Editor
KOMPAS.com - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mengalami erupsi menerus dengan intensitas letusan tertinggi sepanjang 2026 sejak Jumat (4/9/2026) malam.
Aktivitas vulkanik tersebut disertai suara gemuruh dan dentuman yang terdengar hingga pesisir Banten dan Lampung serta hujan abu vulkanik yang mulai dirasakan masyarakat.
Bagi umat Islam, peristiwa alam tersebut dapat menjadi momentum untuk mengingat kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.
Baca juga: Dampak Erupsi Anak Krakatau, Warga Serang Keluhkan Abu Vulkanik, Bandara Soetta Tutup Sementara
Dalam kondisi menghadapi musibah atau bencana alam, umat Islam dianjurkan untuk tetap mengingat Allah SWT dan memohon pertolongan-Nya.
Dilansir dari laman MUI, salah satu doa yang dapat dibaca ketika tertimpa musibah adalah sebagai berikut:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ اؤْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
Latin: “Inaa lillahi wainnaa ilaihi raaji’uun. Allahumma'jurnii fii mushiibati wa akhlif lii khairan minhaa.”
Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Ya Allah, berilah kami pahala karena musibah ini dan tukarlah bagiku dengan yang lebih baik daripadanya”.
Mengamalkan doa ini sangat dianjurkan, seperti tertuang dalam sebuah hadist, di mana Rasulullah SAW bersabda:
ما مِن مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ، فيَقولُ ما أمَرَهُ اللَّهُ: {إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ} [البقرة: 156]، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي في مُصِيبَتِي، وأَخْلِفْ لي خَيْرًا مِنْها، إلَّا أخْلَفَ اللَّهُ له خَيْرًا مِنْها
Artinya: “Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu dia membaca apa yang telah diperintahkan oleh Allah, (redaksi doa di atas), melainkan Allah menukar baginya dengan yang lebih baik.” (HR Muslim no 1525)
Selain doa tersebut, terdapat doa lainnya yang dapat dibaca ketika menghadapi kesulitan ataupun bencana.
Imam Nawawi menyebutkan dalam kitabnya al-Adzkar, bahwa Rasulullah SAW mengajarkan Sayyidina Ali sebuah doa yang dibaca ketika menghadapi kesulitan ataupun bencana agar Allah SWT menghilangkan bencana tersebut.
Doa yang dimaksud sebagai berikut:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ باللَّهِ العَلِيّ العَظِيمِ.
“Bismillahirrahmanirrahim wala haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim.”
“Dengan menyebut nama Allah yang Mahapengasih dan Mahapenyayang. Tiada daya dan kekuatan (bagi kami) melainkan hanya dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (Abu Zakariya an-Nawawi, al-Adzkar, Daarul Fikr, hal 123)
Doa ketika menghadapi kesulitan ataupun bencana.Doa-doa tersebut dapat menjadi amalan yang dibaca umat Islam ketika menghadapi musibah maupun bencana alam.
Selain memanjatkan doa, masyarakat juga tetap perlu berikhtiar dengan mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang selama kondisi bencana berlangsung.
Demikian doa-doa yang dapat dibaca ketika menghadapi musibah atau bencana alam. Semoga kita senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, dan ketabahan dalam menghadapinya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT