Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat: Mengapa Umat Islam Wajib Mencintai Nabi Muhammad SAW?

Kompas.com, 12 September 2025, 11:35 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Cinta kepada Nabi Muhammad SAW merupakan bagian penting dari iman seorang Muslim.

Dilansir dari laman MUI, dalam khutbah Jumat kali ini, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kabupaten Mojokerto, KH Nur Rohmad, mengingatkan jamaah bahwa mencintai Rasulullah SAW adalah kewajiban bagi setiap mukallaf (orang yang sudah baligh dan berakal).

Baca juga: Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Lisan dan Tulisan

Kewajiban Mencintai Nabi Muhammad SAW

KH Nur Rohmad menyampaikan, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai daripada ayahnya, anaknya, dan manusia seluruhnya." (HR Bukhari).

Hadis tersebut menegaskan bahwa iman seorang Muslim tidak akan sempurna tanpa adanya cinta kepada Nabi. Bahkan, Allah SWT menegaskan dalam Alquran bahwa mencintai Allah harus diwujudkan dengan mengikuti Rasulullah.

Allah berfirman:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ 
qul ing kuntum tuḫibbûnallâha fattabi‘ûnî yuḫbibkumullâhu wa yaghfir lakum dzunûbakum, wallâhu ghafûrur raḫîm

"Katakanlah (wahai Muhammad), jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Ali Imran: 31).

Baca juga: Khutbah Jumat Rabiul Awal: Meneladani Rasulullah dalam Menjaga Amanah

Nabi Muhammad sebagai Rahmat bagi Alam Semesta

Dalam khutbahnya, KH Nur Rohmad menjelaskan bahwa Rasulullah SAW adalah rahmat bagi seluruh alam. Beliau diutus untuk membawa umat manusia keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.

Nabi Muhammad SAW menjadi teladan agung, pemimpin umat, dan insan paripurna dengan akhlak yang luhur. Beliau juga pemilik syafaat terbesar (syafaat al-uzhma) yang akan diberikan kepada umatnya di hari kiamat.

Rasulullah SAW bersabda:

"Syafaatku diperuntukkan bagi para pelaku dosa besar di antara umatku." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Baca juga: Khutbah Jumat: Waspadai Bahaya Judi Online yang Kian Marak

Kisah Para Sahabat tentang Kecintaan kepada Rasulullah

KH Nur Rohmad menuturkan berbagai kisah sahabat yang menunjukkan kecintaan luar biasa kepada Nabi Muhammad SAW.

Seorang perempuan Anshar yang kehilangan ayah, anak, suami, dan saudaranya dalam Perang Uhud tetap lebih mengutamakan keselamatan Rasulullah dibanding keluarganya.

Abu Thalhah al-Anshari rela menjadikan tubuhnya sebagai tameng agar Nabi terhindar dari anak panah musuh.

Zaid bin ad-Datsinah RA menolak keinginan Abu Sufyan agar Nabi digantikan posisinya, meski itu berarti ia harus mati syahid.

Abu Sufyan bahkan mengakui, “Aku tidak pernah melihat seseorang mencintai orang lain sedalam dan sehebat cinta para sahabat Muhammad kepada Muhammad.”

Tanda-tanda Kecintaan kepada Nabi

KH Nur Rohmad mengingatkan bahwa tanda cinta sejati kepada Rasulullah SAW bukan hanya di lisan, melainkan juga diwujudkan dalam amal perbuatan.

Beberapa tanda cinta tersebut antara lain:

  • Meneladani akhlak Rasulullah SAW.
  • Mengamalkan sunnah beliau.
  • Memuliakan Nabi dan keluarganya.
  • Mencintai para sahabatnya.
  • Memperbanyak shalawat.
  • Menyebut nama beliau dengan penuh kerinduan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Di antara umatku yang paling mencintaiku adalah sekelompok orang yang datang setelahku. Mereka sangat ingin melihatku meskipun harus menukar keluarga dan harta bendanya." (HR Muslim).

Penutup Khutbah

Di akhir khutbah, KH Nur Rohmad berdoa agar umat Islam dijadikan Allah sebagai hamba yang mencintai Rasul-Nya, menaati perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, serta beradab dengan adab Nabi Muhammad SAW.

“Semoga kecintaan kepada Nabi semakin menguatkan keimanan kita dan menjadi wasilah untuk memperoleh syafaat beliau di akhirat kelak,” ujar KH Nur Rohmad.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Libur, Cuti Bersama, dan Long Weekend
Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Libur, Cuti Bersama, dan Long Weekend
Aktual
Kemenag Sebut Masjid Istiqlal Tidak IPO, Hanya Fasilitasi Wakaf Saham
Kemenag Sebut Masjid Istiqlal Tidak IPO, Hanya Fasilitasi Wakaf Saham
Aktual
Wamenag Minta Pelaku Usaha dan Penyelenggara Acara Tak Jadikan Agama sebagai Komoditas
Wamenag Minta Pelaku Usaha dan Penyelenggara Acara Tak Jadikan Agama sebagai Komoditas
Aktual
100 Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang Islami untuk Status Media Sosial
100 Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang Islami untuk Status Media Sosial
Aktual
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Aktual
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar