Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maulid Nabi: Sejarah, Makna, dan Tradisi Peringatannya di Indonesia

Kompas.com, 22 Agustus 2026, 07:21 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi keagamaan yang terus diperingati umat Islam di berbagai wilayah.

Selain mengenang kelahiran Rasulullah, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk mempelajari kehidupan dan meneladani akhlak beliau.

Baca juga: Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW dari Kelahiran hingga Wafat

Apa Itu Maulid Nabi?

Maulid berasal dari kata Arab mawlid yang berarti kelahiran. Dalam tradisi masyarakat Muslim, Maulid Nabi umumnya diperingati setiap 12 Rabiul Awal, meski terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggal pasti kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Pendapat yang menetapkan 12 Rabiul Awal sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu pandangan yang dikenal luas di Indonesia.

Baca juga: 4 Hikmah Kelahiran Nabi Muhammad SAW di Bulan Rabiul Awal

Asal-usul Maulid Nabi

Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai perayaan keagamaan tahunan tidak dilakukan pada masa Rasulullah masih hidup.

Sejarah perkembangan tradisi Maulid memiliki sejumlah versi yang berkembang dalam berbagai catatan sejarah.

Salah satu catatan menyebutkan bahwa peringatan Maulid secara besar-besaran berkembang pada masa pemerintahan Sultan Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, penguasa Irbil, pada awal abad ke-7 Hijriah.

Tradisi tersebut kemudian berkembang dan diikuti masyarakat Muslim di berbagai wilayah.

Dalam perkembangannya, bentuk peringatan Maulid Nabi berbeda-beda di setiap daerah.

Kegiatannya dapat berupa pembacaan Al Quran, selawat, zikir, pembacaan sejarah kehidupan Nabi, pengajian hingga berbagi makanan.

Mengapa Maulid Nabi Diperingati?

Peringatan Maulid Nabi tidak hanya bertujuan mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Momentum tersebut juga digunakan untuk mempelajari kehidupan, perjuangan, dan akhlak Nabi Muhammad.

Dalam berbagai kegiatan Maulid, kisah kehidupan Rasulullah biasanya disampaikan melalui kajian atau pembacaan sirah nabawiyah. Dengan demikian, umat tidak hanya mengenal sejarah Nabi, tetapi juga diharapkan dapat menjadikan perilakunya sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Al Quran juga menyebut Rasulullah sebagai teladan bagi umat manusia. Hal tersebut terdapat dalam QS Al-Ahzab ayat 21, yang menjelaskan bahwa pada diri Rasulullah terdapat contoh yang baik bagi orang-orang yang berharap kepada Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah.

Makna Maulid Nabi bagi Umat Islam

Berikut beberapa makna Maulid Nabi bagi umat Islam yang dapat menjadi nilai dan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari:

1. Meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah

Mengenang kelahiran dan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah. Kecintaan tersebut diharapkan diwujudkan dengan usaha mengikuti ajaran dan sunnahnya.

2. Meneladani akhlak Nabi

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang menjadi teladan dalam berbagai aspek kehidupan. Peringatan Maulid dapat menjadi pengingat untuk menerapkan sifat seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama.

3. Memperkuat persaudaraan

Peringatan Maulid Nabi umumnya dilaksanakan secara bersama-sama. Kegiatan seperti pengajian, selawat, makan bersama, dan berbagi kepada sesama dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkuat ukhuwah.

4. Mempelajari sejarah Nabi

Maulid Nabi juga menjadi kesempatan untuk kembali mengenal kehidupan Rasulullah SAW. Pembelajaran tersebut mencakup kisah kelahiran, perjuangan menyebarkan Islam, hingga keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat.

Tradisi Maulid Nabi di Indonesia

Di Indonesia, Maulid Nabi berkembang menjadi bagian dari tradisi masyarakat dan memiliki bentuk perayaan yang beragam.

Sejumlah daerah memadukan nilai keagamaan dengan budaya lokal dalam pelaksanaan peringatan tersebut.

Salah satunya adalah tradisi Walimah di Gorontalo yang melibatkan zikir, pembacaan selawat dan berbagi makanan. Tradisi tersebut diperkirakan telah berkembang sejak abad ke-17.

Tradisi Maulid Nabi Berbeda di Setiap Daerah

Peringatan Maulid Nabi tidak memiliki bentuk yang sama di seluruh Indonesia. Setiap daerah memiliki tradisi masing-masing yang disesuaikan dengan kebudayaan setempat.

Di Gorontalo, misalnya, terdapat tradisi Walimah yang diisi dengan zikir dan pembagian makanan. Tradisi tersebut menjadi salah satu bentuk perpaduan antara nilai keislaman dan budaya lokal.

Sementara itu, di berbagai daerah lainnya, masyarakat memperingati Maulid melalui pengajian, pembacaan Barzanji, selawat, santunan anak yatim, doa bersama, maupun kegiatan sosial.

Keragaman tradisi tersebut menunjukkan bahwa bentuk perayaan Maulid Nabi dapat berbeda di setiap daerah. Nilai yang ingin diambil tetap berpusat pada kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan upaya meneladani kehidupan beliau.

Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremonial

Peringatan Maulid Nabi idealnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi sejauh mana nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW telah diterapkan dalam kehidupan.

Peringatan Maulid juga dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak selawat, mempelajari sejarah Nabi, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama.

Dalam peringatan Maulid pada 2025, sejumlah kegiatan keagamaan juga menekankan pentingnya menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat kecintaan kepada Rasulullah dan menerapkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Makna Maulid Nabi tidak hanya berkaitan dengan mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menghidupkan keteladanan beliau dalam kehidupan umat.

Nilai kejujuran, kasih sayang, kesabaran, keadilan, dan kepedulian menjadi bagian penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui peringatan Maulid, umat Islam dapat kembali mengenal sejarah Nabi sekaligus memperkuat komitmen untuk mengikuti ajaran dan sunnahnya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Aktual
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Aktual
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Aktual
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Aktual
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Aktual
Deretan Da'i Nasional Siap Meriahkan Tabligh Akbar Nasional dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal
Deretan Da'i Nasional Siap Meriahkan Tabligh Akbar Nasional dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal
Aktual
Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Menjadi yang Tertinggi dalam 11 Tahun
Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Menjadi yang Tertinggi dalam 11 Tahun
Aktual
4 Peristiwa Penting dalam Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW
4 Peristiwa Penting dalam Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW
Aktual
Nama Anak dan Cucu Nabi Muhammad SAW serta Kisah Kehidupannya
Nama Anak dan Cucu Nabi Muhammad SAW serta Kisah Kehidupannya
Aktual
7 Hikmah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam
7 Hikmah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam
Aktual
Maulid Nabi: Sejarah, Makna, dan Tradisi Peringatannya di Indonesia
Maulid Nabi: Sejarah, Makna, dan Tradisi Peringatannya di Indonesia
Aktual
Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW dari Kelahiran hingga Wafat
Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW dari Kelahiran hingga Wafat
Aktual
Hidayat Nur Wahid Soroti Kerapuhan Mental Generasi Muda, Pesantren Dinilai Punya Jawaban
Hidayat Nur Wahid Soroti Kerapuhan Mental Generasi Muda, Pesantren Dinilai Punya Jawaban
Aktual
Bolehkah Zakat Diberikan kepada Korban Bencana? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Bolehkah Zakat Diberikan kepada Korban Bencana? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Apa yang Dilakukan Muslim Saat Bangun Tidur? Ini Adab dalam Islam
Apa yang Dilakukan Muslim Saat Bangun Tidur? Ini Adab dalam Islam
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar