Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Berpengaruh dalam Perjalanan Hijrah ke Madinah

Kompas.com, 18 Juni 2026, 17:08 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah menyimpan banyak pelajaran tentang strategi, kerja sama, dan pembagian peran dalam perjuangan Islam.

Hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah tidak hanya berlangsung atas petunjuk wahyu, tetapi juga melibatkan ikhtiar manusia melalui pemikiran yang matang dan kontribusi banyak pihak.

Keberhasilan hijrah tidak terlepas dari dukungan para sahabat yang dengan penuh keimanan dan pengorbanan membantu Rasulullah SAW.

Baca juga: Kisah Teladan Rasulullah SAW yang Memuliakan Orang Miskin dengan Penuh Kasih

Mereka menjalankan tugas masing-masing demi memastikan perjalanan hijrah berlangsung aman dan berhasil.

7 Sahabat yang Berpengaruh dalam Perjalanan Hijrah Rasulullah SAW

Dijelaskan oleh M. Ishom el Saha, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, di laman Kementerian Agama, terdapat tujuh tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam mendukung dan menyukseskan hijrah Rasulullah SAW.

Baca juga: Menapaki Jejak Rasulullah Saat Perang Badar dan Lokasi Jabal Malaikat

1. Abu Bakar Ash-Shiddiq, Pendamping Setia Rasulullah SAW

Tokoh pertama adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia merupakan sahabat terdekat Rasulullah SAW yang mendapat kehormatan mendampingi Nabi Muhammad selama perjalanan hijrah menuju Madinah.

Ketika kaum Quraisy berusaha menangkap Rasulullah SAW, Abu Bakar menemani beliau bersembunyi di Gua Tsur selama beberapa hari. Ia juga menyiapkan berbagai kebutuhan perjalanan, termasuk kendaraan dan bekal. Kesetiaan dan keberaniannya menjadi bukti kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah SAW dan perjuangan Islam.

2. Ali bin Abi Thalib, Rela Mempertaruhkan Nyawa

Tokoh kedua adalah Ali bin Abi Thalib yang memegang peran penting dan penuh risiko dalam peristiwa hijrah.

Pada malam ketika kaum Quraisy mengepung rumah Rasulullah SAW dengan niat membunuh, Ali rela tidur di tempat tidur Rasulullah SAW untuk mengelabui para pengepung. Tindakan tersebut mempertaruhkan nyawanya sendiri demi keselamatan Nabi.

Setelah Rasulullah SAW berhasil meninggalkan Makkah, Ali juga menyelesaikan amanah dengan mengembalikan barang-barang titipan masyarakat yang sebelumnya dipercayakan kepada Rasulullah SAW.

3. Abdullah bin Abu Bakar, Menjadi Pengumpul Informasi

Tokoh ketiga adalah Abdullah bin Abu Bakar. Dalam berbagai riwayat sejarah, ia berperan sebagai pengumpul informasi selama masa persembunyian Rasulullah SAW dan Abu Bakar di Gua Tsur.

Pada siang hari, putra Abu Bakar tersebut membaur dengan masyarakat Makkah untuk mengetahui berbagai rencana dan pembicaraan kaum Quraisy. Pada malam hari, ia menyampaikan informasi itu kepada Rasulullah SAW dan Abu Bakar. Perannya sangat membantu dalam menentukan langkah yang aman selama proses hijrah.

4. Mushab bin Umair, Mempersiapkan Kondisi di Madinah

Tokoh keempat adalah Mushab bin Umair. Jauh sebelum hijrah berlangsung, ia telah berperan mempersiapkan Madinah sebagai tempat berkembangnya Islam.

Setelah Baiat Aqabah pertama, Rasulullah SAW mengutus Mushab ke Yatsrib untuk mengajarkan Al-Qur'an dan ajaran Islam kepada penduduk setempat. Dengan kebijaksanaan dan kemampuan berdakwah yang dimilikinya, Mushab berhasil mengajak banyak tokoh berpengaruh di Madinah memeluk Islam.

Keberhasilannya membuat Madinah menjadi lingkungan yang siap menerima kedatangan Rasulullah SAW dan kaum Muhajirin.

5. Asma binti Abu Bakar, Menyediakan Logistik

Tokoh kelima adalah Asma binti Abu Bakar. Putri Abu Bakar ini memiliki jasa besar dalam penyediaan logistik selama masa persembunyian di Gua Tsur.

Ia secara diam-diam mengantarkan makanan dan kebutuhan lainnya kepada Rasulullah SAW dan ayahnya. Ketika tidak menemukan tali untuk mengikat bekal, Asma membelah ikat pinggangnya menjadi dua bagian. Karena peristiwa tersebut, ia mendapat julukan Dzatun Nithaqain atau pemilik dua ikat pinggang.

Keberaniannya menunjukkan besarnya pengorbanan perempuan Muslim dalam perjuangan Islam.

6. Amir bin Fuhairah, Menyamarkan Jejak Perjalanan

Tokoh keenam adalah Amir bin Fuhairah, seorang sahabat yang sebelumnya merupakan budak Abu Bakar.

Ia membantu menyamarkan jejak perjalanan Rasulullah SAW dan Abu Bakar dengan menggembalakan kambing di jalur yang dilalui para pembawa informasi dan bekal. Selain itu, susu dari ternaknya menjadi tambahan makanan selama masa persembunyian.

Peran yang tampak sederhana tersebut sangat penting untuk menjaga kerahasiaan lokasi Rasulullah SAW.

7. Abdullah bin Uraiqith, Menjadi Penunjuk Jalan Terpercaya

Tokoh ketujuh adalah Abdullah bin Uraiqith. Meskipun saat itu belum memeluk Islam, ia dikenal sebagai penunjuk jalan yang jujur dan dapat dipercaya.

Rasulullah SAW dan Abu Bakar menyewanya untuk memandu perjalanan menuju Madinah melalui jalur yang jarang digunakan. Keahliannya mengenal berbagai rute di padang pasir membantu rombongan hijrah menghindari kejaran kaum Quraisy dan mencapai tujuan dengan selamat.

Kisah tujuh tokoh tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan hijrah Rasulullah SAW merupakan hasil kerja sama berbagai pihak yang memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

Dari mereka, umat Islam dapat mengambil pelajaran mengenai pentingnya keberanian, kesetiaan, amanah, kecerdasan, dan pengorbanan dalam menegakkan kebenaran.

Hijrah menjadi bukti bahwa perjuangan besar akan berhasil ketika dilakukan dengan keimanan yang kuat dan dukungan dari orang-orang yang tulus berjuang di jalan Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar