Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

HUT ke-80 RI di Pesantren, Kemenag dan Densus 88 Kobarkan Semangat Persatuan

Kompas.com, 18 Agustus 2025, 07:45 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Kementerian Agama RI bersama Densus 88 menggelar upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di berbagai pesantren.

Upacara HUT RI ke-80 ini mengangkat tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Ribuan santri, para pengasuh pesantren, serta pejabat Kementerian Agama hadir dan memenuhi lapangan upacara.

Baca juga: Kemenag Tegaskan Hak Beribadah Usai Penutupan Rumah Doa di Garut

Pesantren dan Semangat Cinta Tanah Air

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, melalui amanat yang dibacakan perwakilan Kementerian Agama, menekankan pentingnya menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.

Ia menyebut sejak awal tanah air diperjuangkan oleh para pendiri bangsa dan ulama dengan menjunjung nilai keberagaman.

Indonesia, kata Suyitno, lahir dari keragaman, sebagaimana terlihat dalam sejarah kerajaan Sriwijaya di Sumatera hingga Pajajaran dan Majapahit di Jawa.

Masuknya Islam ke Indonesia juga melalui proses akulturasi dengan budaya yang sudah ada sebelumnya.

Baca juga: Fasolatan, Panduan Sholat dari Kemenag untuk Semua Kalangan

Pancasila dan Indonesia Emas 2045

Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dipandang sebagai titik temu gagasan para pendiri bangsa dari berbagai latar belakang hingga melahirkan Piagam Jakarta dan Pancasila.

“Seluruh ulama sepakat bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Islam. Pada usia ke-80, bangsa Indonesia seharusnya sudah selesai dengan perdebatan ideologi,” ujarnya, Minggu (17/8/2025).

Menurut Suyitno, tantangan ke depan adalah memberdayakan umat Islam di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial agar dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga: ASN Kemenag Diduga Terlibat Terorisme, Sekjen: Kami Dukung Proses Hukum Densus 88

Pesantren sebagai Benteng NKRI

Ia juga menekankan pentingnya menjalankan ajaran agama secara moderat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesantren sejak sebelum kemerdekaan menjadi benteng nilai kebangsaan sekaligus tempat perjuangan kiai dan santri melalui jihad fi sabilillah demi persatuan bangsa.

“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga garda depan dalam mempertahankan kemerdekaan. Semangat ini harus terus dijaga,” katanya.

Persatuan dan Ukhuwah Wathaniyah

Suyitno kemudian mengutip QS Ali ‘Imran ayat 103 yang berisi ajakan untuk berpegang teguh pada agama Allah dan menjauhi perpecahan.

Ia menegaskan persatuan adalah kunci kekuatan dan kemajuan bangsa.

Tema HUT ke-80 dinilainya relevan dengan tantangan masa kini yang membutuhkan penguatan ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan kebangsaan.

“Perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. Mari kita tanamkan nilai toleransi, kerja sama, dan gotong royong,” tegasnya.

Harapan untuk Generasi Pesantren

Direktur Pesantren, Basnang Said, berharap pesantren terus melahirkan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan mencintai bangsa.

Ia menegaskan komitmen pesantren sebagai agen perdamaian sekaligus kemajuan bangsa.

Peringatan HUT RI ke-80 disebut sebagai momentum penting untuk menjaga persatuan dan kedaulatan negara.

“Dari pesantren, mari kita bangun Indonesia yang damai, berdaulat, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Pekik Merdeka dari Santri

Upacara ditutup dengan pekik semangat “Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka!” yang disambut serentak para santri.

Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjuangan para pahlawan, tetapi juga panggilan bagi generasi muda, khususnya santri, untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar