktamar berdatangan hampir tanpa jeda.
“Alhamdulillah, menjelang Muktamar ke-35 NU ini pesanan meningkat cukup signifikan. Omzetnya bisa mencapai sekitar Rp150 juta,” ujar Alwan dikutip dari rilis resmi panitia Muktamar ke-35 NU.
Usaha konveksi yang dirintis Alwan sejak 2016 itu kini memasuki periode paling sibuk. Aktivitas produksi meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal.
Sebanyak 11 pekerja turut berjibaku menyelesaikan berbagai pesanan. Produk yang dikerjakan beragam, mulai dari kaos, tas, handuk, hingga jersey.
Pesanan tersebut datang untuk memenuhi kebutuhan peserta maupun masyarakat yang ingin memiliki merchandise sebagai buah tangan dari perhelatan besar NU di Jombang.
Salah satu produk yang paling banyak diminati adalah kaos bertema Muktamar ke-35 NU.
Hingga Rabu (19/8/2026), Alwan menyebut sekitar 2.000 kaos bertema muktamar telah diproduksi.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah mengingat pelaksanaan muktamar baru akan berlangsung beberapa hari lagi.
“Kalau dibandingkan hari biasa, omzet sekarang bisa naik sekitar tiga kali lipat. Momentum Muktamar ini sudah cetak 2 ribu kaos. Padahal muktamar masih satu pekan lagi,” katanya.
Harga produk yang dikerjakan Alwan bervariasi. Kaos dipasarkan sekitar Rp70.000 per potong. Sementara produk lainnya berada di kisaran Rp65.000 hingga Rp120.000, bergantung pada jenis dan spesifikasi pesanan.
Lonjakan permintaan membuat ritme kerja di tempat konveksi tersebut berubah. Jika biasanya produksi dapat dilakukan dengan lebih longgar, kini setiap pesanan harus dikejar agar selesai sesuai tenggat waktu.
Alwan bukan pemain baru dalam bisnis konveksi. Hampir satu dekade, ia membangun usahanya secara bertahap sejak 2016.
Namun, pelaksanaan Muktamar ke-35 NU memberikan momentum yang berbeda. Kehadiran peserta dan penggembira dari berbagai daerah ke Jombang turut menciptakan permintaan terhadap berbagai kebutuhan pendukung kegiatan.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari perhelatan akbar NU.
Bagi Alwan, berkah tersebut terasa semakin istimewa karena dirinya merupakan alumni santri Tambakberas.
Baca juga: Muktamar Bukan Arena Menang-Kalah, Kiai Sepuh Ingatkan Adab Bermusyawarah
Ia merasa bangga karena usaha yang dibangunnya dapat ikut mengambil bagian dalam menyambut agenda besar NU yang digelar di lingkungan pesantren tempatnya pernah menimba ilmu.
“Alhamdulillah, sebagai alumni santri Tambakberas kami ikut bangga. Semoga muktamar berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang terbaik,” tutur Alwan.
Muktamar ke-35 NU pun tak hanya menjadi forum organisasi bagi para ulama dan warga Nahdliyin. Di tengah persiapan pelaksanaannya, perhelatan tersebut juga menghadirkan perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk UMKM yang memproduksi berbagai kebutuhan peserta dan merchandise muktamar.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT