Editor
KOMPAS.com - Sholat taubat merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan bagi seorang Muslim yang ingin memohon ampun setelah melakukan dosa atau kesalahan.
Niat sholat taubat dapat dibaca sebelum mengerjakan dua rakaat sholat sebagai bentuk kesungguhan untuk kembali kepada Allah SWT.
Berikut ulasan terkait niat sholat taubat 2 rakaat lengkap beserta tata cara, waktu pelaksanaan, doa, dan dzikir.
Baca juga: Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Niat sholat taubat dibaca sebelum memulai sholat dua rakaat. Berikut bacaan niat sholat taubat dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى.
Latin: Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat shalat sunnah Taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Baca juga: Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Sholat taubat adalah ibadah sunnah yang dikerjakan seorang Muslim setelah melakukan dosa atau maksiat dengan tujuan memohon ampun kepada Allah SWT.
Ibadah ini juga dikenal sebagai sholat istighfar dan menjadi salah satu bentuk kesungguhan seseorang untuk meninggalkan kesalahan serta tidak mengulanginya.
Taubat tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan sholat, tetapi juga harus disertai ketulusan hati untuk meninggalkan dosa dan berusaha tidak kembali melakukan kesalahan yang sama.
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Artinya: “Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertaubat.” (HR. Ibnu Majah)
Shalat taubat adalah shalat yang disunnahkan berdasarkan kesepakatan empat madzhab. Hal ini berdasarkan hadits Abu Bakr Ash Shiddiq, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ
“Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (HR. Tirmidzi no. 406, Abu Daud no. 1521, Ibnu Majah no. 1395.)
Sholat taubat umumnya dilaksanakan sebanyak dua rakaat dan diakhiri satu kali salam. Pelaksanaannya dilakukan dengan niat memohon ampun kepada Allah SWT serta menghadirkan rasa menyesal atas dosa yang telah diperbuat.
Sholat taubat juga dapat dikerjakan dengan jumlah rakaat lebih banyak, yakni empat atau enam rakaat. Jika dilakukan lebih dari dua rakaat, setiap dua rakaat diakhiri dengan salam sehingga seseorang memiliki kesempatan lebih banyak untuk berdoa dan memohon ampun.
Sholat taubat dapat dilakukan kapan saja, baik pada siang maupun malam hari, terutama ketika seseorang menyadari kesalahan dan ingin segera bertaubat. Tidak terdapat keterangan yang membatasi pelaksanaannya pada waktu tertentu.
Bahkan, sholat taubat termasuk sholat yang memiliki sebab sehingga dapat dilakukan ketika waktu sholat sunnah lainnya dilarang. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
وَكَذَلِكَ صَلَاةُ التَّوْبَةِ فَإِذَا أَذْنَبَ فَالتَّوْبَةُ وَاجِبَةٌ عَلَى الْفَوْرِ وَهُوَ مَنْدُوبٌ إلَى أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَتُوبَ كَمَا فِي حَدِيثِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ
“Demikian pula shalat taubat (termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun waktu terlarang untuk shalat). Jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu wajib, yaitu wajib segera dilakukan. Dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan shalat taubat sebanyak dua raka’at. Lalu ia bertaubat sebagaimana keterangan dalam hadits Abu Bakr Ash Shiddiq.”
Waktu terbaik melaksanakan sholat taubat adalah segera setelah menyadari kesalahan dan memiliki keinginan untuk bertaubat. Kesegeraan tersebut menjadi bagian dari kesungguhan seseorang dalam memohon ampun kepada Allah SWT.
Adapun waktu yang paling utama untuk mengerjakan sholat taubat adalah sepertiga malam terakhir, beriringan dengan waktu sholat tahajud. Sebagian besar ulama menganjurkan waktu tersebut karena menjadi waktu yang penuh kekhusyukan untuk bermunajat dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Tata cara sholat taubat pada dasarnya mengikuti pelaksanaan sholat sunnah dua rakaat. Berikut urutannya:
Sebelum sholat dimulai, niatkan dalam hati untuk melaksanakan sholat taubat. Niat dapat diucapkan dalam hati atau dengan lafaz yang telah dicantumkan di atas.
Angkat kedua tangan dan ucapkan "Allahu Akbar" sebagai tanda dimulainya sholat.
Setelah takbiratul ihram, membaca doa iftitah hukumnya sunnah sebelum membaca Al-Fatihah.
Bacalah surat Al-Fatihah dengan khusyuk setelah doa iftitah.
Setelah Al-Fatihah, bacalah surat pendek dari Al-Qur'an pada setiap rakaat. Dianjurkan Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
Lakukan rukuk dengan tuma'ninah, yakni membungkukkan badan hingga punggung rata dan berhenti sejenak dengan tenang.
Bangkit dari rukuk hingga berdiri tegak dengan tenang sebelum melanjutkan gerakan berikutnya.
Lakukan sujud pertama dengan tuma'ninah dengan meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki di lantai.
Bangkit dari sujud pertama dan duduk di antara dua sujud dengan tenang.
Lakukan sujud kedua dengan tuma'ninah sebagaimana sujud pertama.
Setelah sujud kedua, bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua dengan urutan gerakan yang sama seperti rakaat pertama.
Setelah menyelesaikan sujud kedua pada rakaat kedua, duduk dan membaca tasyahud akhir.
Akhiri sholat dengan mengucapkan salam ke arah kanan dan kiri.
Salah satu doa yang dapat dibaca setelah sholat taubat adalah lafal taubat Nabi Adam as dan Siti Hawa. Pengakuan kesalahan keduanya tersebut diabadikan dalam Surat Al-A‘raf.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Latin: Rabbanā zhalamnā anfusanā. Wa illam taghfir lanā wa tarhamnā, lanakūnanna minal khāsirīna.
Artinya: Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri sendiri. Jika Kau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk hamba-Mu yang merugi (Surat Al-A‘raf ayat 23).
Nabi Muhammad saw seperti diriwayatkan oleh sahabat Abu Musa Al-Asy‘ari membaca doa berikut ini.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيْئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي؛ وَخَطَئِي وَعَمْدِي؛ وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Latin: Allāhummaghfir lī khathī’atī wa jahlī, wa isrāfī fī amrī, wa mā anta a‘lamu bihī minnī. Allāhummaghfir lī jiddī wa hazlī, wa khatha’ī wa ‘amdī. Wa kullu dzālika ‘indī. Allāhummaghfir lī mā qadamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu, wa mā a‘lantu, wa mā anta a‘lamu bihī minnī. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru, wa anta ‘alā kulli syai’in qadīrun.
Artinya: Tuhanku, ampuni lah kekeliruan dan kebodohanku, kelewatan batas ku dalam sebuah hal, dan dosaku yang mana Kau lebih tahu dariku. Tuhanku, ampuni lah dosaku dalam serius dan gurauan ku, kekeliruan dan kesengajaan ku. Apa pun itu semua berasal dariku. Tuhanku, ampuni lah dosaku yang terdahulu dan terkemudian, dosa yang ku sembunyikan dan ku nyatakan, dan dosa yang mana Kau lebih tahu dariku. Kau maha terdahulu. Kau maha terkemudian. Kau maha kuasa atas segala sesuatu (HR Bukhari dan Muslim).
Setelah melaksanakan sholat taubat dan membaca doa, seorang Muslim dianjurkan membaca lafal yang disebut sebagai sayyidul istighfar. Bacaan tersebut berisi pengakuan atas keesaan Allah, pengakuan terhadap nikmat-Nya, serta permohonan ampun atas dosa.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.
Artinya: Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakan ku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuan ku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang ku perbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampuni lah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.
Taubat yang sungguh-sungguh tidak hanya dilakukan dengan mengucapkan istighfar atau melaksanakan sholat taubat. Ada kesungguhan untuk meninggalkan kemaksiatan dan memperbaiki diri setelah menyadari kesalahan yang telah dilakukan.
Pertama, seseorang harus menyatakan tidak mau lagi melakukan kemaksiatan yang sebelumnya menjadi kebiasaan.
Kedua, ia harus berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Ketiga, ia harus mencabut diri dari perbuatan itu atau berhenti secara total.
Taubatan nasuha menjadi bentuk taubat yang ideal karena menunjukkan kesungguhan seseorang untuk meninggalkan dosa, bukan sekadar bertaubat lalu kembali mengulangi kesalahan yang sama. Karena itu, taubat perlu disertai upaya nyata untuk menghentikan perbuatan maksiat dan memperbaiki diri.
Ada beberapa keutamaan dan hikmah yang didapat ketika melaksanakan sholat taubat, antara lain:
1. Untuk mendapat ampunan dari Allah SWT
Salah satu keutamaan sholat taubat adalah menjadi sarana memohon ampun atas dosa yang telah dilakukan. Rasulullah SAW bersabda:
"Seorang hamba yang berbuat dosa, kemudian ia bersuci dan melaksanakan shalat, lalu memohon ampun kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosanya." Setelah menyampaikan sabda tersebut, Rasulullah SAW membacakan firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 135:
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَـٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ ۖ وَمَن يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Artinya: "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosanya itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali Imran: 135)
Sholat taubat juga menjadi salah satu bentuk kesungguhan seorang Muslim untuk kembali kepada Allah SWT. Allah SWT menyukai hamba-hamba-Nya yang bertaubat dan membersihkan diri dari dosa, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 222:
إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)
Selain memohon ampunan, taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh menjadi jalan menuju rahmat dan janji Allah SWT. Dalam surat At-Tahrim ayat 8, Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk melakukan taubat yang sungguh-sungguh:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةًۭ نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang tulus. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan-mu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (QS. At-Tahrim: 8)
Pada rakaat kedua sholat taubat dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas setelah Surat Al-Fatihah. Sementara pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun.
Niat sholat taubat dilakukan sebelum memulai sholat dua rakaat. Sholat ini dapat dikerjakan ketika seseorang menyadari kesalahan dan ingin segera bertaubat kepada Allah SWT.
Sholat taubat dapat dilakukan siang ataupun malam. Waktu yang utama adalah ketika seseorang segera menyadari dosa dan ingin bertaubat, sedangkan sepertiga malam terakhir disebut sebagai waktu yang paling utama untuk bermunajat dan memohon ampun.
Sholat taubat boleh dilakukan lebih dari sekali dalam sehari. Mengulang shalat taubat pada hari yang sama bukan hanya dibolehkan, tetapi justru dianjurkan jika dosa yang dilakukan terjadi lebih dari sekali.
Hal ini karena shalat taubat termasuk ibadah yang disyariatkan sebagai respon terhadap dosa yang dilakukan. Karena itu, setiap kali melakukan kesalahan, seseorang dianjurkan untuk segera kembali kepada Allah melalui shalat taubat meskipun dilakukan beberapa kali dalam satu hari.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT