Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Minum Air Zam Zam: Arab, Latin, Arti, Adab, dan Keutamaannya

Kompas.com, 3 September 2026, 15:41 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Air Zamzam menjadi salah satu karunia Allah SWT yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.

Jamaah haji dan umrah dianjurkan meminumnya dengan niat baik serta memperbanyak doa untuk memohon berbagai kebaikan dunia dan akhirat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah bacaan doa minum air Zam Zam yang kerap diamalkan oleh umat Islam dengan tujuan untuk mendapat keberkahan.

Baca juga: Tradisi Tahunan Dimulai, Kabah Dicuci dengan Air Zamzam dan Air Mawar pada 15 Muharram 1448 H

Doa Minum Air Zam Zam Arab, Latin, dan Artinya

Dilansir dari laman MUI, ada sejumlah doa yang dianjurkan dibaca ketika minum Air Zamzam. Di antaranya adalah doa yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA, doa yang disebutkan Imam an-Nawawi, serta doa yang dituturkan Syekh Khatib asy-Syirbini.

Baca juga: 8 Adab Minum Air Zamzam yang Dianjurkan Ulama, dari Menghadap Kiblat hingga Membaca Hamdalah

Doa dari Abdullah bin Abbas RA

Doa pertama berasal dari sahabat Abdullah bin Abbas RA dan diriwayatkan Imam ad-Daraquthni dalam kitab Sunan-nya. Isi doa tersebut mencakup permohonan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari berbagai penyakit.

Berikut lafaz doa minum Air Zamzam tersebut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Latin: Allahumma innī as’aluka ‘ilman nāfi’an, wa rizqan wāsi’an, wa syifā’an min kulli dā’in.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.” (Sunan ad-Daraquthni [Beirut: Muassasah ar-Risalah], vol. 3, h. 353)

Doa ini banyak dikenal sebagai salah satu bacaan saat minum Air Zamzam karena mencakup tiga permohonan penting, yakni ilmu yang bermanfaat, kelapangan rezeki, dan kesehatan.

Doa yang Dianjurkan Imam an-Nawawi

Doa berikutnya disebutkan Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar. Bacaan ini singkat dan secara khusus memuat permohonan kesembuhan kepada Allah SWT melalui Air Zamzam.

Lafaz doanya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إني أشربهُ مُسْتَشْفِيًا بِهِ فَاشْفِني

Latin: Allahumma innī asyrabuhu mustasyfiyan bihī fasyfinī.

Artinya: “Ya Allah, aku meminumnya untuk memohon kesembuhan, maka sembuhkanlah aku.” (Al-Adzkar an-Nawawi [Beirut: Dar Ibn Hazm], vol. 1, h. 348)

Doa tersebut menunjukkan bahwa Air Zamzam dapat dijadikan sarana atau wasilah untuk memohon kesembuhan. Adapun yang memberikan kesembuhan tetap Allah SWT, sedangkan Air Zamzam menjadi salah satu wasilahnya.

Doa dari Syekh Khatib asy-Syirbini

Syekh Khatib asy-Syirbini (wafat 977 H) juga menuturkan doa yang dapat dibaca ketika meminum Air Zamzam. Doa ini memuat pengakuan terhadap hadis Nabi SAW mengenai keutamaan Air Zamzam sekaligus permohonan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Lafaz doanya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إنَّهُ قَدْ بَلَغَنِي عَنْ نَبِيِّك أَنَّهُ قَالَ مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ، وَأَنَا أَشْرَبُهُ لِسَعَادَةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللَّهُمَّ، فَافْعَلْ

Latin: Allahumma innahu qad balaghanī ‘an nabiyyika annahu qāla mā’u Zamzama limā syuriba lahu, wa anā asyrabuhu lisa’ādati ad-dunyā wal-ākhirah. Allāhumma faf’al.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sungguh telah sampai padaku hadits dari nabi-Mu, ia bersabda, Air zamzam bermanfaat sesuai tujuan diminumnya, dan aku meminumnya untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ya Allah, terimalah.” (Mughni al-Muhtaj [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 2, h. 282)

Doa tersebut mengarahkan seorang Muslim untuk tidak hanya memohon kebutuhan dunia, tetapi juga mengharapkan kebahagiaan di akhirat.

Dalil dan Hadis tentang Air Zam Zam

Keistimewaan Air Zamzam antara lain dikaitkan dengan niat dan tujuan orang yang meminumnya. Rasulullah SAW bersabda:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

Artinya: “Air zamzam sesuai dengan apa yang diniatkan peminumnya.” (HR Ibn Majah)

Hadis tersebut menjadi dasar bagi umat Islam untuk menghadirkan niat yang baik dan memperbanyak doa ketika minum Air Zamzam. Para ulama sejak generasi salaf juga menjadikan momen tersebut sebagai kesempatan memohon berbagai kebaikan untuk urusan dunia dan akhirat.

Imam an-Nawawi (wafat 676 H) menjelaskan bahwa sejumlah ulama terdahulu meminum Air Zamzam untuk berbagai hajat besar dan kemudian memperoleh apa yang mereka harapkan. Karena itu, beliau menganjurkan agar Air Zamzam diminum dengan niat memohon ampunan, kesembuhan, keberkahan ilmu, rezeki, dan berbagai kebaikan lainnya:

وَقَدْ شَرِبَ جَمَاعَةٌ مِنَ العُلَمَاءِ مَاءَ زَمْزَمَ لِمَطَالِبٍ لَهمْ جَلِيلَةٍ فَنَالُوْهَا، فَيُسْتَحَبُّ لِمَنْ أَرَادَ الشُّرْبَ لِلْمَغْفِرَةِ أَوْ الشِّفَاءِ مِنْ مَرَضٍ وَنَحْوِهِ

“Para ulama meminum Air Zamzam untuk berbagai hajat dan tujuan besar yang mereka inginkan, lalu mereka memperoleh apa yang mereka harapkan. Karenanya, disunnahkan bagi orang yang ingin meminumnya dengan niat memohon ampunan, kesembuhan dari penyakit, atau tujuan-tujuan baik lainnya.” (Al-Idloh Fi Manasik al-Hajj wa al-Umrah [Beirut: Dar al-Basyair al-Islamiyah], vol 1, h. 401)

Adab Minum Air Zam Zam Sesuai Sunnah

Ada sejumlah adab yang disebutkan para ulama ketika meminum Air Zamzam. Jika diminum di Tanah Suci, maka ketentuan tersebut antara lain menghadap Ka’bah, membaca basmalah, meminumnya dengan tiga kali tarikan napas, minum hingga kenyang, memperbanyak doa, serta memuji Allah SWT setelah selesai.

Cara Memohon Hajat saat Minum Air Zam Zam

Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah menjelaskan beberapa adab minum Air Zamzam yang dianjurkan oleh para fuqaha. Di antaranya menghadap Ka’bah, menyebut nama Allah SWT, bernapas tiga kali ketika minum, minum hingga kenyang, memperbanyak doa, dan memuji Allah setelah selesai.

لِلشُّرْبِ مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ آدَابٌ، عَدَّهَا بَعْضُ الْفُقَهَاءِ مِنَ السُّنَنِ أَوِ الْمَنْدُوبَاتِ أَوِ الْمُسْتَحَبَّاتِ، مِنْهَا... إِذَا شَرِبْتَ مِنْهَا فَاسْتَقْبِل الْكَعْبَةَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى، وَتَنَفَّسْ ثَلاَثًا مِنْ زَمْزَمَ، وَتَضَلَّعْ مِنْهَا، فَإِذَا فَرَغْتَ فَاحْمَدِ اللَّهَ تَعَالَى .وَمِنْهَا: أَنْ يَنْظُرَ إِلَى الْبَيْتِ فِي كُل مَرَّةٍ يَتَنَفَّسُ مِنْ زَمْزَمَ، وَيَنْضَحُ مِنَ الْمَاءِ عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَصَدْرِهِ، وَيُكْثِرُ مِنَ الدُّعَاءِ عِنْدَ شُرْبِهِ، وَيَشْرَبُهُ لِمَطْلُوبِهِ فِي الدُّنْيَا وَالآْخِرَةِ

“Meminum Air Zamzam memiliki beberapa adab yang oleh sebagian fuqaha dikategorikan sebagai sunnah, anjuran, atau amalan yang dianjurkan. Di antaranya ialah: Apabila engkau meminum Air Zamzam, maka menghadaplah ke Ka’bah, sebutlah nama Allah Ta’ala, bernapaslah tiga kali ketika meminumnya, minumlah hingga kenyang, dan apabila telah selesai maka pujilah Allah Ta’ala. Di antara adab lainnya adalah memandang Ka’bah setiap kali berhenti untuk bernapas saat minum Zamzam, memercikkan sebagian airnya ke kepala, wajah, dan dada, memperbanyak doa ketika meminumnya, serta meminumnya dengan niat memperoleh berbagai kebaikan yang diharapkan, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.” (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah [Mesir: Dar as-Shafwah], vol. 24, h. 14)

Dengan demikian, meminum Air Zamzam dapat menjadi momen untuk menghadirkan niat dan memanjatkan doa atas berbagai kebutuhan. Permohonan tersebut dapat mencakup urusan dunia maupun akhirat.

Keutamaan Air Zam Zam dalam Islam

Air Zamzam memiliki sejumlah keutamaan yang dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW dan keterangan para ulama. Berikut enam keutamaan Air Zamzam yang disebutkan dalam berbagai sumber tersebut.

1. Mengandung Keberkahan

Salah satu keutamaan Air Zamzam adalah keberkahannya. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ

Artinya: “Sesungguhnya Air Zamzam adalah air yang diberkahi. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan.” (HR Muslim)

Imam asy-Syaukani (wafat 1250 H) menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan anjuran meminum Air Zamzam untuk memperoleh keberkahan dan keutamaannya, bukan hanya untuk menghilangkan dahaga.

وَفِي الْحَدِيثِ اسْتِحْبَابُ الشُّرْبِ مِنْ مَاءِ زَمْزَمِ، وَأَنَّ الشُّرْبَ لِلْفَضِيلَةِ لَا لِلْحَاجَةِ

“Dalam hadis tersebut terdapat anjuran untuk meminum Air Zamzam, dan bahwa meminumnya dilakukan untuk memperoleh keutamaan, bukan semata-mata karena kebutuhan.” (Nail al-Author Syarh Muntaqa al-Akhbar [KSA: Dar Ibn al-Jauzi], vol. 9, h. 391)

2. Air Terbaik di Muka Bumi

Air Zamzam juga disebut sebagai air terbaik di muka bumi. Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ فِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْمِ

“Sebaik-baik air yang terdapat di muka bumi adalah zamzam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan.” (HR At-Thabrani)

Imam ash-Shan’ani (wafat 1182 H) menerangkan bahwa keutamaan Air Zamzam dalam hadis tersebut berkaitan dengan keberkahan dan manfaat yang terkandung di dalamnya.

قَوْلُهُ: (خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ) لَيْسَ الْخَيْرِيَّةُ مِنْ حَيْثُ الْعُذُوبَةِ، فَإِنَّ غَيْرَهُ أَعْذَبُ مِنْهُ بَلْ مِنْ حَيْثُ بَرَكَتِهِ، وَمِنْ حَيْثُ أَنَّ فِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْم

“Sabda Nabi: ‘Sebaik-baik air di muka bumi adalah Air Zamzam’, maksud keutamaannya bukan dari sisi rasa yang paling segar atau paling manis, karena ada air lain yang lebih segar darinya. Akan tetapi, keutamaannya terletak pada keberkahannya dan karena di dalamnya terdapat kandungan yang dapat mengenyangkan laiknya makanan.” (At-Tanwir Syarh al-Jami’ as-Shagir [Riyadh: Maktabah Dar as-Salam], vol. 6, h. 19)

3. Minuman Orang-Orang Saleh

Air Zamzam juga disebut sebagai minuman orang-orang saleh. Hal ini disebutkan dalam riwayat dari Abdullah bin Abbas:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَ: صَلُّوْا فِيْ مُصَلَّى الأَخْيَارِ وَاشْرَبُوْا مِنْ شَرَابِ الأَبْرَارِ، قِيْلَ: مَا مُصَلَّى الأَخْيَارِ؟ قَال: تَحْتَ الْمِيْزَابِ، قِيْلَ: وَمَا شَرَابُ الأَبْرَارِ؟ قَالَ: مَاءُ زَمْزَمَ وَأَكْرِمْ بِهِ مِنْ شَرَابٍ

“Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Salatlah kalian di tempat salat orang-orang pilihan dan minumlah dari minuman orang-orang saleh. Lalu beliau ditanya: Apakah yang dimaksud tempat salat orang-orang pilihan? Ia menjawab: Di bawah mizab (talang air Ka’bah). Beliau ditanya lagi: Apakah yang dimaksud minuman orang-orang saleh? Ia menjawab: Air Zamzam. Sungguh ia adalah sebaik-baik minuman.” (At-Thibb an-Nabawi [Beirut: Dar Ibn Hazm], vol. 2, h. 671)

Imam Abu Nu’aim al-Ashfahani (wafat 430 H) meriwayatkan bahwa Air Zamzam merupakan minuman yang mulia dan memiliki banyak keutamaan.

Imam Ibn Bathal (wafat 449 H) juga menjelaskan bahwa Air Zamzam tidak hanya disebut sebagai minuman orang-orang saleh, tetapi juga dapat mengenyangkan dan menjadi sebab kesembuhan dari penyakit atas izin Allah SWT.

يَعْنِي: زَمْزَمُ شَرَابُ الْأَبْرَارِ، وَطَعَامُ طُعْمٍ وَشِفَاءٌ مِنْ سَقَمٍ، وَلَا تُنْزَحُ وَلَا تُذَمُّ مَنْ شَرِبَ مِنْهَا حَتَّى يَتَضَلَّعَ أَحْدَثَتْ لَهُ شِفَاءً وَأَخْرَجَتْ مِنْهُ دَاءً

“Maksudnya, Air Zamzam merupakan minuman orang-orang saleh, makanan yang mengenyangkan, dan penyembuh dari penyakit. Airnya tidak akan habis ditimba dan tidak pantas dicela. Barang siapa meminumnya hingga kenyang, maka air itu dapat menjadi sebab kesembuhan baginya dan menghilangkan penyakit dari dirinya.” (Syarh Shahih al-Bukhari Ibn Bathal [Riyadh: Maktabah ar-Rusyd], vol. 4, h. 316)

4. Menjadi Sarana Kesembuhan

Air Zamzam juga disebut dalam sejumlah riwayat sebagai sarana pengobatan. Rasulullah SAW disebut membawa Air Zamzam dalam wadah air, kemudian menuangkannya dan membasuhkannya kepada orang yang sakit:

حَمَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِىْ الْأَدَاوَى وَالْقِرَبِ وَكَانَ يَصُبُّ عَلَى الْمَرْضَى وَيَسْقِيْهِمْ

Artinya: “Rasululllah SAW membawa Air zamzam di dalam kantong-kantong air (yang terbuat dari kulit). Beliau lalu menuangkan dan membasuhkannya kepada orang yang tengah sakit.” (HR Al-Baihaqi)

Riwayat tersebut menjadi salah satu dasar mengenai keutamaan Air Zamzam sebagai wasilah kesembuhan. Karena itu, kaum Muslimin meminum Air Zamzam dengan niat memohon kesehatan dan kesembuhan dari berbagai penyakit.

5. Berkhasiat Sesuai Niat Peminumnya

Keutamaan Air Zamzam yang banyak dikenal adalah manfaatnya yang berkaitan dengan niat peminumnya. Rasulullah SAW bersabda:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

Artinya: “Air Zamzam sesuai dengan apa yang diniatkan peminumnya.” (HR Ibn Majah)

Imam asy-Syaukani (wafat 1250 H) menjelaskan bahwa redaksi hadis tersebut bersifat umum. Menurutnya, Air Zamzam dapat memberikan manfaat sesuai tujuan yang diniatkan, baik untuk memohon ilmu, kesehatan, keberkahan, kelapangan rezeki, maupun berbagai hajat lainnya.

قَوْلُهُ: (مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ) فِيهِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ مَاءَ زَمْزَمَ يَنْفَعُ الشَّارِبَ لِأَيِّ أَمْرٍ شَرِبَهُ لِأَجْلِهِ، سَوَاءٌ كَانَ مِنْ أُمُورِ الدُّنْيَا أَوْ الْآخِرَةِ. لِأَنَّ مَا فِي قَوْلِهِ لِمَا شُرِبَ لَهُ مِنْ صِيَغِ الْعُمُومِ

“Sabda Nabi SAW: Air Zamzam itu sesuai dengan tujuan ketika diminum, menunjukkan bahwa Air Zamzam bermanfaat bagi orang yang meminumnya untuk tujuan apa pun yang ia niatkan, baik urusan dunia maupun akhirat. Sebab kata untuk apa pun dalam sabda sesuai dengan tujuan ketika diminum termasuk bentuk lafaz umum.” (Nail al-Author Syarh Muntaqa al-Akhbar [KSA: Dar Ibn al-Jauzi], vol. 9, h. 391)

6. Menjadi Sebab Dikabulkannya Hajat

Sejumlah ulama salaf meminum Air Zamzam untuk berbagai kebutuhan dan hajat besar. Dengan izin Allah SWT, mereka kemudian memperoleh apa yang diharapkan.

Imam an-Nawawi (wafat 676 H) menyebutkan bahwa para ulama meminum Air Zamzam untuk memohon ilmu, ampunan, kesembuhan, serta berbagai kebutuhan lainnya, kemudian Allah SWT mengabulkan harapan tersebut.

وَقَدْ شَرِبَ جَمَاعَةٌ مِنَ العُلَمَاءِ مَاءَ زَمْزَمَ لِمَطَالِبٍ لَهمْ جَلِيلَةٍ فَنَالُوهَا، فَيُسْتَحَبُّ لِمَنْ أَرَادَ الشُّرْبَ لِلْمَغْفِرَةِ أَوِ الْشِّفَاءِ مِنْ مَرَضٍ وَنَحْوِهِ

“Sejumlah ulama telah meminum Air Zamzam untuk berbagai hajat besar mereka, lalu mereka mendapatkannya. Karena itu, disunnahkan bagi orang yang ingin meminumnya dengan niat memohon ampunan, kesembuhan dari penyakit, atau tujuan semisalnya.” (Al-Idhoh fi Manasik al-Hajj wa al-Umroh [Beirut: Dar al-Basyair al-Islamiyah], vol. 1, h. 401)

Karena itu, orang yang meminum Air Zamzam dianjurkan menyertai minumnya dengan doa dan permohonan kepada Allah SWT untuk memperoleh berbagai kebaikan dunia maupun akhirat.

Bolehkah Minum Air Zam Zam Sambil Berdiri?

Meminum Air Zamzam dianjurkan dilakukan dalam keadaan duduk. Sebagian ahli hadis dan fuqaha menjelaskan bahwa ketentuan tersebut mengikuti adab minum secara umum yang lebih utama dilakukan sambil duduk.

Di sisi lain, terdapat riwayat bahwa Nabi SAW pernah minum Air Zamzam dalam keadaan berdiri. Sebagian ulama memahami riwayat tersebut sebagai penjelasan mengenai kebolehan minum sambil berdiri.

Dalam penjelasan lain, Nabi SAW ketika itu berada di atas tunggangan sehingga keadaan tersebut tidak bertentangan dengan anjuran minum sambil duduk. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah:

وَنَصَّ بَعْضُ الْمُحَدِّثِينَ وَالْفُقَهَاءِ عَلَى أَنَّهُ يُسَنُّ الْجُلُوسُ عِنْدَ شُرْبِ مَاءِ زَمْزَمَ كَغَيْرِهِ، وَقَالُوا: إِنَّ مَا رَوَى الشَّعْبِيُّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ: سَقَيْتُ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ وَهُوَ قَائِمٌ مَحْمُولٌ عَلَى أَنَّهُ لِبَيَانِ الْجَوَازِ، وَمُعَارِضٌ لِمَا رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ عَنْ عَاصِمٍ قَالَ: ذَكَرْتُ ذَلِكَ لِعِكْرِمَةَ فَحَلَفَ بِاللَّهِ مَا فَعَل أَيْ مَا شَرِبَ قَائِمًا لأَنَّهُ كَانَ حِيْنَئِذٍ رَاكِبًا

“Sebagian ahli hadis dan fuqaha juga menegaskan bahwa disunnahkan duduk ketika meminum Air Zamzam sebagaimana minuman lainnya. Mereka mengatakan bahwa riwayat Asy-Sya’bi dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu yang menyatakan: Aku memberi minum Rasulullah Muhammad SAW dari Air Zamzam sementara beliau berdiri, dipahami sebagai penjelasan tentang bolehnya minum sambil berdiri. Riwayat itu juga dipertentangkan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari ‘Ashim, ia berkata: Aku menyebutkan hal itu kepada Ikrimah, lalu ia bersumpah demi Allah bahwa Nabi SAW tidak meminumnya sambil berdiri. Maksudnya, beliau ketika itu sedang berada di atas tunggangan.” (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah [Mesir: Dar as-Shafwah], vol. 24, h. 15)

Imam Ibn Allan (wafat 1057 H) juga menyebutkan salah satu niat utama ketika minum Air Zamzam, yakni memohon agar wafat dalam keadaan Islam dan memperoleh kenikmatan memandang wajah Allah SWT tanpa didahului azab.

الْفَوَائِدُ... وَأَهَمُّ مَا يُشْرَبُ لَهُ الْمَوْتُ عَلَى الْإِسْلَامِ، وَالنَّظَرُ إِلَى وَجْهِ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ غَيْرِ سَابِقَةِ عَذَابٍ، وَقَدْ جَاءَ عَنْ عِدَّةٍ أَنَّهُمْ شَرِبُوهُ لِمَطَالِبَ فَنَالُوهَا

“Di antara faedahnya dan yang paling penting ialah diminum dengan niat agar wafat dalam keadaan Islam serta dapat memandang wajah Allah Ta’ala tanpa didahului azab. Telah diriwayatkan dari sejumlah ulama dan orang saleh bahwa mereka meminumnya untuk berbagai hajat, lalu hajat tersebut dikabulkan.” (Al-Futuhat ar-Rabaniyyah ‘ala al-Adzkar an-Nawawiyah [Kairo: Jam’iyah an-Nasyr wa at-Ta’lif al-Azhariyyah], vol. 5, h. 29)

Waktu yang Baik untuk Minum Air Zam Zam

Waktu minum Air Zamzam tidak hanya berkaitan dengan saat berada di Tanah Suci. Jamaah dapat memanfaatkan momen tersebut untuk memperbanyak doa dan menghadirkan niat baik sesuai hajat yang ingin dimohonkan kepada Allah SWT.

FAQ Seputar Doa Minum Air Zam Zam

Apa doa yang dibaca saat minum Air Zamzam?

Salah satu doa yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA adalah memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.

Apakah boleh minum Air Zamzam sambil berdiri?

Sebagian ulama menganjurkan minum Air Zamzam sambil duduk sebagaimana adab minum secara umum. Namun, riwayat Nabi SAW minum sambil berdiri dipahami sebagian ulama sebagai penjelasan bahwa hal tersebut diperbolehkan.

Apa niat minum Air Zamzam?

Air Zamzam dapat diminum dengan niat memohon berbagai kebaikan, termasuk ilmu yang bermanfaat, ampunan, kesehatan, rezeki, keberkahan, serta kebahagiaan dunia dan akhirat.

Apakah Air Zamzam dapat menjadi sarana kesembuhan?

Sejumlah riwayat dan penjelasan ulama menyebut Air Zamzam sebagai salah satu wasilah kesembuhan. Kesembuhan pada hakikatnya tetap berasal dari Allah SWT.

Air Zamzam memiliki kedudukan khusus dalam Islam karena keberkahan dan berbagai keutamaan yang disebutkan dalam hadis serta penjelasan para ulama.

Saat meminumnya, seorang Muslim dianjurkan menghadirkan niat baik dan memperbanyak doa. Permohonan yang dipanjatkan dapat mencakup kebutuhan dunia sekaligus harapan untuk memperoleh kebaikan di akhirat.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar