Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arti Taqabbalallahu Minna wa Minkum yang Diucapkan Saat Lebaran dan Jawabannya

Kompas.com, 21 Maret 2026, 08:26 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum menjadi kalimat yang kerap terdengar saat Hari Raya Idul Fitri.

Ungkapan ini disampaikan antar sesama Muslim sebagai bentuk doa setelah menjalankan ibadah Ramadhan.

Meski sering diucapkan, tidak semua orang memahami arti dan cara menjawabnya dengan tepat.

Baca juga: Arti Syafakillah, Syafakallah, Syafakumullah: Makna, Tulisan Arab, dan Cara Pakainya

Arti “Taqabbalallahu Minna wa Minkum”

Ucapan ini ternyata memiliki makna yang mengandung doa.

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

Arab latin: taqabbalallahu minna wa minkum

Artinya: Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan amal ibadah kalian semua.

Selain itu, ucapan yang juga populer adalah:

مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْن

Arab latin: Minal aidin wal faizin

Artinya: semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (fitrah) dan menang.

Contoh Ucapan Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Berikut beberapa variasi ucapan yang umum digunakan:

1. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum
Artinya: Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian, semoga puasa kita diterima

2. Taqabbalallahu minna wa minkum, Kullu ‘amin wa antum bikhair
Artinya: Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian, semoga setiap tahun kita dalam kebaikan

3 “Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim, wa ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin wal maqbulin kullu ‘aamin wa antum bi khair.”
Artinya: Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian, wahai Yang Maha Mulia, terimalah. Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali, menang, dan diterima amalnya, serta selalu dalam kebaikan setiap tahun.

Jawaban Ucapan "Taqabbalallahu Minna wa Minkum"

Ucapan ini dapat dijawab dengan beberapa cara:

1. Menjawab dengan kalimat yang sama:

ucapan taqabbalallahu minna wa minkum bisa dibalas dengan ucapan serupa. Hal ini sebagaimana riwayat Habib bin Umar Al Anshari.

Ayahnya bercerita kepadanya bahwa beliau bertemu dengan Watsilah radhiallahu ‘anhu ketika hari raya, maka ketika ia mengucapkan kepada Watsilah, “Taqabbalallahu minna wa minkum,” Watsilah menjawab, “Taqabbalallahu minna wa minkum.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Mu’jam Al Kabir)

2. Menjawab dengan “Minna waminkum taqobbal ya karim”

Kita juga bisa memberi jawaban berikut:

“Minna waminkum taqobbal ya karim”
Artinya: “Ya Allah Yang Maha Mulia terimalah amal kami dan kamu.”

Atau menggunakan versi panjang:

“Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin wal maqbulin kullu ‘aamin wa antum bi khair.”
Artinya: “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kamu. Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah. Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali, menang, dan diterima amalnya, serta selalu dalam kebaikan setiap tahun.”

3. Menjawab dengan mengamini doa-doa baik

Salah satu jawaban singkat yang bisa diucapkan adalah “Aamiin.” Jawaban ini bertujuan untuk mengamini seluruh doa baik yang diucapkan.

Tradisi Sejak Zaman Sahabat Nabi

Ucapan ini telah menjadi tradisi sejak masa sahabat Nabi Muhammad SAW. Dalam Kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al Asqalani, disebutkan bahwa para sahabat saling mengucapkan kalimat tersebut saat hari raya.

Artinya: “Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah SAW berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fitri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, taqobbalallahu minna wa minkum.”

Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga doa yang mengandung makna mendalam.

Dengan memahami arti dan jawabannya, umat Islam dapat saling mendoakan dengan lebih tepat saat Idul Fitri. Hal ini sekaligus memperkuat makna silaturahmi dan kebersamaan di hari raya.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul "Arti Taqabbalallahu Minna wa Minkum dan Jawabannya Saat Lebaran". 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar