Editor
KOMPAS.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama, tenaga pendidik, hingga tokoh agama dan santri, untuk menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Ajakan ini disampaikan di Jakarta pada Jumat (2/10/2026) sebagai bagian dari upaya pemerintah mendata penerima bantuan sosial agar tepat sasaran serta mendukung program perlindungan sosial nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menag Nasaruddin Umar menyatakan bahwa kepedulian sosial merupakan panggilan iman dan wujud persaudaraan yang diajarkan oleh seluruh agama.
Baca juga: Kemenag Dukung Percepatan Pendaftaran Perlinsos 2027, Libatkan Penyuluh dan Penghulu
"Mari bergerak bantu sesama. Jangan biarkan ada tetangga kita yang terpuruk karena kemiskinan ekstrem, sakit, atau putus sekolah tanpa ada perhatian dari kita," tegas Menag dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/10/2026).
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh jajaran Kementerian Agama, termasuk guru, dosen, penyuluh, penghulu, pembimas, kiai, hingga santri, untuk hadir sebagai agen Perlinsos.
Mereka diharapkan memberikan pendampingan masyarakat dalam melakukan pendataan dengan landasan ikhlas, jujur, dan penuh dedikasi demi menjaga kemaslahatan umat serta martabat kemanusiaan.
Siapa pun dapat menjadi Agen Perlinsos untuk memastikan semua warga yang berhak menerima bantuan sosial tercatat dan tidak terlewat.
Agen bertugas mencari masyarakat miskin, masyarakat rentan, dan warga berkebutuhan khusus, lalu mendaftarkan mereka melalui portal Perlinsos Digital Agen.
Berikut langkah menjadi agen Perlinsos:
1. Pastikan Anda mempunyai Identitas Kependudukan Digital (IKD)
2. Buka Portal Perlinsos Digital Agen (agent-perlinsos.kemensos.go.id)
3. Klik Daftar Menjadi Agen
4. Lengkapi data diri dan lakukan verifikasi wajah
Baca juga: Agen Perlinsos: Cara Daftar, Syarat, dan Perannya dalam Pendataan Bansos
5. Setujui Pernyataan Komitmen Agen
6. Selesai dan kamu resmi menjadi Agen Perlinsos.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.