KOMPAS.com - Mengajarkan adab kepada orangtua merupakan fondasi utama pendidikan akhlak dalam Islam. Sebelum anak mengenal banyak ilmu, ia perlu dibiasakan menghormati ayah dan ibu sebagai bentuk syukur atas kasih sayang, pengorbanan, dan pendidikan yang mereka berikan sejak lahir.
Al-Qur'an menempatkan perintah berbuat baik kepada orangtua tepat setelah perintah mentauhidkan Allah. Ini menunjukkan bahwa birrul walidain atau berbakti kepada kedua orangtua bukan sekadar sopan santun, melainkan ibadah yang memiliki kedudukan sangat tinggi dalam syariat.
Pendidikan adab tidak lahir dari ceramah semata, melainkan dari kebiasaan yang dilakukan setiap hari. Mengucapkan salam ketika pulang, mencium tangan orangtua, meminta izin sebelum pergi, mendengarkan ketika mereka berbicara, hingga mengucapkan terima kasih merupakan latihan akhlak yang sederhana namun berdampak besar.
Baca juga: Tiga Golongan Manusia dalam Surat Al-Fatihah, Kita Termasuk yang Mana?
Semakin dini anak dibiasakan menghormati orangtua, semakin kuat karakter santun, rendah hati, dan penuh syukur yang tumbuh dalam dirinya. Inilah nilai birrul walidain yang menjadi salah satu ajaran paling utama dalam Islam: menghormati kedua orangtua sebagai bentuk ketaatan kepada Allah sekaligus bekal membangun keluarga yang penuh kasih sayang.
Berikut lima adab anak kepada orangtua yang penting ditanamkan sejak usia dini berdasarkan Al-Qur'an dan hadis sahih.
Adab pertama yang harus diajarkan adalah menjaga ucapan. Anak perlu dibiasakan berbicara sopan, tidak membentak, tidak memotong pembicaraan, dan memilih kata-kata yang baik ketika berkomunikasi dengan orangtua.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 23:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Wa qaḍā rabbuka allā ta‘budū illā iyyāhu wa bil-wālidayni iḥsānā. Immā yablughanna ‘indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā falā taqullahumā uffin wa lā tanharhumā wa qullahumā qaulan karīmā.
Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, jangan membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS Al-Isra: 23)
Ayat ini menegaskan bahwa bahkan ucapan yang menunjukkan rasa jengkel pun dilarang. Karena itu, adab berbicara dengan lembut perlu dibangun sejak anak masih kecil melalui kebiasaan sehari-hari.
Menghormati orangtua berarti mendengarkan nasihat, menaati perintah yang baik, serta tidak bersikap kasar ketika berbeda pendapat. Ketaatan kepada orangtua menjadi bagian dari akhlak seorang Muslim selama tidak bertentangan dengan ajaran Allah.
Allah SWT berfirman dalam Surah Luqman ayat 14:
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ ۖ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Wa waṣṣainal-insāna biwālidaihi ḥamalat-hu ummuhu wahnan ‘alā wahnin wa fiṣāluhu fī ‘āmaini anisykur lī wa liwālidaika ilayyal-maṣīr.
Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqman: 14)
Ayat ini mengajarkan bahwa rasa hormat kepada orangtua tumbuh dari kesadaran atas besarnya pengorbanan mereka, bukan semata karena kewajiban sosial.
Rasulullah SAW memberikan kedudukan yang sangat istimewa kepada seorang ibu. Hal ini penting diajarkan agar anak memahami besarnya jasa ibu yang mengandung, melahirkan, dan merawatnya.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
أُمُّكَ، ثُمَّ أُمُّكَ، ثُمَّ أُمُّكَ، ثُمَّ أَبُوكَ
Ummuka, tsumma ummuka, tsumma ummuka, tsumma abūka.
Artinya: “Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, lalu ayahmu.” (Sahih al-Bukhari No. 5971; Sahih Muslim No. 2548)
Hadis ini bukan berarti mengurangi kedudukan ayah, melainkan menegaskan besarnya hak seorang ibu atas bakti anak karena pengorbanan yang luar biasa sejak masa kehamilan hingga membesarkan anak.
Anak dapat diajarkan mengungkapkan terima kasih, membantu pekerjaan rumah, dan memperhatikan kondisi ibunya sebagai bentuk penghormatan sehari-hari.
Salah satu adab yang paling mudah diamalkan adalah mendoakan kedua orangtua. Doa ini berlaku baik ketika mereka masih hidup maupun setelah wafat sebagai bentuk bakti yang tidak terputus.
Allah SWT mengajarkan doa tersebut dalam Surah Al-Isra ayat 24:
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Rabbi irḥamhumā kamā rabbayānī ṣaghīrā.
Artinya: “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku ketika kecil.” (QS Al-Isra: 24)
Membiasakan doa ini setelah sholat atau sebelum tidur membantu anak memahami bahwa cinta kepada orangtua tidak hanya diwujudkan melalui perkataan, tetapi juga melalui doa yang tulus kepada Allah.
Berbakti kepada orangtua tidak selalu berupa pemberian materi. Anak dapat menunjukkan kasih sayang dengan membantu pekerjaan rumah, menemani orangtua berbicara, mendengarkan nasihat mereka, serta menjaga sikap agar tidak menyakiti hati keduanya.
Baca juga: Belajar dari Cek Rp 3 Miliar, Apakah Suami Harus Ganti Mahar Rusak?
Rasulullah SAW bersabda:
رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
Riḍar-rabbi fī riḍal-wālidi wa sakhaṭur-rabbi fī sakhaṭil-wālidi.
Artinya: “Keridhaan Allah bergantung pada keridhaan orangtua, dan kemurkaan Allah bergantung pada kemurkaan orangtua.” (Jami' at-Tirmidzi No. 1899)
Hadis tersebut mengingatkan bahwa membahagiakan orangtua bukan sekadar akhlak terpuji, tetapi juga menjadi jalan meraih ridha Allah SWT.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.