Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menapaki Jejak Rasulullah Saat Perang Badar dan Lokasi Jabal Malaikat

Kompas.com, 17 Juni 2026, 14:15 WIB
Pythag Kurniati,
Khairina

Tim Redaksi

BADAR, KOMPAS.com- Kota Badar terletak kurang lebih 150 kilometer dari pusat Kota Madinah. Di sini terdapat lokasi bersejarah terjadinya Perang Badar yang menjadi saksi perjuangan dakwah Rasulullah SAW pada 17 Ramadhan 2 Hijriah.

Kawasan Badar juga dapat diakses melalui Kota Jeddah, Arab Saudi, kurang lebih sekitar dua jam perjalanan perjalanan menggunakan kendaraan roda empat dari Kota Jeddah.

Jujugan pertama kami adalah Jabal Malaikat, bukit pasir yang diyakini sebagai tempat Allah menurunkan ribuan malaikat sebagai bala bantuan bagi umar muslim memerangi kaum Quraish dalam Perang Badar. Tinggi bukit tersebut sekitar 757 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: Shalawat Badar Sambut Jamaah Haji Kloter Pertama di Madinah, Hangat dan Penuh Suka Cita

Masuk ke dalam kawasan Jabal Malaikat, pengunjung terlebih dulu melewati sejumlah toko yang menjajakan beraneka makanan, minuman, serta oleh-oleh. Tak lama kemudian, mata disuguhi dengan bentangan hamparan bukit pasir.

Di tempat tersebut, dahulu Allah menurunkan ribuan malaikat untuk memperkuat pasukan Rasulullah dalam Perang Badar yang ketika itu berjumlah sekitar 300 orang melawan 1.000 kaum Quraisy. Turunnya malaikat tersebut berujung kemenangan di pihak umat muslim pada akhir Perang Badar.

Tak jauh dari Jabal Malaikat, terdapat Masjid Al-Arees atau Arisy. Dahulu, Rasullullah yang mengkomandoi peperangan Badar mendirikan tenda untuk menyusun strategi di tempat tersebut.

Pengunjung juga dapat berziarah ke makam para syuhada badar yang masih ada di kompleks tersebut. Pemakaman dikelilingi pagar besi setinggi sekitar tiga meter di lembah Badar. Di sana terdapat prasasti yang bertulis nama 14 syuhada Badar, salah satunya Ubaidah bin al Harits.

Baca juga: Kisah Heroik Dua Anak Muda Menghabisi Abu Jahal di Perang Badar

Sejarah Perang Badar

Dikutip dari buku The Great Story Muhammad yang disusun oleh Dr. Ahmad Hatta, dkk, Perang Badar bermula ketika Rasulullah saw mengajak kaum Muslimin untuk mencegat kafilah dagang Quraisy pimpinan Abu Sufyan dari Syam untuk mengambil kembali harta benda milik kaum Muhajirin yang dahulu dirampas saat mereka berhijrah ke Madinah.

Meskipun kafilah Abu Sufyan berhasil lolos, pasukan tempur Quraisy yang dipimpin Abu Jahal tetap bersikeras maju ke Badar membawa sekitar 1.000 prajurit bersenjata lengkap untuk berpesta dan menakut-nakuti bangsa Arab. Di sisi lain, kaum Muslimin hanya berjumlah 313 hingga 317 orang dengan perlengkapan seadanya.

Menghadapi ancaman besar tersebut, Rasulullah SAW menerapkan strategi cerdas dengan mengumpulkan informasi dan bermusyawarah bersama para sahabat. Atas usulan brilian dari Habbab bin al-Mundzir, pasukan Muslim kemudian memindahkan posisinya untuk menguasai sumur-sumur air di Badar, sekaligus memutus akses minum bagi pasukan musuh.

Baca juga: 4 Perang Besar di Bulan Syawal dalam Sejarah Islam, dari Perang Uhud hingga Thaif

Pada malam sebelum pertempuran, Allah menurunkan hujan yang mendatangkan rasa kantuk dan ketenangan bagi pasukan Muslim sekaligus memadatkan pasir di bawah pijakan kaki mereka. Pagi harinya, tepat pada Jumat 17 Ramadhan, Rasulullah merapikan barisan pasukannya dengan sangat disiplin untuk memulai perang.

Pertempuran akhirnya pecah, diawali dengan kemenangan Hamzah, 'Ali, dan 'Ubaidah, yang berhasil menumbangkan tiga jawara Quraisy dalam duel pembuka. Saat pasukan Quraisy mengamuk membabi buta, Rasulullah berdoa dengan sangat khusyuk di dalam tendanya hingga serbannya terjatuh, memohon agar pasukan Muslim tidak dihancurkan.

Doa itu menembus langit, Allah pun menurunkan 1.000 malaikat yang dipimpin Jibril untuk ikut mengalahkan pasukan musyrik.

Di tengah kecamuk perang yang diwarnai bantuan gaib tersebut, keangkuhan Abu Jahal akhirnya tumbang di tangan dua pemuda dari kalangan Anshar, yaitu Mu'awwadz dan Mu'adz. Keduanya menerobos pertahanan musuh bak kilat dan berhasil mengalahkan tokoh utama Quraisy tersebut.

Sebanyak 14 prajurit Muslim gugur sebagai syuhada, sementara di pihak musuh terdapat 70 orang tewas dan 70 lainnya menjadi tawanan. Sebelum meninggalkan Badar, Rasulullah berdiri di tepi sumur dan menegaskan bahwa janji Allah benar-benar telah terbukti, mengukuhkan hari itu dengan tegaknya kalimat iman.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar