Editor
KOMPAS.com – Hari Sumpah Pemuda 2026 jatuh pada Rabu, 28 Oktober 2026. Upacara biasanya digelar di kantor pemerintahan, sekolah, hingga kampus di seluruh Indonesia.
Salah satu bagian yang selalu ada dalam upacara adalah pembacaan doa. Doa dibacakan menjelang akhir upacara, setelah sambutan pembina dan lagu-lagu nasional.
Tahun ini Kemenpora menetapkan tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia". Tema itu sejalan dengan doa yang dipanjatkan, yaitu memohon agar generasi muda dibimbing menjadi pribadi yang kuat dan bermanfaat bagi bangsa.
Berikut contoh teks doa upacara Hari Sumpah Pemuda 2026, ditambah beberapa doa dari Al-Qur'an yang bisa dibaca untuk mendoakan generasi muda dan bangsa.
Dalam susunan upacara sesuai pedoman Kemenpora, pembacaan doa berada pada urutan ke-12 dari 15 tahap.
1. Peserta dan petugas upacara siap di tempat
2. Pemimpin upacara menyiapkan barisan
3. Pembina upacara memasuki tempat upacara
4. Penghormatan umum kepada pembina upacara
5. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara
6. Pengibaran bendera Merah Putih
7. Pembacaan Pancasila oleh pembina upacara, diikuti peserta
8. Pembacaan teks keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928
9. Pemberian tanda penghargaan bidang kepemudaan (jika ada)
10. Sambutan pembina upacara
11. Menyanyikan lagu-lagu nasional
12. Pembacaan doa
13. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara
14. Penghormatan umum kepada pembina upacara
15. Upacara selesai
Berikut teks resmi doa upacara Hari Sumpah Pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga:
NASKAH DOA UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-98 TAHUN 2026 “PATRIOTIK, GIGIH, BEREMPATI: PEMUDA UNTUK INDONESIA”
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,
Dengan penuh kerendahan hati, kami memanjatkan puji dan syukur ke hadirat-Mu atas rahmat dan karunia-Mu, sehingga pada hari ini kami dapat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 dalam keadaan sehat dan penuh semangat kebersamaan.
Ya Allah,
Teguhkanlah semangat persatuan dan kesatuan dalam diri kami sebagaimana yang telah diwariskan oleh para pemuda pada 28 Oktober 1928. Jadikanlah keberagaman bangsa Indonesia sebagai kekuatan untuk bersama-sama membangun negeri.
Bimbinglah para pemuda Indonesia agar menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, kreatif, inovatif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Ya Allah,
Bukakanlah kesempatan bagi seluruh pemuda Indonesia untuk belajar, berkarya, berprestasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya. Jauhkanlah kami dari perpecahan dan segala hal yang dapat melemahkan persatuan bangsa.
Jadikanlah semangat Sumpah Pemuda sebagai kekuatan untuk terus bergerak, bergotong royong, dan membangun Indonesia yang maju, damai, dan sejahtera.
Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.
Amin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selain doa resmi, ada sejumlah doa dalam Al-Qur'an yang sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda. Doa-doa ini bisa dibaca saat upacara, kegiatan sekolah, atau secara pribadi.
Al-Qur'an menyebut Ashabul Kahfi sebagai para pemuda yang teguh menjaga iman. Doa yang mereka panjatkan saat berlindung di gua cocok dibaca untuk generasi muda.
رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Rabbanā ātinā mil ladunka raḥmataw wa hayyi' lanā min amrinā rasyadā.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami."
Nabi Ibrahim mendoakan negerinya agar aman dan penduduknya diberi rezeki. Doa ini relevan untuk mendoakan Indonesia.
رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
Rabbij'al hāżā baladan āminaw warzuq ahlahū minaṡ-ṡamarāti man āmana minhum billāhi wal-yaumil-ākhir.
Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari akhir."
Doa ini memohon agar hati tetap lurus setelah mendapat petunjuk. Cocok untuk pemuda yang sedang membangun jati diri.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
Rabbanā lā tuzig qulūbanā ba'da iż hadaitanā wa hab lanā mil ladunka raḥmah, innaka antal-wahhāb.
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."
Doa ini bisa dibaca orang tua dan guru untuk anak-anak dan murid mereka sebagai generasi penerus bangsa.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a'yuniw waj'alnā lil-muttaqīna imāmā.
Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
Petugas pembaca doa memegang peran penting karena doa menjadi penutup suasana khidmat upacara. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
• Buka dengan pujian dan shalawat. Mulailah dengan basmalah, hamdalah, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
• Gunakan bahasa yang dipahami peserta. Doa resmi disusun dalam bahasa Indonesia agar bisa diikuti seluruh peserta.
• Jaga durasi. Doa upacara sebaiknya singkat, sekitar dua sampai tiga menit.
• Baca dengan tenang dan jelas. Latih bacaan Arab terlebih dulu bila menyisipkan ayat doa dari Al-Qur'an.
• Perhatikan keberagaman peserta. Pada upacara di instansi umum, gunakan teks resmi Kemenpora yang bersifat inklusif.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.