Editor
KOMPAS.com - Setiap menjelang bulan suci, ucapan “Ramadhan Kareem” ramai berseliweran di media sosial, grup WhatsApp, hingga baliho jalanan. Namun, sebenarnya Ramadhan Kareem artinya apa? Apakah ungkapan ini tepat digunakan?
Berikut penjelasan lengkap makna, filosofi, hingga pandangan ulama mengenai istilah yang sudah mendunia ini.
Secara harfiah, Ramadhan Kareem berarti “Ramadhan yang Murah Hati” atau “Ramadhan yang Mulia.”
Baca juga: Arti Marhaban Ya Ramadhan, Kareem, dan Mubarak, Mana yang Tepat?
Istilah ini terdiri dari dua kata:
Abbas Muhammad Basalamah, Dosen di Universitas Nasional dan Universitas Gunadarma, dalam tulisannya "Manajemen Waktu: Kajian Hikmah Ramadhan dan Aplikasinya dalam Manajamen Modern" menyebutkan, kata Ramadhan berasal dari akar kata Arab yang berarti “panas yang membakar.”
Secara filosofis, makna ini merujuk pada fungsi bulan suci sebagai waktu untuk membakar dosa-dosa melalui ibadah, puasa, rasa lapar dan haus yang ditahan dengan penuh kesabaran.
Ramadhan menjadi momentum penyucian diri dan pembersihan jiwa.
Kata Kareem berarti penderma, pemurah, atau mulia.
Ketika digabungkan, ungkapan ini menggambarkan bulan yang penuh limpahan rahmat, ampunan, dan pahala berlipat ganda.
Meski sangat populer secara global, istilah ini ternyata pernah menjadi bahan diskusi di kalangan ulama.
Dilansir situs Shahihfiqih.com, salah satu ulama yang memberikan pandangan adalah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin.
Beliau menjelaskan bahwa ungkapan yang lebih tepat secara akidah adalah:
“Ramadhan Mubarak”
Alasannya:
Namun demikian, penggunaan “Ramadhan Kareem” tetap dipahami sebagai doa dan ungkapan kebaikan, bukan keyakinan bahwa bulan tersebutlah yang memberi.
Di balik ucapan tersebut, Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan.
Bulan ini kerap dimaknai sebagai momen evaluasi diri, layaknya laporan keuangan akhir tahun.
Ramadhan menjadi waktu untuk:
Tak heran jika bulan ini disebut sebagai kesempatan emas yang hanya datang setahun sekali.
Ramadhan Kareem Jadi Bahasa Universal Dunia
Ungkapan ini bahkan telah menjadi bahasa global untuk menyapa sesama Muslim di berbagai negara.
Beberapa contohnya:
Maknanya tetap sama: doa agar seseorang mendapatkan kemuliaan dan keberkahan di bulan suci.
Baca juga: Ucapan Marhaban Ya Ramadhan: Tulisan Arab, Latin, Arti, Hukum dan Contoh Penggunaanya
Secara sederhana:
Apa pun ucapan yang digunakan, yang terpenting adalah makna di baliknya: menjadikan Ramadhan sebagai waktu memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan mendekat kepada Allah.
Karena sejatinya, Ramadhan bukan hanya soal ucapan, tetapi tentang perubahan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang