Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhaj Siapkan 600 Ton Bumbu Khas Indonesia untuk Haji 2026

Kompas.com, 9 Januari 2026, 06:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menargetkan pengiriman 600 ton bumbu khas Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah calon haji Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mohammad Irfan Yusuf, menjelaskan bahwa target ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 475 ton.

“Tahun lalu sekitar 400 ton, dan kami perkirakan tahun ini bisa mencapai 600 ton,” ujar Irfan Yusuf di Jakarta, Kamis (9/1/2026),  dilansir dari Antara.

Baca juga: Pembangunan Kompleks Haji di Makkah, Sebagian Tower Diharapkan Bisa Dipakai 2028

Perbandingan Target Pengiriman dengan Tahun Sebelumnya

Irfan Yusuf mengatakan bahwa jumlah pengiriman bumbu ini lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana penyelenggaraan haji tahun lalu hanya mencapai 475 ton.

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyediakan konsumsi haji yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia, serta menjaga standar kualitas makanan yang disediakan.

Layanan Konsumsi Haji yang Sesuai dengan Selera Indonesia

Irfan Yusuf menambahkan bahwa pemerintah berusaha memberikan layanan konsumsi haji yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia, sekaligus memastikan makanan tersebut memenuhi standar gizi yang mendukung kesehatan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Ibu kota haji adalah tempat yang membutuhkan fisik yang kuat dan sehat. Makanan berperan penting dalam mendukung kesehatan jamaah kita,” katanya.

Kerja Sama dengan Institusi Pendidikan dan Keahlian Pangan

Untuk memastikan kualitas dan kandungan gizi makanan, Kementerian Haji dan Umrah menggandeng berbagai institusi pendidikan dan ahli pangan, seperti perguruan tinggi di bidang pangan, sekolah perhotelan, dan lembaga kuliner.

“Kami memastikan rasa dan kandungan gizi makanan yang disiapkan. Pengawasan ketat dilakukan untuk menjamin keamanannya,” jelasnya.

Baca juga: Danantara Targetkan Bangun Kompleks Haji di Makkah: Kapasitas 22.000 Jamaah

Standar Kelayakan dan Pengawasan Makanan Haji

Standar kelayakan makanan mencakup jumlah porsi, gramasi, kualitas bahan, dan kandungan gizi.

Irfan Yusuf juga menekankan pentingnya perbaikan pengemasan dan penyimpanan bahan makanan di Arab Saudi, mengingat pada tahun lalu masih ada bumbu yang rusak akibat kemasan dan penyimpanan yang kurang baik.

“Penting untuk memastikan bahwa tidak ada penggunaan bahan pengawet, karena itu dapat merubah rasa dan membuat makanan cepat rusak,” ungkapnya. Pemerintah akan memastikan pengemasan dan penyimpanan bahan makanan dilakukan dengan cara yang lebih baik agar kualitas bumbu dan makanan tetap terjaga selama distribusi.

Baca juga: Janji Keberangkatan Tak Terpenuhi, Kemenhaj Dalami Aduan Haji Furoda 2025

Lebih dari 10 Perusahaan Terlibat dalam Layanan Konsumsi

Sehubungan dengan penyedia layanan konsumsi, Irfan Yusuf menyebutkan ada lebih dari 10 perusahaan yang terlibat, termasuk penyedia bumbu dan makanan siap saji (RTE).

Makanan RTE akan disiapkan khusus untuk jamaah di Arafah dan Mina, mengingat terbatasnya distribusi di lokasi tersebut.

Menu Khusus untuk Jamaah Lanjut Usia dan Distribusi Makanan di Arafah dan Mina

Bagi jamaah lanjut usia, pemerintah juga menyiapkan menu khusus, seperti bubur dan kacang hijau, dengan penyesuaian distribusi sesuai kondisi dan kebutuhan jamaah.

“Pembagian makanan akan disesuaikan dengan situasi agar semua jamaah terlayani dengan baik,” tambah Irfan Yusuf.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com