Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bolehkah Mengumbar Masalah Rumah Tangga di Media Sosial?

Kompas.com, 11 September 2026, 14:05 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mengunggah curahan hati tentang pasangan di media sosial menjadi fenomena yang semakin sering terjadi.

Perselisihan suami istri, konflik keluarga, hingga masalah pribadi kerap dibagikan kepada publik melalui unggahan, video, atau siaran langsung dengan alasan mencari dukungan maupun meluapkan emosi.

Dalam perspektif Islam, rumah tangga dibangun di atas prinsip sakinah, kasih sayang, dan amanah. Karena itu, persoalan keluarga tidak boleh dengan mudah dijadikan konsumsi publik apabila justru membuka aib, merendahkan pasangan, atau mempermalukan anggota keluarga.

Lantas, bolehkah mengumbar masalah rumah tangga di media sosial? Islam membedakan antara mencari pertolongan secara bijak dan menyebarkan aib yang seharusnya dijaga.

Baca juga: 7 Hak Istri yang Wajib Dipenuhi Suami Menurut Islam

Rumah Tangga Dibangun di Atas Amanah

Al-Quran menjelaskan bahwa pernikahan merupakan ikatan yang menghadirkan ketenteraman, cinta, dan kasih sayang. Hubungan suami istri bukan sekadar hubungan sosial, tetapi juga amanah yang harus dijaga oleh kedua belah pihak.

Allah berfirman dalam QS Ar-Rum Ayat 21:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja‘ala bainakum mawaddataw wa raḥmah. Inna fī żālika la-āyātil liqaumiy yatafakkarūn.

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, serta Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan pernikahan adalah menciptakan ketenteraman, bukan membuka ruang saling mempermalukan ketika terjadi konflik.

Baca juga: 7 Adab Suami kepada Istri yang Perlu Diketahui

Larangan Membuka Rahasia Pasangan

Salah satu dalil paling tegas mengenai menjaga privasi rumah tangga terdapat dalam hadis sahih riwayat Muslim. Rasulullah SAW menyebut orang yang membuka rahasia hubungan suami istri sebagai manusia yang memiliki kedudukan buruk di sisi Allah.

Hadis Sahih Muslim No. 1437

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

Inna min asyarrin-nāsi ‘indallāhi manzilatan yaumal-qiyāmati ar-rajulu yufḍī ilā imra'atihī wa tufḍī ilaihi ṡumma yansyuru sirrahā.

Artinya: “Sesungguhnya di antara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat ialah seorang laki-laki yang berhubungan dengan istrinya, lalu istrinya berhubungan dengannya, kemudian ia menyebarkan rahasia istrinya.”

Para ulama menjelaskan bahwa makna “rahasia” dalam hadis ini tidak terbatas pada hubungan intim, tetapi juga mencakup berbagai hal pribadi dalam kehidupan rumah tangga yang seharusnya dijaga sebagai amanah.

Mengapa Mengumbar Konflik Bisa Berbahaya?

Media sosial membuat sebuah persoalan pribadi dapat menyebar kepada ribuan orang hanya dalam hitungan menit.

Ketika emosi menjadi dasar membuat unggahan, dampaknya sering kali lebih besar daripada masalah yang sedang dihadapi.

Mengumbar konflik dapat mempermalukan pasangan, melukai anak yang ikut membaca atau menjadi objek pembicaraan, serta menghilangkan kesempatan menyelesaikan masalah secara tenang.

Tidak sedikit pula perselisihan rumah tangga yang semakin membesar karena dipengaruhi komentar dan penilaian publik.

Dalam Islam, menjaga kehormatan ‘irdh seorang Muslim termasuk bagian dari akhlak yang mulia.

Karena itu, membuka aib pasangan tanpa kebutuhan syar'i bukanlah cara yang dianjurkan untuk menyelesaikan persoalan keluarga.

Kapan Boleh Menceritakan Masalah Rumah Tangga?

Islam tidak melarang seseorang mencari bantuan ketika mengalami kekerasan, kezaliman, atau persoalan serius dalam rumah tangga. Yang dilarang adalah menjadikan aib pasangan sebagai tontonan atau bahan mencari simpati publik.

Seseorang boleh berkonsultasi kepada orang yang amanah, seperti ulama, konselor keluarga, psikolog, mediator, atau pihak berwenang apabila memang diperlukan untuk memperoleh solusi.

Tujuannya adalah menyelesaikan masalah, bukan mempermalukan pasangan.

Prinsip ini juga sejalan dengan adab menjaga rahasia yang diajarkan Al-Qur'an dalam QS At-Tahrim Ayat 3: 

وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا

Wa iż asarran-nabiyyu ilā ba‘ḍi azwājihī ḥadīṡā.

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Nabi membicarakan secara rahasia suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya.”

Ayat ini menunjukkan adanya nilai menjaga kepercayaan dan kerahasiaan dalam hubungan keluarga.

Adab Menyelesaikan Masalah Tanpa Mengumbar Aib

Ketika konflik terjadi, Islam mendorong penyelesaian dengan cara yang baik.

Menenangkan diri sebelum berbicara, berdialog secara langsung dengan pasangan, menjaga tutur kata, dan melibatkan pihak yang bijaksana apabila diperlukan merupakan langkah yang lebih sesuai dengan ajaran syariat.

Allah SWT juga berfirman dalam QS Al-Hujurat Ayat 12

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

Wa lā yaghtab ba‘ḍukum ba‘ḍā.

Artinya: “Janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.”

Ayat ini menjadi pengingat agar seorang Muslim menjaga lisan, termasuk dalam bentuk tulisan dan unggahan di media sosial yang dapat menyakiti kehormatan orang lain.

Menjaga Aib adalah Bagian dari Akhlak

Media sosial bukan ruang terbaik untuk menyelesaikan persoalan rumah tangga.

Islam mengajarkan bahwa hubungan suami istri dibangun di atas amanah, kasih sayang, dan saling menjaga kehormatan.

Karena itu, setiap konflik sebaiknya diselesaikan dengan dialog, musyawarah, atau meminta bantuan kepada pihak yang terpercaya, bukan dengan mengumbar aib kepada publik.

Menahan diri dari membuat unggahan ketika emosi bukan berarti memendam masalah, melainkan memilih jalan yang lebih bijaksana agar kehormatan keluarga tetap terjaga.

Dalam pandangan Islam, menjaga rahasia pasangan merupakan bagian dari akhlak mulia yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar