Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ekonom Soroti Dana Haji yang Keluar dari Ekosistem Syariah saat Belanja

Kompas.com, 6 Oktober 2026, 15:51 WIB
Reni Susanti

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom syariah Adiwarman Azwar Karim mendorong penguatan penggunaan dana haji agar perputarannya tetap berada dalam ekosistem keuangan syariah, mulai dari penghimpunan hingga pembayaran layanan bagi jemaah.

Menurut Adiwarman, penghimpunan dan pengelolaan dana haji telah berjalan sesuai prinsip syariah. Namun, sebagian aliran dana keluar dari ekosistem tersebut ketika digunakan untuk membiayai penyelenggaraan haji.

“Begitu kita pakai uangnya untuk persiapan pra-haji dan pasca-haji di dalam negeri, ini uangnya keluar dari ekosistem syariah,” ujar Adiwarman dalam Seminar Nasional Ekonomi Syariah di Jakarta. 

“Belum lagi tahap tiga ketika uang ini digunakan untuk belanja tiket pesawat terbang, akomodasi, dan katering di luar negeri,” lanjutnya dikutip dari MUI Digital, Selasa (6/10/2026). 

Baca juga: Kemenhaj Catat 189 Pengaduan, Ada Dugaan Penipuan Dana Haji dan Umrah

Tantangan pada tahap penggunaan dana

Adiwarman membagi alur pengelolaan dan penggunaan dana haji menjadi tiga tahap.

Tahap pertama mencakup penghimpunan dana dari calon jemaah dan pengelolaannya oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Ia menilai tahap ini telah berjalan baik dan memenuhi prinsip syariah.

Tahap kedua adalah penggunaan dana untuk membiayai kebutuhan persiapan, pelaksanaan, serta kepulangan jemaah di dalam negeri.

Adapun tahap ketiga mencakup pembayaran layanan di luar negeri, antara lain tiket pesawat, akomodasi, dan katering di Arab Saudi.

Menurut Adiwarman, tantangan pada dua tahap terakhir perlu mendapat perhatian agar besarnya dana yang dikelola dapat memberikan dampak lebih optimal bagi pertumbuhan ekosistem keuangan syariah.

Baca juga: BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70 Persen Ditempatkan di Sukuk Negara

Dorong jaringan perbankan syariah di Arab Saudi

Untuk memperkuat kesinambungan transaksi tersebut, Adiwarman mendorong perluasan jaringan perbankan syariah Indonesia di luar negeri.

Salah satu langkah yang ia harapkan adalah pembukaan kantor cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) di Arab Saudi.

“Kita harapkan mudah-mudahan Bank Syariah Indonesia cepat-cepat buka cabang di Saudi Arabia, sehingga dananya muter-muter saja di ekosistem syariah,” katanya.

Menurutnya, keberadaan jaringan perbankan syariah di negara tujuan haji dapat mendukung transaksi pembayaran layanan jemaah sekaligus memperkuat perputaran dana dalam ekosistem tersebut.

“Jika dana haji ini bisa muter di ekosistem syariah, maka pertumbuhan sistem keuangan syariah kita akan jauh lebih cepat mengikuti besarnya dana yang dikelola,” ujar Adiwarman.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar