Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Sidang Isbat Puasa 2026? Awal Puasa Muhammadiyah dan Prediksi BRIN

Kompas.com, 9 Februari 2026, 09:58 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Menjelang Ramadhan 1447 H, publik kembali mencari jawaban atas tiga pertanyaan kunci: kapan sidang isbat puasa 2026, awal puasa 2026 Muhammadiyah, dan kapan puasa 2026 dimulai.

Tahun ini, diskusinya makin menarik karena ada prediksi ilmiah dari peneliti BRIN yang membuka kemungkinan perbedaan awal Ramadhan.

Jadwal Sidang Isbat Puasa 2026

Seperti pola tiap tahun, Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar sidang isbat pada 29 Syakban. Untuk 1447 H, tanggal itu diperkirakan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026 (sore–malam)

Rangkaian sidang isbat meliputi:

1. Paparan posisi hilal (hisab),

2. Laporan rukyat dari berbagai titik,

3. Musyawarah dan pengumuman resmi.

Baca juga: Kapan Libur Awal Puasa 2026 untuk Anak Sekolah? Cek Pengumuman Resmi dari Pemerintah

Awal Puasa 2026 Muhammadiyah: 18 Februari

Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H atau Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) berbasis hisab wujudul hilal (hilal global).

Prediksi BRIN: Potensi Perbedaan 18 atau 19 Februari

Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memprediksi awal Ramadhan berpotensi berbeda.

Menurutnya, sumber perbedaan bukan karena posisi hilal seperti biasa, melainkan karena perbedaan konsep:

  • Hilal global (dipakai Muhammadiyah & kriteria Turkiye)
  • Hilal lokal (dipakai pemerintah & kriteria MABIMS)

“Pada saat Maghrib 17 Februari, posisi hilal masih di bawah ufuk di Asia Tenggara. Tidak mungkin dirukyat. Maka awal Ramadhan diperkirakan Kamis, 19 Februari 2026,” jelas Thomas dikutip Kompas.com, Sabtu (7/2/2026).

Kriteria MABIMS mensyaratkan:

  • Tinggi hilal minimal 3°
  • Elongasi 6,4°

Syarat ini diperkirakan belum terpenuhi di wilayah Indonesia saat rukyat.

Kenapa Muhammadiyah Tetap 18 Februari?

Karena Muhammadiyah memakai hilal global. Selama hilal memenuhi kriteria visibilitas di mana pun di bumi dan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru, maka esoknya sudah masuk bulan baru.

Kemudian pada 17 Februari 2026 Hilal memenuhi kriteria di Alaska. Ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru. Maka, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 18 Februari 2026.

Kemungkinan Pemerintah: 19 Februari 2026

Jika mengikuti kriteria MABIMS, sangat mungkin hasil sidang isbat menetapkan 1 Ramadhan 1447 H atau Kamis, 19 Februari 2026.

Ini yang membuat pencarian kapan puasa 2026 sangat ramai karena ada dua kemungkinan tanggal.

Arab Saudi Bisa Sama dengan Muhammadiyah

Thomas juga menyebut Arab Saudi kemungkinan memulai puasa 18 Februari 2026. Meski menggunakan rukyat, praktiknya sering selaras dengan kalender Ummul Qura yang sejalan dengan KHGT.

Ringkasan Tanggal yang Perlu Dicatat

1. Muhammadiyah (KHGT, hilal global, awal puasa Rabu, 18 Februari 2026

2. Pemerintah (MABIMS, hilal lokal) kemungkinan Kamis, 19 Februari 2026 (prediksi BRIN)

3. Sidang Isbat Kemenag akan digelar pada 17 Februari 2026 malam

4. Arab Saudi diperkirakan awal Ramadhan 18 Februari 2026 (perkiraan)

Baca juga: Awal Puasa 2026 Muhammadiyah: Ini Tanggal 1 Ramadhan 1447 H Versi Hisab

Kenapa Ini Penting untuk Sekolah & Orang Tua?

Perbedaan satu hari ini berpengaruh pada:

  • Jadwal kegiatan Ramadhan di sekolah,
  • Surat edaran libur awal puasa,
  • Perencanaan ibadah keluarga.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar