Editor
KOMPAS.com - Doa qunut menjadi salah satu amalan yang umum dibaca pada shalat Subuh, terutama bagi umat Islam yang mengikuti mazhab Syafi'i.
Meski sering diamalkan, masih banyak yang bertanya mengenai tata cara membaca doa qunut yang benar, khususnya bagi imam saat memimpin shalat berjamaah.
Dalam pelaksanaannya, terdapat perbedaan bacaan antara imam dan makmum yang perlu diperhatikan agar sesuai dengan tuntunan fikih.
Baca juga: Doa Qunut Subuh: Perbedaan Bacaan untuk Imam dan Shalat Sendirian, Jangan Sampai Keliru
Berikut tata cara membaca doa qunut Subuh, lengkap dengan bacaan Arab, latin, arti, serta waktu pelaksanaannya.
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ.
Latin: Allahumma ihdinii fiiman hadait, wa 'aafinii fiiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaik, innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaarakta Rabbanaa wa ta'aalait.
Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah aku kesehatan bersama orang-orang yang Engkau beri kesehatan, peliharalah aku bersama orang-orang yang Engkau pelihara, berkahilah untukku apa yang Engkau berikan, dan lindungilah aku dari kejahatan apa yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang bisa menetapkan terhadap-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau pimpin, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau."
Baca juga: Doa Qunut Nazilah untuk Palestina Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Dalam shalat berjamaah, imam disunnahkan membaca doa qunut dengan suara lantang agar dapat diikuti oleh makmum.
Sementara itu, makmum dianjurkan mengucapkan "amin" pada setiap permohonan yang dibacakan imam.
Namun, ketika bacaan memasuki bagian tsana' atau pujian kepada Allah, yang dimulai dari lafaz "fa innaka taqdhī", makmum dianjurkan membacanya sendiri dengan suara pelan bersamaan dengan imam yang tetap membacanya secara jahr (keras).
Dengan demikian, imam melantunkan seluruh doa qunut dengan suara lantang sebagaimana doa-doa lain yang berisi permohonan rahmat dan perlindungan kepada Allah SWT.
Adapun makmum mengikuti dengan mengucapkan "amin", kecuali pada bagian pujian kepada Allah yang dibaca secara lirih.
Selain bacaan, terdapat adab dalam mengangkat tangan ketika membaca doa qunut. Imam disunnahkan mengangkat kedua tangan sebagaimana saat berdoa pada umumnya.
Posisi telapak tangan juga disesuaikan dengan isi doa. Ketika memohon rahmat, kebaikan, dan keberkahan, telapak tangan menghadap ke atas.
Sementara ketika memohon perlindungan dari musibah atau bala, punggung telapak tangan menghadap ke atas.
Doa qunut dibaca pada rakaat kedua shalat Subuh setelah rukuk, tepatnya ketika posisi i'tidal sebelum sujud.
Dalam shalat berjamaah, imam membacakan doa qunut dengan suara lantang, sedangkan makmum mendengarkan, mengucapkan "amin" pada bagian doa, dan membaca bagian tsana' secara lirih sesuai tuntunan.
Doa qunut Subuh berisi permohonan petunjuk, perlindungan, keberkahan, serta penjagaan dari Allah SWT.
Dengan memahami tata cara membacanya, bacaan Arab, latin, arti, serta adab bagi imam dan makmum, umat Islam dapat mengamalkan doa qunut dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang