Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menhaj Sambut 375 Jemaah Haji Surabaya, Koridor Biometrik Resmi Digunakan

Kompas.com, 17 Juni 2026, 13:58 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 menghadirkan babak baru dalam layanan keimigrasian.

Untuk pertama kalinya, sistem pemeriksaan berbasis biometrik melalui Immigration Seamless Process Corridor Gate diterapkan dalam proses debarkasi jemaah haji di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur.

Penerapan teknologi ini menjadi langkah penting dalam modernisasi layanan haji Indonesia. Jika selama ini jemaah harus melalui pemeriksaan keimigrasian secara konvensional dengan antrean panjang dan proses pemeriksaan paspor yang memakan waktu, kini seluruh tahapan tersebut dapat dilakukan secara lebih cepat melalui identifikasi biometrik.

Baca juga: Menhaj: Kuota Haji 2027 Acuan Sementara Tetap 221 Ribu Jamaah

Momentum bersejarah tersebut berlangsung saat kedatangan 375 jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB-56.

Rombongan ini berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, yakni Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lumajang.

Kedatangan mereka sekaligus menjadi penanda dimulainya penggunaan sistem koridor biometrik pada proses pemulangan jemaah haji Indonesia.

Menhaj Sambut Langsung Jemaah Haji di Surabaya

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, hadir secara langsung menyambut kedatangan para jemaah di Asrama Haji Kelas I Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Menhaj menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses penyelenggaraan ibadah haji sekaligus memberikan apresiasi kepada para jemaah dan petugas yang telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Menurut Irfan Yusuf, keberhasilan mempertahankan keutuhan rombongan hingga kembali ke tanah air menunjukkan tingginya tingkat kedisiplinan jemaah Indonesia selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kedisiplinan para jemaah yang pulang dengan rombongan yang utuh. Terima kasih dan apresiasi yang besar juga kami sampaikan kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja keras dan bersinergi tanpa lelah dalam memberikan layanan terbaik bagi para jemaah," ujar Menhaj saat menyambut jemaah di Surabaya dikutip dari laman Kemenhaj, Rabu (17/6/2026).

Apresiasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada petugas Kementerian Haji dan Umrah, tetapi juga kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasional penyelenggaraan haji, mulai dari petugas kloter, tenaga kesehatan, petugas embarkasi dan debarkasi, hingga instansi pendukung lainnya.

Baca juga: Gubernur Sulsel Bagi-bagi Uang Tunai ke Jamaah Haji Beruntung saat Penyambutan di Makassar

Apa Itu Sistem Koridor Biometrik?

Salah satu hal yang paling menarik perhatian dalam kepulangan jemaah kali ini adalah penggunaan Immigration Seamless Process Corridor Gate.

Sistem ini merupakan inovasi yang dikembangkan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mempercepat proses pemeriksaan kedatangan penumpang internasional, termasuk jemaah haji.

Melalui teknologi tersebut, data keimigrasian dapat diverifikasi secara otomatis menggunakan identifikasi biometrik berupa pemindaian iris mata dan pencocokan data digital yang telah tersimpan dalam sistem.

Saat melewati koridor pemeriksaan, jemaah tidak lagi harus menjalani pemeriksaan paspor secara manual seperti sebelumnya.

Mereka cukup membawa paspor masing-masing, sementara sistem akan membaca identitas biometrik secara otomatis dan mencocokkannya dengan data manifes penerbangan.

Dengan cara ini, proses pemeriksaan menjadi lebih cepat, efisien, dan minim antrean.

Selain menghemat waktu, sistem tersebut juga dinilai mampu meningkatkan akurasi data keimigrasian sekaligus memperkuat aspek keamanan perlintasan internasional.

Transformasi Digital dalam Layanan Haji

Penerapan koridor biometrik menjadi bagian dari transformasi digital yang terus dilakukan pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai inovasi berbasis teknologi mulai diterapkan, mulai dari layanan kesehatan digital, pelacakan data jemaah, integrasi informasi penerbangan, hingga digitalisasi dokumen perjalanan.

Transformasi ini sejalan dengan meningkatnya jumlah jemaah haji Indonesia yang setiap tahunnya mencapai ratusan ribu orang.

Dalam buku Manajemen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah karya Abdul Haris dijelaskan bahwa penggunaan teknologi informasi menjadi kebutuhan penting dalam pengelolaan layanan haji modern. Sistem digital memungkinkan proses administrasi, pelayanan, dan pengawasan berlangsung lebih efektif dibandingkan metode konvensional.

Hal serupa juga dijelaskan dalam buku Manajemen Haji Indonesia karya M. Ali Ramdhani yang menyebutkan bahwa digitalisasi layanan merupakan salah satu kunci peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di era modern.

Karena itu, kehadiran sistem biometrik dinilai sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Baca juga: Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia

Mengurangi Antrean dan Meningkatkan Kenyamanan Jemaah

Salah satu tantangan terbesar dalam proses debarkasi haji adalah banyaknya jumlah jemaah yang tiba dalam waktu hampir bersamaan.

Pada sistem konvensional, pemeriksaan dokumen sering kali memerlukan waktu cukup lama sehingga menimbulkan antrean panjang dan kelelahan bagi jemaah yang baru menempuh perjalanan jauh dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Dengan teknologi biometrik, proses tersebut dapat dipersingkat secara signifikan.

Jemaah tidak perlu lagi menunggu lama untuk mendapatkan cap masuk atau menjalani verifikasi identitas secara manual.

Kemudahan ini sangat penting, terutama bagi jemaah lanjut usia yang jumlahnya cukup besar dalam setiap musim haji.

Selain memberikan kenyamanan, sistem baru tersebut juga membantu petugas dalam mempercepat distribusi jemaah menuju daerah asal masing-masing.

Harapan Menhaj: Haji Mabrur dan Mabrurah

Di balik berbagai inovasi pelayanan, Menhaj menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya sebatas kelancaran administrasi dan operasional.

Menurutnya, keberhasilan haji sejatinya diukur dari perubahan positif yang terjadi pada diri jemaah setelah kembali ke tengah masyarakat.

"Kementerian berharap para jemaah haji pulang menjadi Haji yang Mabrur dan Mabrurah. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kualitas ibadah, menguatnya jiwa sosial, serta hadirnya perilaku yang jauh lebih baik di tengah-tengah masyarakat. Transformasi positif inilah yang menjadi esensi dari visi misi Tri Sukses Kementerian Haji dan Umrah," kata Irfan Yusuf.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual yang diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih baik.

Baca juga: Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan

Babak Baru Layanan Haji Indonesia

Penerapan sistem koridor biometrik di Debarkasi Surabaya menandai langkah baru dalam modernisasi layanan haji Indonesia.

Inovasi ini bukan sekadar perubahan teknis dalam pemeriksaan keimigrasian, melainkan bagian dari transformasi besar yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.

Dengan dukungan teknologi yang semakin maju, pemerintah berharap proses penyelenggaraan haji di masa mendatang dapat berlangsung lebih cepat, aman, nyaman, dan efisien.

Bagi para jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci, kemudahan layanan tersebut menjadi pengalaman baru yang melengkapi perjalanan spiritual mereka.

Sementara bagi Indonesia, keberhasilan implementasi sistem biometrik ini dapat menjadi model pengembangan layanan haji modern yang semakin responsif terhadap kebutuhan jemaah di era digital.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar