Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nisfu Sya’ban 2026 Jatuh Kapan? Ini Perkiraan Waktu dan Amalan yang Dianjurkan

Kompas.com, 25 Januari 2026, 12:42 WIB
Khairina

Editor

Sumber Baznas

KOMPAS.com-Malam Nisfu Sya’ban 2026 kembali menjadi momen yang dinanti umat Islam sebagai salah satu malam penuh makna menjelang datangnya bulan Ramadhan.

Banyak masyarakat mulai mencari informasi tentang Nisfu Sya’ban 2026 untuk mempersiapkan diri mengisi malam tersebut dengan ibadah dan doa.

Secara tradisi, malam Nisfu Sya’ban selalu dikaitkan dengan ampunan, introspeksi diri, serta persiapan spiritual menyambut bulan suci.

Baca juga: Simak Tradisi Warga Makkah Hidupkan Malam Nisfu Syaban

Apa Itu Malam Nisfu Sya’ban?

Dilansir dari laman Baznas, malam Nisfu Sya’ban adalah malam pertengahan bulan Sya’ban, bulan kedelapan dalam kalender Hijriah.

Malam ini jatuh pada tanggal 15 Sya’ban dan dimulai sejak matahari terbenam pada tanggal 14 Sya’ban.

Dalam sejumlah riwayat, malam Nisfu Sya’ban disebut sebagai waktu di mana Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan kepada hamba-Nya yang bertaubat dan memohon ampun.

Keistimewaan tersebut membuat malam Nisfu Sya’ban kerap dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah sunnah.

Kapan Nisfu Sya’ban 2026?

Penentuan Nisfu Sya’ban 2026 mengacu pada kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan.

Perbedaan metode penetapan awal bulan, baik rukyah maupun hisab, dapat menyebabkan perbedaan tanggal di berbagai negara.

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, malam Nisfu Sya’ban 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026.

1 Sya’ban 1447 H: 20 Januari 2026

15 Sya’ban (Nisfu Sya’ban): 3 Februari 2026

Akhir Sya’ban: 18 Februari 2026

Meski demikian, umat Islam dianjurkan menunggu pengumuman resmi agar kepastian tanggalnya sesuai dengan ketetapan pemerintah.

Baca juga: Mengapa Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali? Ini Penjelasannya

Keutamaan Nisfu Sya’ban

Malam Nisfu Sya’ban memiliki keutamaan yang disebutkan dalam sejumlah hadis.

Dalam riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa Allah SWT memberikan ampunan pada malam tersebut, kecuali kepada orang yang menyekutukan-Nya dan mereka yang masih menyimpan permusuhan.

Malam ini sering dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Sebagian ulama juga menganjurkan umat Islam memperbanyak doa pada malam Nisfu Sya’ban.

Amalan yang Dianjurkan pada Nisfu Sya’ban

Umat Islam dianjurkan mengisi Nisfu Sya’ban 2026 dengan berbagai amalan ibadah sesuai kemampuan masing-masing.

Shalat sunnah, seperti shalat tahajud dan shalat hajat, menjadi amalan yang banyak dilakukan pada malam ini.

Berdoa memohon ampunan dan kebaikan dunia serta akhirat juga dianjurkan.

Membaca Alquran dan memperbanyak zikir menjadi bentuk ibadah yang dapat dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Puasa pada siang hari tanggal 15 Sya’ban juga kerap dikerjakan sebagai pelengkap dalam memuliakan malam Nisfu Sya’ban.

Baca juga: Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat

Mengapa Nisfu Sya’ban 2026 Penting?

Nisfu Sya’ban 2026 menjadi momentum refleksi diri sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Malam ini mengingatkan umat Islam untuk memperbaiki kualitas ibadah dan hubungan sosial.

Dengan mengetahui perkiraan waktu Nisfu Sya’ban 2026, umat Islam dapat mempersiapkan diri agar tidak melewatkan malam yang penuh makna tersebut.

Melalui doa, ibadah, dan taubat, Nisfu Sya’ban diharapkan menjadi awal peningkatan ketakwaan menjelang Ramadhan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk
Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk
Aktual
Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso
Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso
Aktual
Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35
Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35
Aktual
Mewaspadai Bahaya Sifat Merasa Paling Benar dan Memaksakan Kehendak
Mewaspadai Bahaya Sifat Merasa Paling Benar dan Memaksakan Kehendak
Aktual
Syamsuri Firdaus dan Makna “Tijarotan Lan Tabur” di MTQ Nasional 2026
Syamsuri Firdaus dan Makna “Tijarotan Lan Tabur” di MTQ Nasional 2026
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Aktual
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Aktual
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Aktual
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Aktual
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Aktual
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Aktual
Kiai Hasan kepada Prabowo: Selama Bapak Husnuzan kepada Gontor, Kami pun Husnuzan
Kiai Hasan kepada Prabowo: Selama Bapak Husnuzan kepada Gontor, Kami pun Husnuzan
Aktual
Kisah Mushaf Al Quran yang Dicium Prabowo, Ditulis Santri Gontor Selama 3 Tahun
Kisah Mushaf Al Quran yang Dicium Prabowo, Ditulis Santri Gontor Selama 3 Tahun
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar