Editor
KOMPAS.com - Dzikir pagi merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk mengingat Allah SWT sekaligus memulai aktivitas dengan doa dan pengharapan kepada-Nya.
Anjuran memperbanyak dzikir disebutkan dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam QS. Al-Ahzab ayat 41-42:
Baca juga: Bacaaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap Sesuai Sunnah
يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًۭا كَثِيرًۭا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةًۭ وَأَصِيلًۭا
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan mengingat (Nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”
Dzikir-dzikir ini bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga menjadi perisai bagi kita dari berbagai keburukan yang tidak terlihat.
Baca juga: 5 Dzikir Pendek Berpahala Besar, Ringan di Lisan Berat di Timbangan
Dzikir pagi merupakan rangkaian bacaan yang diamalkan pada waktu pagi sebagai bentuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bacaan tersebut dapat berupa ayat Al-Qur'an, istighfar, tasbih, doa, dan dzikir yang bersumber dari tuntunan Rasulullah SAW. Amalan ini menjadi salah satu bentuk ibadah yang dapat dilakukan secara rutin untuk mengawali hari dengan mengingat Allah.
Dzikir pagi adalah rangkaian bacaan doa dan dzikir yang diamalkan pada waktu pagi untuk mengingat Allah SWT. Bacaan yang diamalkan antara lain taawudz, Ayat Kursi, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, Sayyidul Istighfar, serta doa dan dzikir harian lainnya.
Anjuran membaca doa ketika pagi dan petang disebutkan secara langsung dalam Alquran:
وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ
“Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.” (QS Al Araf [7]: 205)
Karenanya, banyak sekali riwayat hadits yang memuat doa Rasulullah SAW ketika pagi dan petang.
Kitab al-Adzkar milik Imam an-Nawawi (w. 676 H) merupakan salah satu dari sekian banyak karya yang memuat dzikir-dzikir berdasarkan riwayat dari Rasul saat pagi dan petang.
Waktu membaca dzikir pagi umumnya berkaitan dengan awal aktivitas setelah memasuki waktu pagi. Pelaksanaannya dapat dilakukan setelah sholat Subuh sebagai waktu yang utama untuk mengawali hari dengan dzikir. Batas waktu dzikir pagi juga perlu diperhatikan agar amalan dilakukan dalam rentang waktu yang sesuai.
Setelah melaksanakan sholat Subuh menjadi salah satu waktu utama untuk membaca dzikir pagi. Pada waktu tersebut, seseorang dapat meluangkan waktu untuk membaca rangkaian dzikir sebelum memulai berbagai aktivitas sehari-hari.
Dzikir pagi dapat dibaca setelah sholat Subuh hingga matahari terbit atau sebelum memasuki waktu siang. Waktu tersebut menjadi bagian dari pagi yang dapat digunakan untuk memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah SWT.
Urutan bacaan dzikir pagi dapat dimulai dengan memohon perlindungan kepada Allah SWT sebelum membaca rangkaian ayat dan doa. Di dalamnya terdapat sejumlah bacaan yang dikenal sebagai amalan dzikir pagi, mulai dari taawudz hingga istighfar dan tasbih. Bacaan tersebut dapat diamalkan secara rutin dengan penuh kesadaran dan penghayatan.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin: Audzubillahiminasyaitonirojim
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥
Latin: "Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā yaụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm."
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh rasa kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang berada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung." (Al Baqarah: 255).
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤
Latin: "Qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yụlad wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad"
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), "Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya." (QS Al Ikhlas: 1-4)
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥
Latin: "Qul a'ụżu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad"
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan ( para penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." (QS Al Falaq" 1-5)
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦
Latin: "Qul a'ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās."
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." (QS An Nas: 1-6)
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
Latin: "Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'ala 'ahdika wa wa'dika mas-tatho'tu. A'udzu bika min syarri maa shona'tu. Abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta."
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku juga aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, (tolong) ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."
Selain bacaan utama tersebut, dzikir pagi juga dapat dilengkapi dengan berbagai doa dan dzikir harian. Salah satunya adalah doa berikut:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).
Istighfar dan tasbih juga termasuk bacaan yang dapat diamalkan dalam dzikir pagi. Berikut bacaan singkat yang dapat dibaca:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astagh-firullah wa atuubu ilaih.
Artinya:“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.”
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
Artinya: “Maha suci Allah, aku memuji-Nya.”
Bacaan dzikir pagi berikut berisi doa yang memuat pujian kepada Allah SWT, permohonan kebaikan untuk hari yang dijalani, dan permohonan perlindungan dari berbagai keburukan yang mungkin terjadi.
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ، وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابِ فِي الْقَبْرِ
Ashbahnaa wa ashbahal-mulku lillaah, walhamdu lillaah, laa ilaaha illallaah, wahdahuu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir. Rabbi as-aluka khaira maa fii haadzal-yaumi wa khaira maa ba'dahu, wa a'uudzu bika min syarri maa fii haadzal-yaumi wa syarri maa ba'dahu. Rabbi a'uudzu bika minal-kasali wa suu-il-kibar. Rabbi a'uudzu bika min 'adzaabin fin-naari wa 'adzaabin fil-qabr.
“Kami telah memasuki waktu pagi dan senatiasalah kekuasaan dan kerajaan itu milik Allah, segala puji bagi-Nya, tiada sesembahan selain Allah semata dan satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya. Allah lah yang memiliki segenap kekuasan dan hanya diri-Nya pula yang berhak segala pujian, dan Allah Maha Mampu atas segala sesuatu. Ya Allah tuhanku, aku meminta kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan setelahnya dan aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan setelahnya. Wahai Tuha, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelasan di hari tua. Duhai Tuhan, aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka dan siksaan kubur.”
Dzikir pagi memiliki sejumlah keutamaan bagi orang yang mengamalkannya sebagai bagian dari ibadah sehari-hari, sepertI:
Membaca dzikir pagi dapat menjadi bagian dari amalan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Sejumlah bacaan di dalamnya secara khusus berisi permohonan agar seseorang dijaga dari berbagai keburukan dan gangguan.
Mengingat Allah cukup dalam hati dan ini menenangkan. Seperti termaktub dalam QS. Ar-Ra’d: 28
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Adapun faedah dari doa ini disebutkan Rasulullah SAW sebagai berikut:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ
“Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa, ketika pagi dan sore, membaca doa, Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak seratus kali, maka pada hari kiamat tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya kecuali orang yang juga pernah mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dan itu.'”
Dzikir pagi menjadi salah satu amalan yang dilakukan untuk memohon kebaikan dan perlindungan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Salah satu dzikir yang dianjurkan untuk dibiasakan adalah membaca istighfar.
Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya: "Barangsiapa yang melazimkan (membiasakan) membaca istighfar, Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesusahan, dan solusi dari setiap kesempitan, dan memberikan kepadanya rezeki dari arah yang tidak disangka- sangka." (HR. Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Al-Hakim).
Mengamalkan dzikir pagi dapat dilakukan secara sederhana dengan menyediakan waktu khusus setelah sholat Subuh. Bacaan sebaiknya dilakukan dengan kesadaran agar setiap doa dan dzikir yang dibaca dapat dipahami dan dihayati. Dzikir pagi juga dapat ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian ibadah harian.
Dzikir pagi dapat diamalkan secara rutin setiap hari pada waktu pagi. Konsistensi dalam mengamalkannya membantu menjadikan dzikir sebagai bagian dari kebiasaan ibadah sehari-hari.
Membaca dzikir sebaiknya dilakukan dengan khusyuk dan penuh kesadaran terhadap bacaan yang sedang dilafalkan. Memahami arti doa dan dzikir dapat membantu seseorang menghayati permohonan yang disampaikan kepada Allah SWT.
Dzikir pagi dapat diamalkan bersamaan dengan ibadah lainnya, seperti sholat, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan memperbanyak istighfar. Dengan demikian, amalan dzikir menjadi bagian dari rangkaian ibadah yang dilakukan dalam keseharian.
Dzikir pagi merupakan amalan yang berisi rangkaian ayat, doa, dan dzikir untuk mengingat Allah SWT pada awal hari.
Bacaan yang dapat diamalkan antara lain taawudz, Ayat Kursi, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, Sayyidul Istighfar, istighfar, tasbih, dan doa harian.
Waktu yang utama untuk membaca dzikir pagi adalah setelah sholat Subuh hingga waktu pagi sebelum memasuki siang.
Mengamalkannya secara rutin dengan khusyuk menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dzikir pagi juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan ibadah sehari-hari yang dilakukan sesuai kemampuan dan kesadaran masing-masing.
Dzikir pagi adalah rangkaian bacaan doa dan zikir yang dibaca setelah subuh hingga menjelang siang sebagai bentuk mengingat Allah.
Waktu terbaik adalah setelah sholat Subuh hingga matahari terbit atau sebelum masuk waktu siang.
Di antaranya Ayat Kursi, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, Sayyidul Istighfar, serta berbagai doa dan tasbih.
Dzikir pagi memberikan perlindungan, ketenangan hati, serta pahala dan ampunan dari Allah SWT.
Dzikir pagi tidak wajib, namun sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan dalam Islam.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT