Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Perang Besar di Bulan Syawal dalam Sejarah Islam, dari Perang Uhud hingga Thaif

Kompas.com, 21 Maret 2026, 18:25 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Bulan Syawal menandai berakhirnya bulan Ramadhan sekaligus awal fase baru dalam kalender Hijriyah.

Selain dikenal sebagai bulan kemenangan, bulan Syawal juga menyimpan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Beberapa di antaranya adalah peperangan besar yang melibatkan kaum Muslimin pada masa Rasulullah SAW.

Peristiwa-peristiwa ini menjadi bagian penting dalam perjalanan dakwah Islam. Berikut ulasan singkatnya, seperti dikutip Kompas.com dari laman MUI.

Baca juga: Kisah Perang Badar, Perang Besar Pertama Umat Islam

Sejarah Islam: 4 Perang Besar di Bulan Syawal

1. Perang Uhud

Perang Uhud merupakan salah satu peristiwa penting yang terjadi pada Syawal tahun ketiga Hijriah.

Dalam Sirah Nabawiyah karya Shafiyyu ar-Rahman al-Mubarakfury dijelaskan bahwa perang ini terjadi sebagai balasan kaum Quraisy atas kekalahan mereka di Perang Badar.

Kaum Quraisy mengerahkan sekitar 3.000 pasukan, termasuk 700 prajurit berbaju besi dan 100 pasukan berkuda di bawah pimpinan Abu Sufyan. Sementara itu, pasukan Muslim berjumlah sekitar 700 orang.

Dalam pertempuran ini, kaum Muslimin sempat unggul di awal. Namun, kekalahan terjadi akibat sebagian pasukan pemanah meninggalkan posisi yang telah diperintahkan.

2. Perang Khandaq

Perang Khandaq terjadi pada tahun 5 Hijriah di Madinah. Kata “Khandaq” sendiri berarti parit, yang menjadi strategi utama dalam menghadapi pasukan sekutu.

Pasukan Muslim berjumlah sekitar 3.000 orang, sementara pasukan sekutu mencapai 10.000 orang yang terdiri dari Quraisy, Yahudi Bani Quraidzah, Bani Nadhir, Ghatafan, dan kabilah lainnya.

Untuk menghadapi ancaman tersebut, kaum Muslimin menggali parit di bagian utara Madinah selama enam hari.

Strategi ini terbukti efektif dalam menahan serangan musuh. Perang ini akhirnya dimenangkan oleh kaum Muslimin berkat strategi pertahanan yang kuat.

3. Perang Hunain

Perang Hunain terjadi pada Syawal tahun 8 Hijriah setelah penaklukan Makkah. Peperangan ini dipicu oleh ketidakpuasan suku Hawazin dan Tsaqif terhadap kemenangan kaum Muslimin.

Rasulullah SAW memimpin sekitar 12.000 pasukan, terdiri dari 10.000 dari Madinah dan 2.000 dari Makkah.

Meski jumlah pasukan lebih besar, kaum Muslimin sempat mengalami kekacauan akibat serangan mendadak musuh.

Namun, setelah mendengar seruan Rasulullah SAW, pasukan Muslim kembali bangkit dan berhasil memenangkan pertempuran tersebut.

4. Perang Thaif

Perang Thaif merupakan kelanjutan dari Perang Hunain. Setelah mengalami kekalahan, pasukan Hawazin dan Tsaqif mundur ke Thaif dan berlindung di benteng pertahanan.

Rasulullah SAW kemudian mengirim Khalid bin Walid bersama 1.000 pasukan untuk menghadapi mereka. Setibanya di Thaif, kaum Muslimin mengepung benteng musuh.

Dalam As-Sîrah an-Nabawiyah wad Da’wah fil ‘Ahdil Manadî karya Ahmad Ghalwasy, disebutkan bahwa pasukan Muslim sempat mengalami kesulitan. Namun, setelah strategi pembakaran kebun anggur dilakukan, musuh akhirnya menyerah dan mengakui kekalahan.

Peristiwa perang di bulan Syawal menunjukkan bahwa sejarah Islam tidak hanya diwarnai ibadah, tetapi juga perjuangan mempertahankan dakwah.

Setiap peperangan memberikan pelajaran penting tentang strategi, kesabaran, dan ketaatan. Nilai-nilai tersebut tetap relevan sebagai refleksi bagi umat Islam hingga saat ini.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar